Sukses

Pengertian Stelazine

Stelazin merupakan obat antipsikotik yang di produksi oleh Pharos Indonesia. Stelazin mengandung Trifluoperazine HCl yang diindikasikan untuk Psikosis keadaan parah atau resisten, mual dan muntah; manajemen kecemasan jangka pendek. Mekanisme kerja Stelazin adalah dengan menghambat reseptor dopamin D2 di otak. Memiliki efek antikolinergik dan sedatif yang lemah tetapi memiliki efek ekstrapiramidal dan antiemetik yang kuat. Dapat mengontrol perilaku yang sangat terganggu, gelisah atau kekerasan tetapi juga dapat digunakan untuk kecemasan nonpsikotik.

Keterangan Stelazine

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antipsikotik
  • Kandungan : Trifluoperazine HCl 5 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pharos Indonesia

Kegunaan Stelazine

Stelazin diindikasikan untuk Psikosis keadaan parah atau resisten, mual dan muntah, kecemasan jangka pendek.

Dosis & Cara Penggunaan Stelazine

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Psikosis

  • Dewasa: 2 x sehari 2-5 mg secara dosis dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 15-20 mg setiap hari, atau 40 mg setiap hari pada psikosis berat atau resisten.
    Anak: Maksimal: 5 mg setiap hari dalam dosis terbagi yang disesuaikan menurut usia, berat badan, dan respons.
    Lansia: Mulailah dengan dosis lebih rendah dan dosis ditingkatkan secara bertahap.

Mual dan Muntah

  • Dewasa: 2 x sehari 1-2 mg. Maksimal: 6 mg setiap hari.
    Anak Usia 3-5 tahun: maksimal 1 mg setiap hari dalam dosis terbagi; 6-12 tahun: maksimal: 4 mg setiap hari.
    Lansia: Mulailah dengan dosis lebih rendah dan dosis ditingkatkan secara bertahap.

Manajemen Kecemasan Jangka Pendek

  • Dewasa: 2 x sehari 1-2 mg. Maksimal: 6 mg setiap hari. Durasi maksimum: 12 minggu.
    Anak Usia 3-5 tahun: maksimal 1 mg setiap hari dalam dosis terbagi; 6-12 tahun: maksimal: 4 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
    Lansia: Mulailah dengan dosis lebih rendah dan dosis dapat ditingkatkan secara bertahap.

Efek Samping Stelazine

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Stelazin, antara lain:

  • Mengantuk.
  • Mulut kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Pusing.
  • Sedasi.
  • Gangguan pergerakan.
  • Kelemahan otot, anoreksia.
  • Insomnia, ruam.
  • Amenorea (tidak terjadinya perdarahan haid, minimal tiga bulan berturut-turut).
  • Kelelahan.
  • Peningkatan kadar prolaktin.
  • Efek samping ekstrapiramidal.
  • Berpotensi fatal: Sindrom maligna neuroleptik, diskrasia darah.

Kontraindikasi:
Tidak boleh digunakan pada penderita depresi dan koma sistem saraf pusat yang sudah ada sebelumnya; depresi sumsum tulang, diskrasia darah, penyakit hati, hipersensitif terhadap fenotiazin, tumor yang tergantung prolaktin. Kehamilan (trimester 1), laktasi.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan depresi sisitem saraf pusat jika digunakan bersamaan dengan depresan obat yang bekerja di sistem saraf pusat seperti opiat atau analgesik lainnya, barbiturat atau obat penenang lainnya, anestesi umum, atau alkohol.
  • Meningkatkan risiko efek samping jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan dengan sifat antimuskarinik misalnya TCA, obat antiparkinson.
  • Efek antagonis dari obat dopaminergik seperti levodopa.
  • Meningkatkan risiko hipotensi jika digunakan bersamaan dengan antihipertensi, trazodon.
  • Membalikkan efek antihipertensi guanethidine.
  • Meningkatkan risiko efek samping ekstrapiramidal berat atau neurotoksisitas berat dengan litium.
  • Kemungkinan penurunan penyerapan dengan antasida.
Artikel
    Penyakit Terkait