Ginjal dan Saluran Kemih

3 Penyebab Kencing Darah yang Perlu Kamu Waspadai

Aprinda, 04 Jun 2023

Ditinjau Oleh dr. Gia Pratama

Adanya darah pada urine pasti buat kamu khawatir bukan main. Yuk, kenali berbagai penyebab kencing darah berikut ini supaya kamu lebih waspada!

3 Penyebab Kencing Darah yang Perlu Kamu Waspadai

Urine yang sehat berwarna kuning pucat. Sebaliknya, jika urine berwarna kuning pekat atau cokelat, bisa jadi kamu kekurangan cairan tubuh. Begitu juga jika urine kamu berwarna merah, ada masalah kesehatan yang terjadi pada tubuhmu.

Urine berwarna merah menandakan kamu mengalami kencing berdarah. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan hematuria. Lantas, apa penyebab kencing berdarah? Lalu, apakah kencing keluar darah itu pertanda bahaya?

Berikut adalah berbagai penyebab kencing darah yang perlu kamu waspadai:

1. Infeksi Saluran Kemih

Saluran kemih terdiri atas kandung kemih, uretra, dan ginjal. Infeksi pada saluran kemih ini paling sering jadi penyebab kencing keluar darah pada wanita.

Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke uretra, berkembang biak, dan menginfeksi. Nah, infeksi inilah yang jadi penyebab kencing berwarna cokelat, merah, atau merah muda. 

Disampaikan oleh dr. Gia Pratama, “Kamu juga mungkin mengalami nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Urine yang keluar bisa juga menimbulkan bau yang kuat.” 

2. Infeksi Ginjal

Infeksi bakteri di uretra yang tidak kunjung diobati, bisa menyebar dan menyebabkan infeksi ginjal. Ini karena letak uretra dan ginjal yang berdekatan. Bakteri di uretra dapat memasuki ginjal dari aliran darah. 

Infeksi juga bisa terjadi saat bakteri berpindah ke ginjal dari sepasang saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih, yang disebut ureter. 

Selain kencing darah, infeksi ginjal dapat menyebabkan gejala demam dan nyeri punggung yang menyebar ke selangkangan.

3. Batu Ginjal

Setiap harinya, ginjal kamu bertugas untuk menyaring darah dari limbah, yakni kelebihan mineral yang tidak digunakan tubuh. Mineral tersebut dapat menumpuk dan mengkristal (batuan) di ginjal. Akibatnya, penyakit batu ginjal akan terjadi.

“Batu ginjal dapat bergerak melalui saluran kemih, bergesekan, dan menyebabkan perdarahan. Inilah sebabnya, akan keluar darah saat kamu buang air kecil”, ujar dr. Gia.

Di samping itu, kamu juga akan mengalami nyeri pinggang, buang air kecil tidak lancar, dan terasa sakit. 

Artikel Lainnya: Tanda Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

4. Gangguan Prostat

Pembesaran prostat bisa menjadi penyebab hematuria. Gangguan ini lebih umum terjadi pada pria yang lebih tua. Gejala yang mungkin terjadi bersamaan adalah kesulitan buang air kecil, aliran urine yang lemah, atau nyeri panggul.

Kelenjar prostat berada tepat di bawah kandung kemih, dan mengelilingi bagian atas uretra. Organ ini sering menjadi lebih besar menjelang usia paruh baya. Akibatnya, akan ada tekanan pada uretra, sebagian menghalangi aliran urine. 

Dengan pembesaran prostat, kamu akan merasakan kebutuhan mendesak untuk buang air kecil tapi urine susah dikeluarkan. Kadang, kamu juga bisa mengalami kencing berdarah. 

Selain pembesaran prostat, peradangan prostat atau prostatitis juga bisa menyebabkan gejala yang sama. 

5. Penyakit Ginjal

Darah pada urine merupakan gejala umum penyakit ginjal yang disebut glomerulonefritis. Adanya penyakit ini, filter kecil di ginjal yang membuang limbah dari darah menjadi meradang.

Glomerulonefritis bisa terjadi sendirinya, atau menjadi komplikasi dari penyakit diabetes. Kondisi ini termasuk pertanda bahaya yang perlu diobati segera. 

6. Trauma atau Cedera

“Cedera pada ginjal, kandung kemih, atau saluran kemih akibat kecelakaan atau kegiatan olahraga yang intens bisa jadi penyebab hematuria”, papar dr. Gia.

Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemindaian untuk tahu saluran kemih mana yang mengalami cedera. Dengan begitu, dokter bisa menentukan tindakan perawatan yang tepat.

Artikel Lainnya: Pembesaran Prostat, Haruskah Dioperasi?

7. Kanker

Selain batu ginjal, kencing darah bisa jadi tanda penyakit apa? “Hematuria bisa jadi pertanda adanya kanker di saluran kemih, seperti kanker ginjal, kandung kemih, atau uretra”, jawab dr. Gia.

Meski begitu, tidak semua pasien kanker di saluran kemih mengalami gejala ini. Umumnya, pasien akan mengalami kelelahan, adanya pertumbuhan tumor, masalah buang air kecil, dan penurunan berat badan.

8. Olahraga Terlalu Keras

Hematuria bisa terjadi setelah bermain olahraga, seperti sepak bola. Ini mungkin terkait dengan kerusakan kandung kemih yang disebabkan oleh cedera. 

Darah dalam urin juga bisa terjadi dengan olahraga jarak jauh, seperti lari maraton. Untungnya, kencing darah yang disebabkan olahraga bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu seminggu.

9. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Obat antikanker siklofosfamid dan antibiotik penisilin dapat menyebabkan darah dalam urine. Obat-obatan lain yang juga jadi penyebab kencing darah, antara lain:

  • Obat untuk mencegah gumpalan darah
  • Obat pereda nyeri, misalnya aspirin
  • Obat untuk mengencerkan darah, contohnya heparin

Kondisi hematuria akan menghilang jika penggunaan obat dihentikan. Namun, pastikan lebih dahulu dengan dokter sebelum kamu berhenti meminumnya.

Artikel Lainnya: Makanan dan Minuman Pantangan Saat Alami Infeksi Saluran Kemih

10. Kelainan Darah

Kelainan darah, seperti hemofilia atau sickle cell disease bisa jadi penyebab kencing darah.

Bila mengidap kelainan darah, ciri-cirinya cukup mudah dikenali. Biasanya akan muncul keluhan perdarahan di bagian tubuh lain, misalnya sering mimisan, perdarahan sulit berhenti ketika terluka, atau kerap memar tanpa sebab yang jelas.

11. Kelainan Pada Ginjal

Beberapa orang terlahir dengan penyakit bawaan, seperti penyakit ginjal polikistik, renal tubular acidosis, maupun alport syndrome. Sederet kondisi ini dapat menimbulkan keluhan hematuria berulang. 

Biasanya keluhan dialami anak-anak. Karenanya, orangtua harus lebih waspada ketika anak punya keluhan kencing kemerahan.

12. Fistula Rahim ke Kandung Kemih

Fistula adalah saluran abnormal yang muncul antara dua bagian tubuh yang terpisah satu sama lain. Fistula bisa juga muncul antara rahim dan saluran kemih. 

Pasien yang memiliki fistula dari rahim dan saluran kemih dapat mengeluhkan kencing berdarah tiap kali menstruasi. Kondisi ini dikenal pula sebagai menuria. 

Fistula jenis ini bisa muncul karena komplikasi akibat operasi yang dilakukan di sekitar kandung kemih. Selain itu, kemunculan fistula bisa karena adanya tumor di sekitar kandung kemih.

13. Retensi Urine

Retensi urine membuat penderitanya kesulitan buang air kecil. Kondisi ini disebabkan gangguan pada kandung kemih. 

Biasanya, retensi urine dialami pasien dengan gangguan saraf. Gangguan ini menyebabkan penderita retensi urine tidak dapat kencing secara spontan. 

Nah, keluhan hematuria bisa muncul ketika retensi urine terjadi dan selang kateter digunakan untuk mengeluarkan air kencing dalam waktu yang cepat. Hal ini disebabkan tekanan pada kandung kemih yang semula tinggi mendadak jadi rendah. 

Tidak perlu khawatir apabila kamu mengalami kondisi ini. Sebab, penyebab kencing berdarah ini akan membaik dengan sendirinya. Namun, kamu tetap harus memastikan tidak ada gumpalan darah yang tersisa dalam kandung kemih.

Artikel Lainnya: Catat, Ini 8 Penyebab Inkontinensia Urine yang Mesti Kamu Tahu

Dokter Gia juga menyebutkan beberapa tanda peringatan jika kamu mengalami hematuria, di antaranya:

  • Penyebab kencing darah tidak diketahui
  • Disertai dengan susah buang air kecil dan terasa nyeri
  • Memiliki riwayat keluarga dengan masalah saluran kemih atau riwayat kanker saluran kemih
  • Mengalami gejala lain yang cukup mengkhawatirkan

Itulah berbagai penyebab kenapa kamu mengalami kencing berdarah. Beberapa kondisinya dapat membaik dengan sendirinya. Akan tetapi, ada pula yang perlu perawatan dokter segera.

Jika kamu membutuhkan artikel seputar kesehatan, segera download aplikasi KlikDokter. Dapatkan berbagai informasi seputar #JagaSehatmu dan gunakan layanan Tanya Dokter atau Temu Dokter untuk konsultasi dengan dokter spesialis urologi di aplikasi KlikDokter.

(NM)

Kencing Berdarah
  • Deutsches Ärzteblatt International (Bolenz, C., Schröppel, B., Eisenhardt, A., Schmitz-Dräger, B. J., & Grimm, M. O.) Diakses 2022. The investigation of hematuria.
  • Renal Failure (Varma, P. P., Sengupta, P., & Nair, R. K.) Diakses 2022. Post exertional hematuria.
  • Primary Care: Clinics in Office Practice (Peterson, L. M., & Reed, H. S.) Diakses 2022. Hematuria.
  • Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (CCLM) (Lippi, G., & Sanchis-Gomar, F.) Diakses 2022. Exertional hematuria: Definition, epidemiology, diagnostic and clinical considerations.