Sukses

Pengertian Tamiflu

Tiamiflu merupakan obat yang mengandung oseltamivir sebagai zat aktifnya. Oseltamivir berfungsi untuk mengobati gejala penyakit yang disebabkan oleh virus seperti virus infuenza tipe A dan B dan untuk mencegah tertular virus infuelza.

Keterangan Tamiflu

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Oseltamvir Phosphate 75 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip @ 10 Kaplet
  • Kemasan: Strip
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim

Kegunaan Tamiflu

Tiamiflu untuk mengobati gejala penyakit yang disebabkan oleh virus seperti virus infuenza tipe A dan B dan untuk mencegah tertular virus infuelza.

Dosis & Cara Penggunaan Tamiflu

Tamiflu merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan tamiflu juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa : 75 mg dua kali sehari selama 5 hari
  • Anak usia 0-1 bulan 2mg/kgBB
  • Anak usia 1-3 bulan 2.5 mg/kgBB
  • Anak usia 3-12 bulan 3 mg/kgBB
  • Anak usia 1 tahun
    • Berat badan kurang dari 15 kg : 30 mg
    • Berat badan 15 - 30 kg : 45 mg
    • Berat badan 23 - 40 kg : 60 mg
    • Berat badan lebih dari 40 kg : 75 mg

Efek Samping Tamiflu

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi tamiflu adalah kebingungan mendadak, tremor atau badan gemetar, perilaku yang tidak biasa, halusinasi, sakit kepala, mual dan muntah

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap oseltamvir

Interaksi Obat:
Tamiflu dapat berinteraksi dengan vaksin infuelnza

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan tamiflu ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait