Sukses

Alergi pada Anak, Gangguan Psikologis atau Fisiologis?

Angka kejadian alergi pada anak semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Apakah alergi merupakan gangguan psikologis atau fisiologis

Klikdokter.com, Jakarta Alergi pada anak merupakan suatu reaksi tidak normal dari sistem kekebalan tubuh terhadap benda asing. Kondisi alergi dapat berupa asma, alergi makanan, rhinitis alergi, maupun manifestasi lainnya.

Benda asing yang memicu reaksi alergi dapat berupa makanan, zat yang dihirup, obat, maupun bahan yang berkontak dengan kulit. Benda asing yang menimbulkan alergi disebut alergen.

Ciri kondisi alergi yaitu adanya produksi imunoglobulin E yang spesifik terhadap suatu alergen. Imunoglobulin E yang berikatan dengan sel mast, yakni salah satu sel kekebalan tubuh, akan memicu rangkaian reaksi yang memengaruhi berbagai organ.

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sistem saraf, hormon, dan kekebalan tubuh. Hal ini memunculkan pendapat bahwa alergi mungkin dipengaruhi oleh kondisi psikologis, di antaranya stres.

Penelitian di Ohio, Amerika Serikat, menemukan bahwa tingginya tingkat stres berkaitan dengan gejala alergi yang muncul. Stres merupakan respons tubuh terhadap kondisi di sekitar, dan dapat memengaruhi sistem tubuh.

Saat seseorang mengalami stres, maka tubuhnya melepaskan berbagai hormon dan bahan kimia lain. Ini termasuk histamin, yang memicu gejala alergi.

Stres sendiri tidak menyebabkan alergi. Tetapi stres dapat memperburuk reaksi alergi karena meningkatkan histamin dalam aliran darah. Di sisi lain, kondisi alergi beserta gejala-gejala seperti bersin, pilek, dan mata berair juga dapat meningkatkan level stres pada individu yang memiliki alergi.

Berbagai cara mengurangi stres seperti latihan pernafasan, relaksasi, istirahat yang cukup dan lingkungan yang suportif akan mengurangi frekuensi munculnya gejala alergi yang berat.

Jadi, jelaslah bahwa alergi merupakan suatu gangguan fisiologis dengan ciri adanya imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen. Namun, kondisi psikologis seperti stres memang berhubungan dengan munculnya gejala pada orang yang alergi, termasuk pada anak.

[BA/ RH]

1 Komentar