Gangguan Darah

Koagulasi Intravaskuler Diseminata

Tim Medis Klikdokter, 26 Nov 2019

Ditinjau Oleh

Koagulasi intravaskuler diseminata adalah kondisi gangguan aliran darah yang ditandai dengan pengental.an darah yang berlebihan

Pengertian

Koagulasi intravaskuler diseminata (disseminated intravascular coagulation/ DIC) adalah kondisi gangguan aliran darah yang ditandai dengan pengentalan darah yang berlebihan, dan menyebabkan sumbatan (trombus) di pembuluh darah pada berbagai organ. 

Pada saat yang bersamaan dengan pengentalan darah di suatu organ dalam tubuh, terjadi pula perdarahan di organ lainnya. Hal ini yang menyebabkan DIC sangat berat dan dapat menyebabkan kematian.

Koagulasi intravaskuler diseminata, atau secara singkat disebut DIC, jarang terjadi. Data menyebutkan bahwa kondisi tersebut dialami oleh satu dari 100 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit. DIC harus selalu didahului oleh penyakit berat tertentu, dan tidak terjadi pada orang yang sebelumnya sehat-sehat saja.

Penyakit Koagulasi Intravaskuler Diseminata (Liya Graphics/Shutterstock)

Penyebab

DIC terjadi akibat aktivitas yang berlebihan dari faktor pembekuan darah. Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam penyakit. Di antaranya adalah:

  • Infeksi yang berat
  • Sepsis (peradangan di seluruh peredaran darah akibat infeksi kuman penyakit)
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Kanker
  • Komplikasi dalam kehamilan seperti solusio plasenta, preeklamsia berat, dan eklampsia
  • Janin meninggal dalam kandungan (intrauterine fetal death/ IUFD)
  • Sindrom antifosfolipid yang berat
  • Sirosis hepatis
  • Cedera di otak dan saraf
  • Luka bakar yang luas
  • Gigitan bisa ular
  • Reaksi transfusi darah

Diagnosis

Untuk menentukan adanya koagulasi intravaskuler diseminata, ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang wajib untuk dilakukan. Pemeriksaan tersebut yaitu pemeriksaan trombosit, activated partial thromboplastin time, prothrombin time, fibrinogen, dan D-dimer. Pemeriksaan tersebut akan dibutuhkan dokter untuk mengetahui kondisi pembekuan darah dalam tubuh penderita.

Pemeriksaan lainnya untuk menilai fungsi berbagai organ juga dilakukan. Di antaranya adalah: 

  • Pemeriksaan ureum dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal
  • Pemeriksaan SGOT, SGPT, albumin untuk menilai fungsi hati
  • Rontgen dada untuk melihat gambaran paru dan jantung

Gejala

Gejala koagulasi intravaskuler diseminata bisa sangat bermacam-macam, tergantung lokasi sumbatan pembuluh darah dan lokasi perdarahannya. Namun gejala yang paling sering terjadi adalah:

  • Perdarahan, bisa berupa mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam cair, dan bintik-bintik merah yang banyak jumlahnya di kulit.
  • Kesadaran terganggu, bisa berupa disorientasi, cenderung mengantuk, atau tak sadarkan diri.
  • Sesak napas hebat akibat sumbatan di pembuluh darah paru.
  • Gagal ginjal akut yang ditandai dengan jumlah air seni yang sedikit, mual, muntah.
  • Gagal hati yang ditandai dengan kuning di mata dan kulit, perut makin membesar, serta bengkak pada tungkai dan wajah.
  • Gangren (pembusukan pada ujung-ujung jari tangan dan kaki yang bisa makin meluas).
  • Trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/ DVT) yang ditandai dengan pembengkakan pada salah satu sisi tungkai, disertai dengan kemerahan, nyeri, dan tungkai terasa lebih hangat.

Pengobatan

Karena penyakit DIC selalu didahului dan dipicu oleh penyakit lainnya, maka penanganan penyakit yang memicu terjadinya DIC merupakan hal yang paling penting. Misalnya DIC dipicu oleh infeksi berat, maka pengobatan terhadap infeksi tersebut harus dilakukan dengan baik dan optimal.

Selain itu, beberapa hal khusus yang harus dilakukan agar DIC dapat teratasi adalah:

  • Mencegah kekurangan cairan dan syok akibat perdarahan
  • Menghentikan perdarahan
  • Mengatasi sumbatan yang terjadi di pembuluh darah

Untuk mencegah kekurangan cairan dan syok akibat perdarahan, penderita akan diberikan cairan infus sesuai kebutuhannya. Lalu untuk menghentikan perdarahan, dokter akan mempertimbangkan perlunya diberikan transfusi trombosit atau transfusi faktor pembekuan.

Untuk mengatasi sumbatan yang terjadi di pembuluh darah, umumnya pengencer darah jenis anti-koagulan seperti heparin atau low molecular weight heparin (LMWH) diberikan dalam dosis rendah.

Pencegahan

DIC selalu dipicu oleh penyakit yang berat seperti infeksi yang berat, kanker, cedera yang berat, dan sebagainya. Jika penyakit tersebut tidak terjadi, maka DIC juga tidak akan terjadi.