Sukses

Pengertian

Alopecia areata merupakan salah satu jenis kebotakan yang cukup sering terjadi. Penyakit ini menyebabkan rambut rontok di satu area, lalu meninggalkan bekas pitak yang menyerupai satu atau beberapa bercak di kepala. Tetapi, alopecia aerata tidak hanya terjadi pada kulit kepala. Gangguan rontok ini dapat terjadi pada area tubuh lainnya.

Kerontokan terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Pada kasus yang jarang terjadi, alopecia areata bahkan dapat menjadi alopecia universalis atau kerontokan total dan menghalangi rambut untuk tumbuh kembali.

Gangguan kebotakan dapat menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Biasanya terjadi pada orang dewasa di rentang usia 30 hingga 60 tahun. Alopecia areata berbeda dari kerontokan rambut lain, misalnya akibat penghentian penggunaan kontrasepsi hormon atau karena kehamilan atau masa nifas.

Alopecia areata juga memiliki banyak sebutan lain, seperti alopecia celsi, alopecia cicatrisata, dan alopecia circumsripta.

Penyakit Alopecia Areata (Alex Pap/Shutterstock)

Penyebab

Alopecia areata adalah penyakit autoimun. Artinya, gangguan timbul karena ulah sistem kekebalan tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata bertindak abnormal dan menyerang folikel rambut sendiri. Akibatnya folikel rambut mengecil dan berhenti memproduksi rambut. Terjadilah kerontokan rambut.

Tindakan sistem imun yang salah sasaran ini masih belum diketahui penyebabnya. Namun hal ini sering terjadi pada keluarga dengan riwayat penyakit autoimun lainnya seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, penyakit tiroid, lupus, vitiligo, dan ulcerative colitis. Kemungkinan, alopecia areata disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Diagnosis

Dokter akan menentukan diagnosis alopecia areata dari gejala dan pemeriksaan fisik kerontokan rambut. Beberapa helai rambut juga akan diperiksa di bawah mikroskop. Beberapa pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Pemeriksaan biopsi kulit kepala dengan mengambil sedikit kulit kepala dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab kerontokan rambut lainnya seperti infeksi jamur atau tinea capitis. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk memastikan adanya penyakit autoimun seperti antinuklear antibodi, CRP, kadar besi, hormon tiroid, testosteron, FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone).

Gejala  

Gejala utama alopecia areata adalah kerontokan rambut. Biasanya, penderita awalnya menyadari adanya rambut rontok pada bantal atau di kamar mandi. Kerontokan rambut umumnya menyerupai pulau kecil pada kulit kepala yang berukuran beberapa sentimeter atau lebih kecil.

Kerontokan rambut juga dapat terjadi pada area tubuh lainnya. Rambut yang rontok dapat tumbuh kembal dan rontok kembali. Tingkat keparahannya pun bervariasi pada tiap-tiap individu.

Pengobatan

Pada kebanyakan penderita, alopecia areata akan membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan spesifik dalam waktu satu tahun. Akan tetapi, pada beberapa kasus, kebotakan dapat menjadi permanen. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan alopecia areata. Pengobatan biasanya bertujuan untuk membantu pertumbuhan rambut lebih cepat dan mencegah kerontokan di kemudian hari.

Secara medis, dokter bisa memberi pengobatan dengan menggunakan minoksidil untuk merangsang pertumbuhan rambut. Pilihan lainnya berupa injeksi steroid, atau penggunaan krim atau sampo kortikosteroid.

Fotokemoterapi juga dapat dilakukan untuk memperbanyak pertumbuhan rambut. Fotokemoterapi menggunakan kombinasi terapi radiasi sinar ultraviolet dan obat oral. Respons terhadap pengobatan akan bervariasi pada tiap-tiap penderita. Beberapa orang bahkan juga membutuhkan kombinasi beberapa macam pengobatan.

Terapi alternatif lain juga tersedia seperti aromaterapi, akupuntur, penggunaan herbal dan vitamin. Terapi tindakan alternatif ini biasanya belum terbukti secara klinis sehingga efektivitasnya belum bisa dipastikan dan bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Agar lebih nyaman beraktivitas sehari-hari, penderita juga dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  • menggunakan tabir surya pada kulit yang rambutnya mengalami kerontokan untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari
  • menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata jika bulu mata rontok
  • menggunakan rambut palsu, topi, atau kain penutup kepala untuk melindungi kulit kepala

Pencegahan

Hingga kini juga belum diketahui cara untuk mencegah alopecia areata. Mengelola stres emosional dengan baik dinilai bisa membantu mencegah masalah atau membantu pada masa pemulihan.