Sukses

Penyakit jantung koroner adalah rusaknya pembuluh darah utama yang memasok darah oksigen dan nutrisi ke jantung. Ini penyebab dan gejalanya.

 Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Dokter spesialis

Dokter spesialis jantung (kardiologi).

Gejala

Rasa tidak nyaman di dada, nyeri dada, pusing, sesak napas, keringat dingin, mual.

Faktor risiko

Usia, jenis kelamin, riwayat dalam keluarga.

Cara diagnosis

Wawancara klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, EKG, angiografi koroner.

Pengobatan

Obat-obatan, gaya hidup sehat, pemasangan ring, bypass jantung, transplantasi jantung.

Obat

Aspirin dosis rendah, clopidogrel, statin.

Komplikasi

Gagal jantung, perubahan irama jantung, kematian mendadak.

Kapan harus ke dokter?

Nyeri dada bagian kiri/tengah, nyeri disertai sesak napas, nyeri saat beristirahat, peningkatan laju jantung melebihi batas normal, kehilangan kesadaran.

Pengertian Jantung Koroner

Jantung Koroner

Jantung koroner terjadi saat pembuluh darah utama, pemberi pasokan oksigen, darah, serta nutrisi untuk jantung, rusak.

Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh plak kolesterol dan proses peradangan.

Pembentukan plak itu mengakibatkan penyempitan di arteri koroner sekaligus menurunkan aliran oksigen ke organ jantung. Hal tersebutlah yang dapat memicu nyeri dada.

Oleh karena pembentukan plak berlangsung selama beberapa dekade, pasien mungkin tak menyadarinya hingga gejala klinis benar-benar muncul berupa nyeri dada.

Penyebab Jantung Koroner

Penyebab Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh kerusakan yang ada di lapisan dalam arteri.

Pertama plak akan bertumbuh di dalam lapisan arteri koroner hingga akhirnya menyebabkan hambatan aliran darah untuk otot-otot jantung.

Artikel Lainnya: Bahaya Rokok Bisa Picu Penyakit Jantung Koroner

Gejala Jantung Koroner

Nyeri Dada

Terhambatnya asupan darah ke organ jantung pada awalnya mungkin tidak dirasakan.

Apabila lemak semakin banyak menumpuk di pembuluh arteri, beberapa ciri dan gejala penyakit jantung koroner akan muncul, seperti:

  • rasa tidak nyaman di dada
  • nyeri dada
  • sesak napas
  • keringat dingin
  • mual
  • kepala terasa ringan/pusing
  • rasa tidak nyaman pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut
  • hilang kesadaran

Faktor Risiko Jantung Koroner

Ilustrasi Jantung Koroner

Beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner adalah:

  • Usia

Semakin bertambah usia, semakin tinggi risiko Anda mengalami kerusakan arteri.

  • Jenis Kelamin

Pria lebih mungkin untuk mengalami penyakit jantung koroner.

  • Riwayat dalam Keluarga

Mempunyai anggota keluarga dengan penyakit jantung koroner meningkatkan risiko Anda untuk mengalami hal yang sama.

Selain itu, kondisi kesehatan tertentu, seperti kolesterol LDL tinggi, obesitas, diabetes, dan kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko jantung koroner.

Diagnosis Jantung Koroner

Diagnosis Jantung Koroner

Ada beberapa cara dan langkah dokter untuk mendiagnosis jantung koroner. Berikut penjelasannya.

  • Anamnesis Klinis

Dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui mengenai riwayat penyakit keluarga yang ada dan gejala-gejala yang berkaitan dengan penyaktit jantung koroner.

  • Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui faktor risiko seperti tekanan darah tinggi.

Artikel Lainnya: Pilih Operasi Bypass atau Pasang Stent untuk Atasi Jantung Koroner?

  • Pemeriksaan Laboratorium

Dokter dapat meminta pasien untuk mengecek profil kolesterol, seperti kolesterol total, LDL dan HDL, di laboratorium.

  • Pemeriksaan Elektrokardiogram

Salah satu cara untuk penegakan diagnosis penyakit jantung koroner adalah menggunakan elektrokardiogram (EKG).

Alat ini memeriksa aktivitas elektrik jantung dan juga irama jantung.

Pada penyakit jantung koroner, kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga dapat dideteksi dengan EKG.

  • Angiografi Koroner

Pemeriksaan ini dapat menampilkan gambaran yang lebih detail terhadap pembuluh darah koroner jantung melalui X-ray jantung.

Metode ini memberikan kontras pada pembuluh darah sehingga apabila terdapat penyempitan dapat diketahui.

Pengobatan Jantung Koroner

Berhenti Merokok

Penanganan dan pengobatan penyakit jantung koroner pada umumnya juga melibatkan perubahan gaya hidup, yang dikombinasikan dengan prosedur medis dan obat-obatan.

Beberapa pola hidup sehat yang direkomendasikan antara lain:

  • rutin berolahraga
  • menurunkan berat badan
  • berhenti merokok
  • mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak
  • menghindari stres

Obat Terkait Jantung Koroner

Obat Jantung Koroner

Sementara itu, beberapa obat juga dapat diresepkan dokter untuk pasien penyakit jantung, seperti:

  • aspirin dosis rendah
  • clopidogrel
  • statin, seperti atorvastatin, simvastatin, rosuvastatin
  • penghambat beta, seperti atenolol, bisoprolol, metoprolol
  • nitrat, seperti isosorbide mononitrate
  • ACE inhibitor, seperti ramipril dan lisinopril

Apabila obat-obatan tak lagi efektif untuk mengatasi gejala, pasien dapat disarankan untuk operasi.

Beberapa metode operasi yang bisa dilakukan adalah pemasangan ring jantung, bypass arteri jantung, serta transplantasi jantung.

Artikel Lainnya: 5 Cara Mengobati Penyakit Jantung Koroner Secara Alami

Pencegahan Jantung Koroner

Pola Makan Sehat

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Berikut beberapa cara untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

  • Diet sehat dan seimbang

Terapkan pola makan yang mengandung serat tinggi dan rendah lemak, membatasi konsumsi garam, dan meningkatkan konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran.

  • Lebih aktif secara fisik

Kombinasikan diet sehat dengan olahraga rutin untuk memperbaiki sirkulasi jantung dan darah, mengurangi berat badan, serta mencegah tekanan darah tinggi.

  • Berhenti merokok

Rokok adalah salah satu faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah akibat plak kolesterol.

  • Membatasi jumlah konsumsi alkohol

Tidak mengonsumsi alkohol terlalu banyak. Jika batasnya terlewat, bisa-bisa mengalami masalah kesehatan lainnya.

  • Mengontrol tekanan darah

Menargetkan tekanan darah tidak melebihi 140/90 mmHg dan memastikan rutin kontrol.

  • Mengontrol gula darah

Gula darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko gangguan pembuluh darah koroner.

Komplikasi Jantung Koroner

Gagal Jantung

Ada beberapa komplikasi jantung koroner yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yakni:

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter Jantung Koroner

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala ini:

  • nyeri dada pada bagian kiri atau tengah dan dapat disertai penjalaran ke bagian leher atau punggung
  • nyeri disertai sesak napas
  • nyeri muncul pada saat beristirahat
  • terjadi peningkatan laju jantung melebihi batas normal
  • kehilangan kesadaran

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter. Manfaatkan layanan LiveChat dari aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 28 Februari 2022

Diperbaharui: dr. Rio Aditya

Ditinjau Oleh: dr. Rio Aditya

 

Referensi:

  • NHS UK. Diakses 2022. Coronary heart disease.
  • Heart.org. Diakses 2022. What is cardiovascular disease.