Sukses

Kosmetik yang Aman Digunakan Selama Kehamilan

Kosmetik merupakan produk riasan wajah yang umumnya sangat dibutuhkan oleh wanita, termasuk bagi mereka yang sedang hamil. Yuk, ketahui lebih dalam kosmetik yang aman digunakan selama kehamilan bersama dr. Dyah Novita Anggraini di sini.

Saat hamil, kita memang harus berhati-hati dalam menggunakan segala produk yang digunakan ke kulit. Pasalnya, bahan yang dioleskan ke kulit mempunyai potensi untuk terserap ke dalam peredaran dan plasenta.

Namun perlu diketahui bahwa obat yang beredar di pasaran, sebelum diedarkan, harus melalui uji kelayakan terlebih dahulu. Oleh karena itu, obat tersebut tidak boleh diedarkan di masyarakat jika belum teruji memiliki kandungan yang tidak berbahaya dan tidak melanggar hukum, khususnya bagi ibu hamil.

Sebagian besar produk perawatan dan kosmetik yang beredar di pasaran aman untuk digunakan oleh wanita hamil. Jika memang suatu produk perawatan ataupun kosmetik tidak aman digunakan, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui, biasanya terdapat keterangan terkait yang tertera pada label atau kemasan produk tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Beberapa produk yang biasanya aman untuk digunakan oleh wanita hamil, antara lain:

  • Jenis kosmetik, seperti pelembap, foundation, serum untuk wajah, pelembap rambut, produk anti-aging, atau lipstik.
  • Bahan kimia, seperti Benzophenone, butylated compounds, carcinogens, fragrance, octinoxate, parabens, phthalates, polyacrylamide, dan p-phenylenediamine.
  • Obat jerawat, seperti asam azelaic, benzoyl peroxide, antibiotik erythromycin dan klindamicin.

Beberapa produk kosmetik yang sebaiknya dihindari untuk digunakan oleh wanita hamil, antara lain:

1.  Kosmetik yang mengandung retinoid

Wanita hamil memang sering mengalami keluhan jerawat. Namun, penggunaan obat jerawat yang mengandung retinoid ketika hamil sebaiknya dihindari. Selain pada obat jerawat, retinoid biasanya juga digunakan pada produk anti-aging.

Retinoid adalah turunan dari vitamin A. Penggunaan retinoid pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan cacat ketika lahir. Namun, yang dapat menyebabkan gangguan cacat hanya retinoid dalam bentuk tablet (isotretinoin). Sedangkan penggunaan retinoid di kulit, hingga saat ini masih diyakini aman karena belum ada penelitian yang membuktikan dampak yang ditimbulkan pada janin terkait penggunaan retinoid di kulit.

2. Asam salisilat

Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan di kulit, termasuk jerawat. Obat ini bisa ditemui di dalam pembersih wajah dan penyegar.

Penggunaan asam salisilat pada ibu hamil sangat dilarang karena dapat menyebabkan cacat dan komplikasi pada janin jika digunakan dalam dosis yang tinggi. Namun, obat ini aman digunakan jika hanya dioleskan ke kulit sebanyak 2 kali dalam sehari – contohnya pada penggunaan penyegar (toner).

2 Komentar