Sukses

Pengertian Potazen

Potazen adalah obat yang mengandung kalium diklofenak. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri, seperti pada dismenore, migrain, artritis kronis pada anak-anak, demam yang berhubungan dengan infeksi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), nyeri pascaoperasi, dan lainnya. 

Kalium diklofenak bekerja dengan cara menghambat hormon yang menyebabkan nyeri dan inflamasi (peradangan) dalam tubuh.

Keterangan Potazen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)
  • Kandungan: Kalium Diklofenak 25 mg; Kalium Diklofenak 50 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Medikon Prima Laboratories
  • Harga: -

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Keseleo Saat Olahraga

Kegunaan Potazen

Obat Potazen bermanfaat untuk mengatasi nyeri dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Potazen

Potazen merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. 

  1. Nyeri akut

  • Dewasa: Untuk kasus ringan hingga sedang: 2-3x sehari 50 mg
  • Anak usia > 14 tahun: 3x sehari 25 mg atau 50 mg.
  1. Dismenore

  • Dewasa: 3x sehari 50 mg.
  1. Migrain

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg. Jika gejalanya belum mereda setelah 2 jam, bisa ditambahkan dosis 50 mg. 
  1. Gout akut, ankylosing spondylitis, bursitis, osteoarthritis, tendinitis, nyeri dan peradangan yang terkait dengan operasi gigi, keseleo

  • Dewasa: 2-3x sehari 50 mg. 
  • Anak usia > 14 tahun: 3x sehari 25 mg atau 2x sehari 50 mg.

Cara Penyimpanan Potazen

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: 5 Jenis Makanan Ini Solusi Migrain Anda

Efek Samping Potazen

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Muntah
  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Hipertensi
  • Anemia
  • Edema (bengkak)
  • Nyeri dada
  • Tinnitus (berbunyi denging di telinga)
  • Nyeri sendi
  • Kelainan fungsi hati 
  • Risiko hiperkalemia 

Overdosis

Beberapa gejala yang ditimbulkan bila mengonsumsi Potazen dalam dosis berlebih adalah sebagai berikut:

Artikel Lainnya: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Bursitis dan Tendinitis

Kontraindikasi

Tidak boleh diberikan kepada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap diklofenak atau OAINS lainnya.
  • Penyait jantung iskemik
  • Penyakit arteri perifer
  • Gagal jantung sedang hingga berat
  • Ulserasi gastrointestinal
  • Gangguan hati atau ginjal berat
  • Wanita hamil (trimester ketiga)

Interaksi Obat

Penggunaan Potazen secara bersamaan dengan obat-obat ini dapat mengakibatkan interaksi:

  • Meningkatkan risiko efek samping terkait kardiovaskular dengan glikosida jantung
  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal dengan kortikosteroid lain
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal dengan ACE inhibitor, siklosporin, diuretik
  • Meningkatkan konsentrasi plasma puncak dengan penghambat CYP2C9 
  • Meningkatkan risiko toksisitas dengan digoksin, lithium, metotreksat, fenitoin
  • Berpotensi fatal: Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal dengan OAINS lain, antikoagulan, dan antiplatelet

Artikel Lainnya: Latihan Treadmill Bisa Mengurangi Nyeri Haid?

Kategori Kehamilan

Kategori C (sebelum kehamilan 30 minggu): Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada wanita. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya melebihi risiko pada janin.
Kategori D (mulai usia kehamilan 30 minggu): Terbukti berdampak buruk terhadap janin manusia, tetapi manfaat yang didapat mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk kondisi yang mengancam jiwa. 

Peringatan Menyusui

Kalium diklofenak dapat terserap ke dalam ASI. Wanita menyusui perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait