HomeIbu Dan anakKesehatan BayiBenarkah ASI Bisa Merusak Kulit Bayi? Ini Faktanya Menurut Dokter
Kesehatan Bayi

Benarkah ASI Bisa Merusak Kulit Bayi? Ini Faktanya Menurut Dokter

Tri Yuniwati Lestari, 11 Agu 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Terdapat dugaan bahwa ASI bisa merusak kulit bayi. Apakah hal tersebut fakta, atau hanya mitos? Simak kata dokter tentang bahaya ASI jika terkena kulit bayi di sini.

Benarkah ASI Bisa Merusak Kulit Bayi? Ini Faktanya Menurut Dokter

Air susu ibu alias ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi yang baru lahir. Setiap ibu direkomendasikan untuk berusaha memberikan ASI secara eksklusif pada bayi berusia 0–6 bulan.

Faktanya, pemberian ASI secara langsung tak hanya sebatas memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Pemberian ASI dengan menyusui langsung dari payudara juga turut meningkatkan bonding atau ikatan antara ibu dan si kecil.

Meski bermanfaat, tak sedikit ibu yang khawatir saat memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Pasalnya, terdapat pendapat yang mengatakan bahwa paparan ASI secara langsung bisa merusak kulit bayi.

Artikel lainnya: Mungkinkah Rasa ASI Kanan dan Kiri Berbeda? Ini Faktanya

Bahaya ASI Jika Terkena Kulit Bayi, Benarkah Adanya?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, bahaya ASI bagi kulit bayi hanyalah mitos belaka. Pasalnya, tidak ada efek ASI terhadap kulit bayi, termasuk pada bibir maupun pipinya. 

“ASI tidak merusak kulit bayi. Istilah ruam susu di medis juga tidak ada,” kata dr. Dyah Novita.

“Hal yang disebut masyarakat umum sebagai ruam susu sebenarnya terjadi akibat dermatitis atopik karena alergi,” tegasnya.

Dermatitis atopik pada bayi umumnya terjadi akibat ASI tercampur makanan tertentu yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Selain itu, dermatitis atopik juga bisa terjadi karena si kecil memiliki alergi terhadap suhu udara atau debu.

Mengetahui fakta tersebut, Anda sebaiknya tak lagi khawatir untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi. Bukannya merugikan, memberikan ASI pada si kecil malah dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Melansir dari healthline, ASI mengandung 0,8–0,9 persen protein; 3–5 persen lemak; 6,9–7,2 persen karbohidrat; berbagai vitamin, mineral, dan zat bioaktif lainnya. 

Di samping itu, berikut ini beberapa kandungan di dalam ASI dan manfaatnya bagi kesehatan si kecil:

  • Imunoglobulin A (IgA), yaitu protein darah yang mengandung bakteri penangkal infeksi
  • Asam palmitat, yang berfungsi menjaga kelembapan kulit bayi
  • Asam laurat, yang berfungsi ganda sebagai pelembap dan agen antibakteri
  • Asam oleat, yang bermanfaat untuk melembapkan kulit dan melawan tanda-tanda penuaan
  • Asam vaccenic, yang melindungi dan memberi nutrisi kepada kulit si kecil
  • Asam linoleat, yang dapat mengurangi peradangan pada tubuh bayi

Artikel Lainnya: Adakah Manfaat Memberi ASI untuk Anak di Atas 2 Tahun?

Manfaat Lain ASI untuk Kesehatan Kulit Bayi

Meski masih belum pasti, pemberian ASI secara rutin kepada bayi dihubungkan dengan risiko lebih rendah untuk mengalami eksem, jerawat, dan ruam popok. Bahkan, ASI juga diduga mampu menyembuhkan luka dan gigitan serangga pada bayi.

Selain diberikan secara langsung, manfaat tersebut juga bisa dirasakan dengan memandikan si kecil menggunakan air yang telah dicampur ASI.

Baca selengkapnya tentang manfaat dan tips memandikan bayi dengan ASI di artikel berikut ini: (ASI Bisa untuk Air Mandi Bayi, Ini Manfaatnya)

Anggapan mengenai bahaya ASI bagi kulit bayi hanya sekadar isapan jempol belaka alias mitos. Agar tak lagi terjebak dengan kabar kesehatan yang belum tentu benar, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

MenyusuiASI

Konsultasi Dokter Terkait