Sukses

5 Penyakit Ringan yang Sering Menyerang Ibu Hamil

Keluhan ringan erat kaitannya dengan perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil. Apa yang harus diketahui mengenai hal tersebut dan bagaimana cara penanganannya?

KlikDokter.com - Kehamilan merupakan suatu perjalanan yang menyenangkan dan mengagumkan. Bayangkan saja seorang bayi bertumbuh di dalam rahim seorang wanita dari minggu ke minggu berikutnya sampai ia siap dilahirkan dengan seluruh kesempurnaannya.

Namun di dalam perjalanan yang menyenangkan tersebut, tidak jarang timbul keluhan dan gejala kehamilan yang pada setiap wanita dapat berbeda-beda. Tingkat keparahannya pun dapat sangat berbeda pada setiap wanita.

Lantas, keluhan ringan apa saja yang dapat menyertai kehamilan? Halaman berikut adalah lima penyakit ringan dapat menyertai kehamilan yang penting diketahui:

1 dari 4 halaman

5 Penyakit Ringan yang Sering Menyerang Ibu Hamil

Prenagen

1. Keputihan

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain: warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan yang tidak normal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh bakteri, jamur ataupun parasit. Keputihan karena jamur biasanya lebih sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormonal selama kehamilan. Keputihan yang tidak normal dalam kehamilan harus segera diobati, karena apabila tidak dapat menyebabkan persalinan prematur. Apabila Anda mengalami keputihan yang tidak normal, sebaiknya Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut penyakit-penyakit lainnya yang harus diwaspadai selama masa kehamilan:

2 dari 4 halaman

5 Penyakit Ringan yang Sering Menyerang Ibu Hamil

Prenagen

2. Infeksi saluran kemih

Infeksi pada saluran kemih ditandai dengan adanya perasaan ingin buang air kecil terus-menerus, nyeri ketika berkemih, dan perasaan tidak lampias atau tidak puas ketika selesai berkemih. Pengobatan infeksi ini adalah dengan antibiotika, sehingga sebaiknya mengunjungi dokter untuk pemilihan antiobiotik tepat yang dapat dikonsumsi selama kehamilan. Apabila tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan persalinan prematur dan bayi dengan berat lahir rendah.

3. Infeksi lain

Wanita hamil dapat mengalami infeksi dalam kehamilannya. Namun yang harus diwaspadai oleh seorang wanita hamil yaitu beberapa penyakit infeksi seperti infeksi sitomegalovirus, herpes simpleks, toksoplasmosis, dan rubella (TORCH) yang dalam kehamilan dapat ditransmisikan melalui plasenta ke janin dan menyebabkan kelainan kongenital pada janin apabila tidak diberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan dalam kehamilan harus dengan rekomendasi dokter, untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan ke janin.

Berikut penyakit-penyakit lainnya yang harus diwaspadai selama masa kehamilan:

3 dari 4 halaman

5 Penyakit Ringan yang Sering Menyerang Ibu Hamil

Prenagen

4. Hiperkoagulasi

Hiperkoagulasi dalam kehamilan disebabkan oleh kehamilan itu sendiri. Hiperkoagulasi merupakan suatu keadaan di mana mudah terjadi bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Apabila tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan perdarahan paska melahirkan. Sayangnya apabila masih ringan, kondisi ini kerap tidak menyebabkan gejala sehingga sering tidak disadari.

5. Anemia

Anemia dalam kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini disebabkan peningkatan kebutuhan pembentukan sel darah merah yang tidak diimbangi dengan asupan yang memadai. Anemia dalam kehamilan harus ditangani secara tepat. Periksakan kondisi kesehatan kehamilan secara teratur ke fasilitas kesehatan terdekat. Suplementasi zat besi, vitamin B, dan asam folat biasanya secara rutin diberikan untuk mencegah terjadinya anemia dan mengoptimalkan perkembangan bayi.

0 Komentar

Belum ada komentar