Sukses

Pengertian

Heat stroke atau sengatan panas merupakan kondisi emergensi atau gawat darurat, dan bentuk paling serius dari serangan panas. Heat stroke dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting seperti organ dalam dan otak. Heat stroke juga dapat menyebabkan kematian. 

Heat stroke terjadi ketika suhu tubuh mencapai suhu lebih dari 40 derajat Celsius dan adanya komplikasi yang melibatkan sistem saraf tubuh akibat suhu tinggi tersebut. Heat stroke biasanya menyerang orang paruh baya di atas 50 tahun, namun juga bisa menyerang atlet olahraga muda.

Penyebab

Heat stroke disebabkan oleh serangan panas bersuhu tinggi dan cukup lama. Biasanya kondisi ini juga disertai oleh dehidrasi. Sehingga sistem kendali tubuh akan temperatur atau suhu hilang atau gagal.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan heat stroke:

  • Usia. Heat stroke lebih mudah terjadi pada orang tua di atas 65 tahun, dan anak di bawah 4 tahun.
  • kondisi lingkungan dan gaya hidup. Heat stroke sering terjadi pada lingkungan yang aliran udaranya kurang baik. Kondisi ini juga lebih mudah terjadi pada orang yang jarang minum air dan memiliki penyakit kronis. Pecandu alkohol atau peminum alkohol dalam jumlah banyak juga lebih mudah terserang heat stroke.
  • Kondisi kesehatan. Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan demam –seperti penyakit jantung, paru, ginjal, obesitas, berat badan rendah, tekanan darah tinggi, diabetes, kesehatan mental, dan kelainan sel darah.
  • Obat-obatan. Obat-obatan seperti antihistamin, diuretik, sedatif, antikonvulsan, obat darah tinggi dan jantung, antidepresan dan antipsikotik, kokain dan metamphetamin meningkatkan risiko serangan heat stroke.

Serangan panas dapat menyebabkan serangan progresif dari heat cramps, heat syncope (pingsan), dan heat exhaustion. Heat stroke merupakan tipe yang paling serius dan paling akhir dari serangan panas. Namun, serangan ini bisa saja muncul tanpa serangan panas lainnya yang lebih ringan.

Diagnosis

Dokter dapat menduga serangan heat stroke dari suhu penderita dan juga gejala lainnya. Pemeriksaan penunjang mungkin dibutuhkan untuk mencari kondisi kesehatan dan obat-obatan yang mungkin juga menyebabkan heat stroke.

Gejala

Gejala heat stroke meliputi suhu tinggi di atas 40 derajat Celsius dan gejala lain seperti di bawah ini:

  • pingsan
  • sakit kepala berdenyut
  • pusing kepala
  • kurang berkeringat
  • kulit merah, panas, dan kering
  • mual dan muntah
  • otot lemah atau keram
  • detak jantung yang cepat yang bisa saja lemah atau kuat
  • pernapasan yang cepat dan dangkal
  • perubahan perilaku seperti kebingungan, disorientasi
  • kejang
  • penurunan kesadaran atau koma

Pengobatan

Kondisi heat stroke termasuk kondisi gawat darurat. Jika orang sekitar Anda mengalaminya, sebaiknya segera cari bantuan medis karena dapat berakibat fatal. Usahakan untuk menurunkan suhu ke 38,3 sampai 38,9 derajat Celsius.

Beberapa penanganan emergensi di rumah yang dapat dilakukan antara lain:

  • memindahkan penderita ke lingkungan yang udaranya sejuk dan tertutup
  • menyingkirkan pakaian yang tidak penting
  • memberikan udara ke penderita dengan menggunakan kipas angin sambil membasahi kulit penderita dengan air dari spons atau selang
  • memberikan kompres es pada ketiak, pangkal paha, leher, dan punggung penderita
  • membenamkan penderita pada bak air sejuk atau membawanya ke bawah pancuran

Jika kondisi ini terjadi pada atlet muda yang sedang berolahraga, maka dapat diberikan mandi es batu untuk mendinginkan tubuh. Hindari penggunaan es batu pada penderita berusia tua, anak muda, penderita penyakit kronis, atau penderita heat stroke tanpa olahraga berlebihan.

Pencegahan

Serangan heat stroke dapat dicegah dengan cara seperti di bawah ini: 

  • berada di lingkungan yang sejuk ketika cuaca sedang panas
  • memiliki sirkulasi udara yang baik pada rumah
  • menggunakan pakaian yang tidak terlalu tebal, berwarna cerah, tidak ketat
  • menggunakan tabir surya
  • mengonsumsi lebih banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi
  • ketika berolahraga, mengonsumsi 700 mililiter air dua jam sebelum berolahraga dan tambahan 250 mililiter sebelum berolahraga. Ketika sedang berolahraga, Anda dapat minum 250 mililiter setiap 20 menit walau tidak merasa haus.