Sukses

Pengertian Termorex

Termorex adalah obat yang mengandung paracetamol sebagai zat aktifnya. Termorex digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, nyeri akibat periode menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, nyeri persendian, atau nyeri yang disebabkan flu dan untuk menurunkan demam. Termorex bekerja dengan menghambat salah satu senyawa dalam tubuh sehingga tubuh tidak fokus pada rasa sakit dan mempengaruhi bagian otak yang berhubungan denga suhu tubuh.

Keterangan Termorex

  1. Termorex Sirup

    • Keterangan: Obat Bebas 
    • Kelas Terapi: Analgetik-antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 160 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL; Botol @ 30 mL
    • Farmasi: Konimex.
    • Harga: Rp 7.000 - Rp 15.000 / Botol.
  2. Termorex Drop

    • Keterangan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgetik-antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 60 mg/0.6 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 15 mL
    • Farmasi: Konimex.
    • Harga: Rp 16.000 - Rp 30.000 / Botol.

Kegunaan Termorex

Termorex digunakan sebagai obat penurun demam dan penghilang rasa sakit atau nyeri.

Dosis & Cara Penggunaan Termorex

Demam, nyeri ringan hingga sedang:

  • Anak usia 1-2 bulan: 30-60 mg diberikan setiap 8 jam. Maksimal: 60 mg/kg berat badan/hari
  • Anak usia 12-16 tahun: 480 atau 750mg.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Termorex

Efek samping yang mungkin terjadi saat mengkonsumsi Termorex antara lain mengantul, mual dan muntah. Pada pemakaian Termorex dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.

Overdosis
Gejala overdosis Paracetamol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif Paracetamol
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal.

Interaksi obat

  • Mengurangi penyerapan jika diberikan bersamaan dengan colestyramine.
  • Konsentrasi serum menurun jika diberikan bersamaan dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya: Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya jika diberikan bersamaan dengan penggunaan jangka panjang.
  • Peningkatan penyerapan jika diberikan bersamaan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

 

Artikel
    Penyakit Terkait