Sukses

Pentingnya Imunisasi untuk Ibu Hamil

Optimalkan kesehatan Anda maupun calon bayi dengan melakukan imunisasi selama masa kehamilan.

KlikDokter.com - Imunisasi merupakan bentuk usaha pencegahan untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian yang diakibatkan penyakit infeksi. Mungkin beberapa dari Anda masih bingung dengan istilah vaksinasi dan imunisasi.

Imunisasi merupakan istilah yang lebih umum untuk proses kekebalan tubuh, sedangkan vaksinasi adalah proses imunisasi yang khusus menggunakan vaksin saja. Artinya vaksinasi adalah bagian dari imunisasi sedangkan imunisasi belum tentu merupakan vaksinasi.

Pertanyaannya, apakah aman pemberian imunisasi selama masa kehamilan?

Pemberian imunisasi selama masa kehamilan terbilang aman, bahkan sangat dianjurkan karena tidak hanya melindungi ibu dari berbagai macam penyakit tetapi juga bermanfaat untuk janin.

Berikut adalah jenis-jenis imunisasi yang bisa diberikan selama masa kehamilan, selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Pentingnya Imunisasi untuk Ibu Hamil

Prenagen

Berikut adalah jenis-jenis imunisasi yang bisa diberikan selama masa kehamilan:

Influenza

Wanita hamil berisiko tinggi terkena komplikasi berat yang disebabkan virus influenza. Perubahan fisiologis pada sistem pernapasan, sistem pertahanan tubuh, dan sistem jantung pembuluh darah diduga kuat sebagai penyebab yang meningkatkan risiko ini. Wanita hamil yang terserang virus influenza terancam dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, persalinan prematur, bayi dengan kondisi kecil untuk masa kehamilan tertentu, dan bayi lahir mati.

American College of Obstetricians and Gynecologists and the Advisory Commitee on Immunization Practices menganjurkan pemberian vaksinasi influenza apabila terdapat pandemi. Vaksinasi yang dianjurkan adalah vaksin yang tidak aktif karena terbukti aman dan efektif digunakan selama kehamilan.

Hepatitis B

Hepatitis B merupakan suatu infeksi oleh virus hepatitis yang menyebabkan kerusakan sel hati. Hepatitis B dialami setidaknya oleh 350 juta manusia di seluruh dunia. Vaksinasi hepatitis B harus diberikan kepada wanita hamil dengan risiko tinggi mengidap hepatitis B, yaitu wanita hamil yang memiliki partner seksual lebih dari 1 selama 6 bulan terakhir, memiliki infeksi menular seksual, pengguna narkoba suntik, dan memiliki partner seksual dengan HbsAg positif.

Seseorang yang terinfeksi virus ini bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus ini. Padahal virus ini dapat ditularkan ke bayi saat proses persalinan terjadi. Sebagai usaha pencegahan, ibu yang sedang hamil akan dilakukan pemeriksaan pada darahnya – apakah mengandung HbsAg atau Anti Hbs sebagai penanda adanya infeksi virus hepatitis B.

Apakah bisa mencegah virus ini ditularkan kepada bayi? Bisa. Bayi yang baru dilahirkan dari wanita yang memiliki hepatitis B disarankan langsung mendapat vaksinasi hepatitis B dan HBIG. HBIG merupakan imunoglobulin atau bisa dianggap sebagai pertahanan yang diberikan secara pasif kepada bayi untuk melawan virus segera setelah lahir. Pemberian vaksin dan HBIG disarankan diberikan sebelum lewat 12 jam setelah dilahirkan.

Setelah mendapatkan vaksinasi dan HBIG, bayi akan mendapatkan suntikan ketiga dan keempat ketika berusia 1-2 bulan dan ketika berusia 1 tahun.

Tetanus Toksoid (TT)

Tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian bayi, namun sebenarnya bisa dicegah. Setidaknya 130.000 bayi di seluruh dunia meninggal akibat tetanus pada tahun 2004. Kasus terbanyak dilaporkan dari negara dengan populasi manusia yang padat seperti India dan Nigeria. Di Asia Tenggara, kasus kematian bayi baru lahir akibat tetanus diperkirakan menyumbang 4%.

Pemberian vaksinasi tetanus pada ibu hamil terutama dilakukan pada daerah di mana infeksi tetanus banyak terjadi – kondisi kebersihan fasilitas pusat kesehatan tempat bersalin masih rendah, dan tenaga medis terlatih sebagai penolong persalinan masih sulit dicari.

Imunisasi tetanus pada wanita hamil dan wanita usia reproduktif dengan pemberian dua dosis tetanus toxoid (TT) dikatakan dapat menurunkan angka kematian bayi akibat tetanus sebesar 94%. Vaksinasi pertama diberikan pada trimester pertama setelah diketahui hamil kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua yang diberikan 4-6 minggu setelah dosis pertama. Pemberian vaksin yang ketiga dilakukan enam bulan setelah yang kedua, agar memberikan perlindungan setidaknya selama lima tahun.

0 Komentar

Belum ada komentar