Sukses

Pengertian

Kardiomegali adalah suatu kondisi ketika ukuran jantung lebih besar dari ukuran normal, yaitu 55 persen lebih besar dari rongga dada. Pembesaran jantung merupakan kelainan yang umum ditemui.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal –mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes, hingga gangguan katup. Apabila seseorang mengalami pembesaran jantung yang disertai dengan gangguan fungsi pemompaan jantung, maka bisa dikatakan ia telah menderita gagal jantung.

Kardiomegali biasanya disebabkan oleh pembesaran salah satu atau lebih dari empat ruangan jantung. Namun, umumnya kardiomegali diakibatkan oleh pembesaran bilik jantung kiri (ventrikel kiri).

Terdapat dua macam kardiomegali, yaitu:

  • Kardiomegali dilatasi, merupakan pembesaran ruang jantung yang terjadi tanpa adanya penebalan dinding jantung. Pembesaran jenis ini disebabkan oleh miokarditis viral atau peradangan otot jantung.
  • Kardiomegali hipertrofi, yaitu pembesaran jantung disertai penebalan dinding jantung. Kardiomegali ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan gangguan katup.

Penyakit Kardiomegali - KlikDokter.com (Chombosan/Shutterstock)

Penyebab

Terdapat berbagai jenis penyebab kardiomegali atau pembesaran jantung, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi. Kondisi tekanan darah tinggi bisa menyebabkan tekanan yang berlebihan pada dinding jantung. Tekanan yang berlebihan ini dapat menyebabkan pembesaran ruang jantung yang akan terlihat sebagai pembesaran jantung.
  • Diabetes. Gangguan metabolik ini dapat menimbulkan masalah pada semua organ tubuh manusia. Salah satunya dalam bentuk pembesaran jantung. Pembesaran jantung pada penderita diabetes dikenal dengan istilah kardiomiopati diabetik.
  • Gangguan katup jantung. Gangguan katup menyebabkan beban kerja yang berlebihan pada jantung. Hal ini akan menyebabkan penebalan otot jantung dan pada akhirnya ukuran jantung akan membesar.
  • Gangguan paru. Gangguan paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dapat menyebabkan peningkatan tahanan aliran darah dan berpengaruh pada peningkatan kerja jantung. Peningkatan beban kerja jantung akan menyebabkan pembesaran jantung.
  • Miokarditis viral, yaitu kondisi terjadinya peradangan pada otot jantung akibat infeksi virus. Misalnya karena adenovirus dan enterovirus.
  • Gangguan lain-lain seperti gangguan tiroid, kehamilan, dan infeksi HIV.

Diagnosis

Penentuan diagnosis kardiomegali atau pembesaran jantung dilakukan dengan melakukan pemeriksaan foto torak. Pada pemeriksaan foto torak dapat dilihat siluet jantung dalam foto yang lebih besar. Berdasarkan hal tersebut, dapat pula dihitung rasio kardiotorak (perbandingan diameter jantung dan diameter torak) yang akan menunjukkan angka lebih dari 0,50.

Untuk melihat kontraktilitas (kekuatan kontraksi jantung) dan dimensi ruang jantung dapat dilakukan pemeriksaan ekokardiografi. Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya dilatasi atau pelebaran ruang jantung, gangguan katup jantung dan gangguan kontraktilitas jantung.

Gejala  

Kardiomegali atau pembesaran jantung pada tahap awal tidak memberikan keluhan yang nyata. Apabila jantung mengalami pembesaran yang signifikan sehingga fungsinya terganggu, seseorang biasanya akan mengalami berbagai keluhan.

Keluhan yang umumnya dirasakan penderita antara lain sesak napas, batuk, pembengkakan tubuh dan mudah merasa lelah. Apabila terdapat sumbatan pada pembuluh darah jantung, seseorang bisa memiliki keluhan nyeri dada.

Pengobatan

Pengobatan kardiomegali atau pembesaran jantung adalah dengan mengatasi penyebab pembesaran jantung. Apabila seseorang menderita tekanan darah tinggi, maka pemberian obat tekanan darah tinggi diperlukan untuk mencapai tekanan darah yang lebih aman dan optimal.

Diet rendah garam juga disarankan untuk penderita pembesaran jantung dengan tekanan darah tinggi. Penanganan diabetes juga diperlukan segera agar gula darah berada pada kisaran normal.

Apabila seorang sudah menunjukkan tanda-tanda gagal jantung seperti sesak napas dan penumpukan cairan tubuh, pemberian obat golongan diuretik dapat diberikan. Beberapa obat yang umum digunakan pada penanganan pembesaran jantung adalah obat golongan diuretik, ACE-inhibitor, dan penyekat beta.

Pencegahan 

Kardiomegali atau pembesaran jantung dapat dicegah dengan mengontrol berbagai faktor risiko pembesaran jantung seperti melakukan pola hidup sehat agar tekanan darah tinggi tak sampai terjadi. Begitu pula upaya untuk mencegah terjadinya diabetes atau mengelola kondisi diabetes agar gula darah terjaga. Seseorang dengan PPOK juga perlu dipantau secara berkala untuk mencegah kejadian pembesaran ruang jantung ini.