Masalah Endokrin dan Hormon

Ketoasidosis Diabetik

dr. Marsita Ayu Lestari, 06 September 2023

Ditinjau Oleh KlikDokter

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, tingkat keasaman darah, dan keton di tubuh. Kondisi ini perlu ditangani segera di rumah sakit.

Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik

Dokter Spesialis

Dokter di Instalasi Gawat Darurat; Spesialis terkait: Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes

Gejala 

Sering berkemih, rasa haus berlebihan, nyeri kepala, mulut dan kulit kering, mual, muntah, nyeri perut, penurunan berat badan, rasa lelah, kram otot, dehidrasi, pernapasan cepat dan dalam, napas berbau buah, penurunan kesadaran, penurunan turgor kulit, penurunan tekanan darah, peningkatan denyut jantung

Faktor Risiko

Infeksi (pneumonia, infeksi saluran kemih), penderita diabetes baru, kondisi medis tertentu (infark miokard, emboli paru, pankreatitis), tidak patuh dalam menggunakan terapi insulin, penyalahgunaan kokain dan alkohol, trauma, penggunaan obat tertentu (kortikosteroid, tiazid, pentamidine)

Cara Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang

Pengobatan 

Terapi cairan melalui infus, terapi untuk mengoreksi gangguan elektrolit, terapi insulin, terapi terhadap penyakit penyerta (antibiotik untuk mengatasi infeksi), pemantauan selama perawatan  

Obat

cairan kristaloid, suplementasi kalium, insulin

Komplikasi

Hipoglikemia, hipokalemia, hiperglikemia berulang, stroke, edema serebri, rhabdomyolysis, gagal napas akut

Kapan harus ke dokter?

Segera ke instalasi gawat darurat, bila terdapat gejala dan tanda ketoasidosis diabetik

Pengertian Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar keton dalam darah dan urine. Ketoasidosis bisa berupa ketoasidosis alkoholik, ketoasidosis kelaparan, dan ketoasidosis diabetik.

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, tingkat keasaman darah, dan tingginya kadar keton dalam tubuh. 

Untuk mengubah glukosa menjadi energi, tubuh membutuhkan insulin. Namun, pada penderita diabetes, kadar insulin dalam darah tidak bisa diproduksi dengan baik. Sehingga, fungsinya terganggu dan insulin tidak cukup mampu mengolah gula menjadi energi dengan maksimal.

Akibatnya, agar kebutuhan energi tetap tercukupi, tubuh akhirnya mengolah lemak menjadi energi. Proses pembakaran lemak menjadi energi ini akan menghasilkan zat bersifat asam, yang disebut keton. 

Jika kondisi kekurangan insulin ini dibiarkan terus menerus, maka dapat mengakibatkan kadar keton dalam darah sangat tinggi (ketoasidosis).

Kondisi ini dapat mengancam jiwa sehingga membutuhkan pengobatan segera. 

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 1. Meski demikian, juga dapat ditemukan pada penderita diabetes tipe 2. 

Penyebab ketoasidosis diabetik berhubungan dengan berbagai faktor, seperti jumlah hormon insulin yang tidak cukup dan aktivasi hormon tertentu (glukagon, katekolamin, kortisol, hormon pertumbuhan).

Kondisi ini juga  berhubungan dengan hiperglikemia dan ketogenesis. Hiperglikemia merupakan istilah yang menunjukkan peningkatan kadar gula darah. Sedangkan, ketogenesis merupakan proses yang menghasilkan benda keton sebagai bentuk energi alternatif bagi tubuh.

Faktor Risiko Ketoasidosis Diabetik

Penderita diabetes melitus 1 akan lebih berisiko terkena penyakit ketoasidosis diabetik daripada penderita diabetes tipe 2. Namun, tidak semua penderita diabetes melitus akan terkena ketoasidosis diabetik.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penderita diabetes mengalami ketoasidosis diabetes adalah:

  • Infeksi (pneumonia, infeksi saluran kemih)
  • Penderita diabetes baru
  • Kondisi medis tertentu (infark miokard, emboli paru,pankreatitis)
  • Tidak patuh dalam menggunakan terapi insulin
  • Penyalahgunaan kokain dan alkohol
  • Trauma
  • Penggunaan obat tertentu (kortikosteroid, tiazid, pentamidine)

Artikel Lainnya: Perbedaan Ketoasidosis Alkohol dan Ketoasidosis Diabetik

Gejala Ketoasidosis Diabetik

Berikut gejala ketoasidosis diabetik:

  • Sering berkemih
  • Rasa haus berlebihan
  • Nyeri kepala
  • Mulut dan kulit kering
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Penurunan berat badan
  • Rasa lelah
  • Kram otot
  • Dehidrasi
  • Pernapasan cepat dan dalam (pernapasan Kussmaul)
  • Napas berbau buah (aseton)
  • Penurunan kesadaran
  • Penurunan turgor kulit
  • Penurunan tekanan darah
  • Peningkatan denyut jantung

Artikel Lainnya: Konsumsi Alkohol Berlebih Bisa Picu Ketoasidosis Diabetik

Diagnosis Ketoasidosis Diabetik

Dokter akan menentukan diagnosis ketoasidosis diabetik melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Bila penderita dalam kondisi penurunan kesadaran, maka dokter akan menanyakan kondisi penderita kepada yang mengantar.

Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kesadaran, tanda-tanda vital, mengidentifikasi tanda dehidrasi, tanda infeksi, dan sebagainya. Sedangkan, pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Berikut pemeriksaan penunjang yang dipertimbangkan:

  • Pemeriksaan laboratorium: darah perifer lengkap dengan hitung jenis, gula darah, elektrolit, analisis gas darah, keton darah dan urine, anion gap
  • Elektrokardiogram (EKG): rekaman aktivitas listrik jantung untuk mengevaluasi masalah terkait jantung dan gangguan elektrolit (hipokalemia, hiperkalemia)
  • Pemeriksaan pencitraan: rontgen dada, MRI kepala, CT scan kepala

Pengobatan Ketoasidosis Diabetik

Bila terdapat gejala dan tanda ketoasidosis diabetik, maka segeralah ke instalasi gawat darurat. Penderita membutuhkan pengobatan segera dan pemantauan ketat. 

Secara umum, pengobatan ketoasidosis diabetik adalah:

  • Terapi cairan melalui infus
  • Terapi untuk mengoreksi gangguan elektrolit
  • Terapi insulin
  • Terapi terhadap penyakit penyerta, seperti antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Pemantauan selama perawatan  

Pencegahan Ketoasidosis Diabetik

Berikut upaya pencegahan ketoasidosis diabetik bagi penderita diabetes:

  • Memeriksa gula darah secara rutin
  • Mempertahankan kadar gula darah sesuai target yang dianjurkan oleh dokter
  • Berobat rutin ke dokter
  • Berolahraga secara rutin sesuai anjuran dokter
  • Menjaga status hidrasi dan nutrisi tubuh sesuai rekomendasi diet dari dokter
  • Konsultasikan kepada dokter mengenai penyesuaian dosis insulin
  • Berobat ke dokter bila mengalami gejala infeksi, seperti demam, nyeri kepala, sesak, mual, dan muntah

Artikel Lainnya: Urine Berbau Manis Tanda Diabetes dan Ketoasidosis Diabetik

Komplikasi Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik berisiko menimbulkan komplikasi, seperti:

Obat Terkait Ketoasidosis Diabetik

Seperti yang telah dijelaskan, pengobatan ketoasidosis diabetik membutuhkan pengawasan dari dokter. Berikut beberapa obat yang berkaitan dengan pengobatan ketoasidosis diabetik:

  • Cairan kristaloid
  • Suplementasi kalium
  • Insulin

Kapan harus ke Dokter?

Segera ke instalasi gawat darurat, bila kamu atau yang berada di pengawasan mu mengalami gejala dan tanda di atas. 

Cek risiko diabetes kamu hanya di Klikdokter dengan panduan dan informasi kesehatan lengkap.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi ketoasidosis diabetik, kamu juga bisa #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.