HomeIbu Dan anakKehamilanIbu Hamil, Perhatikan Hal Ini Saat USG Trimester 3
Kehamilan

Ibu Hamil, Perhatikan Hal Ini Saat USG Trimester 3

dr. Jessica Florencia, Sp.PK, 29 Jun 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Bagi para ibu hamil, ada beberapa hal penting yang harus ditanyakan saat pemeriksaan USG pada trimester 3. Apa saja?

Ibu Hamil, Perhatikan Hal Ini Saat USG Trimester 3

Akhirnya, ibu telah tiba di trimester akhir kehamilan. Janin yang dikandung oleh ibu telah sampai pada tahap penyempurnaan dan akan terus bertambah besar sampai nanti saatnya bayi dilahirkan ke dunia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya minimal delapan kali selama kehamilan berlangsung. Empat di antaranya dilakukan di trimester tiga, yaitu usia kehamilan 30, 34, 36, dan 38. 

Selain itu, pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan pada usia kehamilan 40, 41, dan 42 apabila bayi belum juga lahir. 

Pemeriksaan kehamilan pada trimester tiga dilakukan lebih banyak dengan tujuan supaya komplikasi pada kehamilan bisa terdeteksi dini dan segera ditangani. 

Artikel Lainnya: Perbedaan Antara Perdarahan Normal dan Berbahaya Saat Hamil

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik ibu, pemeriksaan laboratorium, dan apabila perlu, pemeriksaan ultrasonografi (USG). Nah, apa saja yang perlu ditanyakan ibu saat USG trimester 3? Berikut sepuluh pertanyaannya. 

1.Jumlah Janin

Dokter akan memastikan jumlah janin yang dikandung oleh ibu setiap kali melakukan pemeriksaan ultrasonografi. 

Hal ini dikarenakan ibu dan dokter perlu melakukan persiapan khusus apabila yang dilahirkan nanti adalah bayi kembar. 

Selain itu, bayi kembar juga memerlukan observasi yang lebih ketat. 

2. Ukuran dan Berat Janin

Pertanyaan lain yang bisa ibu lontarkan saat USG trimester 3 adalah terkait dengan pertumbuhan janin. 

Dokter akan mengukur berbagai bagian tubuh janin, mulai dari kepala, perut, dan juga kaki. Pengukuran ini penting untuk melihat apakah janin tumbuh dengan komposisi yang normal. Selain itu, pengukuran ini digunakan untuk memperkirakan berat janin. 

Berat badan janin saat lahir nanti yang baik adalah 2,5–3,9 kg. Prediksi berat badan janin pada trimester tiga berguna untuk mengetahui apakah berat badan janin perlu ditambah atau perlu “direm”. 

Artikel Lainnya: Ibu Hamil, Ini Ciri-Ciri Kepala Bayi Sudah Masuk Panggul

3. Gerakan Janin

Pada kehamilan trimester 3, gerakan janin biasanya sudah tidak terlalu sering atau terlalu “heboh”. Hal ini disebabkan ukuran bayi yang sudah semakin membesar dan ruang di dalam rahim yang semakin terasa sempit. 

Kadang-kadang, gerakan janin bisa terlihat pada saat pemeriksaan USG. Namun, karena lebih banyak tidur, tidak adanya gerakan biasanya dikarenakan bayi sedang tidur. 

4. Denyut Jantung Janin

Salah satu kegunaan USG di kehamilan 7 bulan atau ketika janin masuk usia 28 minggu adalah untuk mendengarkan denyut jantung janin. 

Dengan menghitung denyut jantung janin, dokter dapat mengetahui kondisi janin dalam keadaan baik atau tidak. 

Denyut jantung bayi yang aman adalah antara 110-160 kali per menit. 

5. Posisi Janin

Posisi janin bisa bervariasi, yaitu posisi kepala di bawah, posisi bokong atau kaki di bawah yang disebut sungsang, atau posisi melintang ketika kepala dan bokong ada di sisi kiri dan kanan perut ibu. 

Posisi yang optimal untuk melahirkan melalui vagina adalah posisi kepala di bawah. 

Karena itu, dengan mengetahui posisi janin, ibu dan dokter bisa berdiskusi tentang metode melahirkan yang akan dilakukan. 

Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Janin Sehat dalam Kandungan

6. Kondisi Organ Janin

Dokter akan memeriksa kondisi organ-organ janin dari kepala hingga kaki dan memastikan semuanya memiliki bentuk dan fungsi yang seharusnya. 

Organ-organ yang diperiksa adalah otak, wajah, jantung, paru, lambung dan usus, hati, ginjal, hingga tulang belakang, lengan, dan tungkai. 

7. Kondisi Serviks

Hal lainnya yang perlu ditanyakan saat USG trimester 3 adalah kondisi serviks ibu. Kondisi serviks akan diperiksa dokter untuk melihat kemungkinan adanya insufisiensi serviks. 

Insufisiensi serviks adalah suatu kondisi ketika serviks tidak tertutup rapat sehingga bisa terjadi kelahiran prematur. Itulah mengapa, pemeriksaan kehamilan secara teratur ke dokter kandungan sangat penting. 

8. Kondisi Plasenta

Plasenta diperiksa untuk melihat apakah lokasinya menutupi jalan lahir atau tidak, kemudian melihat apakah ada perdarahan di tempat ia menempel pada rahim.

Selain itu, pemeriksaan ini berguna untuk mellihat aliran darah di dalamnya normal atau tidak.

Artikel Lainnya: Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan

9. Kondisi Tali Pusar

Mirip dengan plasenta, tali pusar akan dinilai posisinya apakah ada yang menutupi jalan lahir. Aliran darah di dalamnya juga diperiksa, apakah normal atau kurang. 

Hal ini penting, karena masalah aliran darah pada tali pusar dan plasenta akan sangat memengaruhi pertumbuhan janin. 

10. Jumlah Cairan Ketuban

Terakhir, dokter akan menilai jumlah cairan ketuban. Apabila terlalu banyak atau terlalu sedikit, dokter akan mencari penyebab dan memeriksa janin dengan lebih saksama. 

Perlu diketahui bahwa air ketuban yang terlalu sedikit dapat mengganggu pertumbuhan janin. Sedangkan air ketuban yang terlalu banyak dapat memicu kelahiran prematur.

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan dan yang perlu ditanyakan ibu kepada dokter atau tenaga kesehatan saat USG trimester 3. Semoga bermanfaat, ya!

Bila punya pertanyaan seputar kehamilan, gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Ibu juga dapat memantau perkembangan janin lewat Kalender Kehamilan. Mari, #JagaSehatmu selalu. 

[RS]

Referensi

Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22309584/#:~:text=Abstract,hypertensive%20disorders%2C%20and%20bleeding%20events diakses pada 23 Juni 2022. 

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-third-trimester#:~:text=During%20the%20third%20trimester%2C%20your,average%2C%206%20to%209%20pounds diakses pada 23 Juni 2022.

World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549912 diakses pada 23 Juni 2022.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572062/ diakses pada 23 Juni 2022.

The BMJ. https://www.bmj.com/content/367/bmj.l5517 diakses pada 23 Juni 2022.

KehamilanUSG

Konsultasi Dokter Terkait