Kehamilan

Hasil Tes Positif Tapi Tidak Hamil, Kok Bisa?

Siti Putri, 05 Jul 2022

Ditinjau Oleh dr. Dyah Novita

Beberapa wanita mungkin mendapati hasil test pack positif, tapi setelah periksa ke dokter ternyata tidak hamil. Apa sebabnya?

Hasil Tes Positif Tapi Tidak Hamil, Kok Bisa?

Dua garis biru di test pack ketika sedang menjalani program hamil merupakan kabar gembira yang dinanti setiap pasangan. Namun, hasil tersebut belum tentu 100 persen akurat. 

Seorang wanita bisa saja mengalami hasil test pack positif, tapi tidak hamil. Test pack sendiri adalah salah satu alat yang dinilai akurat dalam mendeteksi kehamilan. 

Biasanya, hasil positif test pack menandakan bahwa kamu berpeluang besar hamil. Meski begitu, kemungkinan untuk tidak hamil tetap ada. Karenanya, kamu perlu  memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kehamilan.

Tingkat Keakuratan Test Pack

Tes kehamilan bisa dilakukan melalui urine maupun darah. Sebab, kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) bisa dideteksi melalui urine dan darah.

Human chorionic gonadotropin sendiri adalah hormon yang diproduksi ketika sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim. Nah, ketika hamil, level hCG makin meninggi dan jumlahnya bertambah dua kali lipat setiap 2-3 hari.

Tes kehamilan lewat urine bisa menggunakan test pack. Alat ini dinilai memiliki tingkat keakuratan 99 persen dalam mendeteksi peluang kehamilan.

Hasilnya akan lebih akurat jika tes dilakukan pertama kali saat bangun pagi ketika urine lebih terkonsentrasi. Hasil lebih akurat juga bisa diperoleh jika kamu melakukan tes sesuai dengan instruksi yang tertulis di kemasan test pack.

Artikel Lainnya: Kenali Sederet Kesalahan Menggunakan Test Pack

Apabila setelah tes mendapatkan hasil positif, kemungkinan besar kamu hamil. Hasil ini akurat, tak peduli seberapa samar garis, warna, atau tanda yang muncul pada test pack. 

Segera konfirmasi hasil tersebut dengan berkonsultasi kepada dokter kandungan. Supaya, dokter bisa mengecek keberadaan kantong kehamilan dan detak jantung janin.

Nah, jika hasil test pack negatif, apakah tetap ada kemungkinan untuk hamil? Tentu saja! Tenang, kamu masih mungkin hamil jika mengalami kondisi berikut:

  1. Test pack sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
  2. Penggunaan test pack yang salah.
  3. Pengujian terlalu cepat.
  4. Urine terlalu encer (tidak pekat) karena minum banyak cairan beberapa waktu sebelum melakukan tes.
  5. Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat diuretik atau antihistamin.

Penyebab Test Pack Positif Palsu

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, seorang wanita bisa mendapatkan hasil test pack positif tapi tidak hamil. Ini dikenal juga sebagai positif palsu atau false positive.

Di bawah ini penyebab test pack positif palsu yang perlu kamu tahu.

1. Hamil Kimia

Kehamilan kimia adalah kehamilan yang terjadi hanya karena ada kadar hCG saja. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi (embrio) tidak mampu menempel di dinding rahim. Sel telur juga tidak bisa tumbuh dan berkembang.

Kehamilan kimia bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kurangnya hormon progesteron, adanya jaringan parut, kelainan pada rahim, dan sebagainya.

2. Hamil Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Kondisi ini terjadi ketika embrio terhambat di tengah perjalanan menuju rahim, tepatnya di tuba falopi. Selain itu, kehamilan ini juga bisa terjadi di mulut rahim, ovarium, bahkan ruang abdomen.

Situasi ini tidak bisa menyebabkan kehamilan yang normal, bahkan dikategorikan sebagai salah satu kegawatan dalam kehamilan. Gejala kehamilan ektopik, berupa nyeri tajam di perut dan pinggang, perdarahan dari vagina, hingga pingsan.

3. Keguguran

Keguguran yang baru terjadi juga dapat menyebabkan hasil tes kehamilan positif palsu. Hal ini akibat lambatnya penurunan kadar hormon hCG.

Hormon tersebut tetap berada pada darah dan urine hingga usia 6 minggu pada akhir kehamilan.

4. Ada Darah atau Protein dalam Urine

Beberapa kondisi medis bisa memberikan hasil test pack positif palsu. Terutama, gangguan medis yang menyebabkan adanya darah atau protein di dalam urine.

Kondisi medis yang dimaksud, misalnya infeksi saluran kemih, penyakit ginjal​, dan kista ovarium​. Selain itu, test pack positif tapi tidak hamil juga bisa disebabkan oleh ​kanker ovarium​ dan masalah kelenjar pituitari.

5. Konsumsi Obat Tertentu

Konsumsi beberapa jenis obat juga bisa mengakibatkan hasil tes positif palsu di test pack. Contoh obat yang dimaksud, seperti obat penenang, antikonvulsan, dan obat hipnotik.

Karena itu, jika kamu merencanakan kehamilan, pastikan untuk tidak menggunakan deretan obat tersebut, ya!

6. Alat Tes Kehamilan Sudah Kedaluwarsa

Positif palsu juga bisa terjadi karena kamu menggunakan test pack yang sudah kedaluwarsa. 

Lalu, hasil tes juga dapat keliru akibat kesalahan penyimpanan test pack. Suhu ruangan tempat menyimpan test pack yang terlalu panas ataupun lembap bisa merusak alat tes kehamilan satu ini.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Tes Kehamilan, dari Alami hingga Medis

7. Pengaruh Obat Kesuburan

Apabila kamu sedang menjalankan program kehamilan, biasanya dokter akan memberikan obat kesuburan. Jenis obat ini dapat menyebabkan terjadinya positif palsu pada tes kehamilan.

Untuk memastikan kehamilan, kamu sebaiknya konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

8. Meninggalkan Alat Tes Terlalu Lama

Alat tes yang dicelupkan terlalu lama ke dalam urine dapat menyebabkan pembacaan positif palsu. Hal ini dikarenakan saat urine menguap bisa meninggalkan garis samar yang menunjukkan hasil positif.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya kamu segera membaca hasil test pack, tidak lebih dari 10 menit.

9. Sindrom Familial hCG.

Meski jarang, positif palsu kehamilan bisa disebabkan oleh sindrom familial hCG. Sindrom familial hCG adalah kondisi langka yang terjadi ketika hCG yang cacat diproduksi dalam jumlah besar. 

Sindrom familial hCG bisa disebabkan adanya tumor di kelenjar hipofisis. Kondisi ini juga bisa dialami orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit serupa.

Walaupun cacat, hCG yang dihasilkan dapat memberikan hasil positif pada pemeriksaan kehamilan.

10. Gonadoblastoma

Gonadoblastoma adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar seks yang bertugas menghasilkan hormon kewanitaan. Tumor pada kelenjar seks menyebabkan produksi hormon melonjak, termasuk hCG.

Karenanya, wanita pengidap gonadoblastoma bisa mengalami hasil positif palsu pada pemeriksaan kehamilan.

11. Menjalani Operasi Perbaikan Kantong Kemih

Test pack positif palsu juga bisa dialami wanita yang pernah menjalani operasi perbaikan kantung kemih atau biasa dikenal sebagai enterocytoplasty. Prosedur ini biasa dilakukan pada wanita muda yang memiliki kelainan sistem saluran kemih dari lahir.

Pemeriksaan kehamilan setelah melakukan enterocytoplasty, bisa membuat hasil positif walaupun sebenarnya tidak hamil.

12. Mengalami Penyakit Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika endometrium alias lapisan di dalam rahim tumbuh di dalam dinding otot rahim. Kondisi ini menyebabkan dinding dalam rahim menebal dan rentan mengalami perdarahan.

Adenomiosis juga bisa menyebabkan hasil positif palsu pada pemeriksaan kehamilan.

Test pack positif, tapi tidak hamil sangat mungkin terjadi. Karenanya, kamu tetap harus mengonfirmasi kehamilan dengan melakukan pemeriksaan di dokter kandungan.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar kehamilan, konsultasikan secara langsung melalui fitur tanya dokter online di KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengetahui informasi seputar kehamilan lainnya.

(ADT/JKT)

Kehamilan