Sukses

Jangan Sepelekan, Diare Bisa Sangat Berbahaya!

Diare menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian anak di bawah usia lima tahun dan membunuh sekitar 780.000 anak setiap tahunnya.

Menurut World Health Organization (WHO), diare menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian anak di bawah usia lima tahun dan membunuh sekitar 780.000 anak setiap tahunnya. Sebagian besar kematian disebabkan oleh kekurangan cairan atau dehidrasi berat.

Dehidrasi Akibat Diare Dapat Mematikan

Saat terjadi diare, tubuh anak akan kehilangan cairan. Jika cairan yang hilang tidak diimbangi dengan masukan cairan yang cukup, maka dapat menyebabkan dehidrasi bahkan dehidrasi berat. Dehidrasi berat ini dapat menimbulkan stres pada jantung dan paru serta terjadinya syok yang membahayakan nyawa.

Tanda-tanda dehidrasi yang perlu diketahui adalah:

  • Dehidrasi ringan sering kali belum menunjukan gejala bermakna.
  • Dehidrasi sedang: anak akan terlihat haus, lemas, rewel, mata cekung, mulut kering, berkuranganya elastisitas kulit, BAK berkurang, tidak BAK dalam 6 jam pada bayi, dan tidak BAK dalam 12 pada anak-anak.
  • Dehidrasi berat: gejala semakin berat, mengantuk/tidak sadarkan diri, tidak BAK atau BAK sedikit sekali dan berwarna gelap, gejala syok (ujung jari tangan dan kaki dingin, nadi lemah dan cepat, tekanan darah rendah atau tidak terdeteksi, napas cepat, pucat).

Saat dehidrasi, cairan tubuh yang hilang harus segera digantikan. Dapat dengan menggunakan larutan rehidrasi oral (oralit) atau melalui jalur intravena.

Berikan Cairan yang Cukup Saat Anak Diare

Untuk menghindari anak terkena dehidrasi berat, lanjutkan pemberian ASI, susu formula, atau makanan yang dikonsumsi anak dengan memperbanyak jumlah air/susu yang diminum. Selain itu, Anda dapat pula memberikan larutan gula-garam atau oralit untuk menggantikan elektrolit yang hilang.

Diare berkaitan erat dengan kebersihan diri dan lingkungan. Infeksi dapat ditularkan dari makanan/minuman yang terkontaminasi, dari orang ke orang, atau akibat kebersihan diri yang kurang.

Untuk mencegahnya sangat mudah, yaitu dengan mengonsumsi air bersih dan meningkatkan kebersihan diri. Salah satunya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Jadi, pastikan anak Anda selalu menjaga kebersihan tangannya, ya.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar