Sukses

Benarkah Menjadi Vegetarian Bebas Kolesterol Tinggi?

Banyak yang berpendapat bahwa menjadi vegetarian memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit akibat kolesterol tinggi.

Vegetarian merupakan gaya hidup seseorang yang menjadikan tumbuh-tumbuhan dan/atau olahannya sebagai menu makanan utama. Karena itu, para vegetarian umumnya tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup –seperti daging sapi ataupun unggas. Namun mereka biasanya masih mengonsumsi produk olahan hewan –seperti telur, keju, atau susu. Dalam ‘keluarga’vegetarian, ada yang disebut vegan. Penganut vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani dan hanya mengonsumsi produk tumbuhan dalam kesehariannya.

Banyak yang berpendapat bahwa gaya hidup vegetarian tersebut menurunkan faktor risiko penyakit Karena kolesterol tinggi. Benarkah? Pada dasarnya, tumbuhan –seperti; sayur dan buah-buahan– juga memiliki kandungan kolesterol yang disebut dengan fitosterol. Namun fitosterol atau kolesterol tak jenuh ini ternyata memiliki efek yang sangat baik bagi tubuh. Ini karena fitosterol telah diakui berfungsi sebagai antioksidan dan mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Sejatinya, orang yang menerapkan pola hidup sebagai vegetarian memiliki kadar fitosterol yang lebih tinggi dalam tubuhnya. Selain itu, para vegetarian juga memiliki kadar serat yang tinggi di dalam tubuhnya. Ini dapat mencegah penyerapan kolesterol jahat di dalam usus, karena zat tersebut terbuang bersama serat. Oleh sebab itu, vegetarian memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit akibat kolesterol dibandingkan dengan orang yang gemar mengonsumsi produk hewani. Namun demikian, bukan berarti mereka terbebas dari ancaman kolesterol tinggi.

Mengapa vegetarian tetap beresiko menderita kolesterol tinggi?

Pada kenyataannya, kebutuhan kolesterol harian berkisar 1000 mg per hari, dan sekitar 600-700 mg telah diproduksi oleh tubuh. Sisanya, yakni sebesar 300-400 mg, diperoleh dari makanan. Dalam kesehariannya, vegetarian yang bukan vegan masih mungkin untuk mengonsumsi produk hewani –seperti; susu, telur maupun keju.

Berikut kandungan kolesterol yang masih sering dikonsumsi para vegetarian:

Nama Makanan (per 10 gr)

Kolesterol (Mg)

Keju

140

Santan

185

Susu fullcream

280

Cokelat

290

Mentega

300

Kuning telur ayam

500

Kuning telur burung puyuh

3640

 

Dengan mengonsumsi sumber lemak jenuh dalam jumlah berlebih, seorang vegetarian pun masih tetap berisiko untuk memiliki kolesterol yang tinggi dalam tubuhnya. Selain itu, konsumsi karbohidrat –seperti padi-padian dan umbi-umbian–dalam jumlah yang berlebih juga dikatakan mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Menurut  Grundy (1998), konsumsi karbohidrat yang tinggi cenderung dapat meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kesimpulannya, vegetarian memang memiliki resiko lebih rendah untuk menderita penyakit akibat kadar kolesterol tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi daging-dagingan. Namun demikian, dengan konsumsi karbohidrat yang berlebih serta produk hewani lainnya, vegetarian pun tetap berpotensi untuk menderita akibat kadar kolesterol tinggi.

 (NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar