Obat Hipertensi

Propranolol

Klikdokter, 30 Nov 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Propranolol merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi masalah jantung.

Propranolol
Golongan: Obat resep
Kategori Obat: Penghambat beta
Manfaat Propranolol: Mengobati berbagai gangguan yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah
Dikonsumsi oleh: Dewasa dan anak-anak
Propranolol untuk ibu hamil dan menyusui: Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Propranolol dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Bentuk obat: Tablet

Pengertian Propranolol

Propranolol adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah jantung. Obat ini dapat membantu mencegah ritme jantung yang tidak normal pada penderita aritmia (gangguan irama jantung), melindungi jantung dari serangan jantung, meredakan nyeri dada pada penderita angina, dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, menurunkan aktivitas otot jantung sehingga detak dan tekanan jantung akan menjadi lebih rendah, mencegah serangan migrain.

Selain itu, obat ini juga dapat meredakan gejala menggigil dan detak jantung cepat pada penderita gangguan tiroid dan gangguan kecemasan. Propranolol Tablet masuk ke dalam kelompok obat penghambat beta.

Artikel Lainnya: 10 Macam Penyakit Jantung yang Paling Sering Terjadi

Keterangan Propranolol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Penghambat Beta
  • Kandungan: Propranolol 10 mg; Propranolol 40 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip 
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica; Kimia Farma; Holi Pharma.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Liblok, Farmadral
  • Harga Propranolol 10 mg: Rp1.500 - Rp7.000/ Strip
  • Harga Propranolol 40 mg: Rp1.800 - Rp10.000/ Strip

Kegunaan Propranolol

Propranolol digunakan untuk membantu mencegah ritme jantung yang tidak normal pada penderita aritmia, melindungi jantung dari serangan jantung, meredakan nyeri dada pada penderita angina, dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, menurunkan aktivitas otot jantung sehingga detak dan tekanan jantung akan menjadi lebih rendah, mencegah serangan migrain.

Artikel Lainnya: Berbagai Gejala Penyakit Jantung Berdasarkan Jenisnya

Dosis dan Aturan Pakai Propranolol

Propranolol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. 

  • Gangguan kecemasan: 40 mg per hari dan pada kasus tertentu dosis dapat dinaikkan hingga 120 mg per hari.
  • Hipertensi: 160 hingga 320 mg per hari tergantung respons pasien.
  • Aritmia, tirotoksikosis, takikardia akibat kecemasan: 30 hingga 160 mg per hari.
  • Serangan jantung akut: 120-160 mg per hari.
  • Angina dan migrain: 80 mg per hari dan pada kasus tertentu dosis dapat dinaikkan hingga 240 mg per hari.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Propranolol

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi obat Propranolol adalah:

  • Detak jantung melambat.
  • Gangguan tidur
  • Tubuh terasa lelah.
  • Sesak napas.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Batuk basah atau batuk yang disertai lendir.

Artikel Lainnya: 7 Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Wanita yang Bisa Dikenali

Overdosis

Penggunaan Propranolol dalam dosis berlebih dapat menimbulkan beberapa gejala:

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Propranolol pada penderita:

  • Memiliki riwayat asma bronkial
  • Penyakit saluran napas obstruktif kronik bronkospasme, bradikardia, syok kardiogenik, hipotensi, asidosis metabolik, gangguan peredaran darah arteri perifer berat, blok jantung derajat 2 atau 3, sindrom sakit sinus, feokromositoma yang tidak diobati, gagal jantung yang tidak terkontrol, angina Prinzmetal.

Interaksi Propranolol dengan Obat Lainnya

  • Dapat menyebabkan aditif chronotropic negatif dan atau efek inotropik jika di berikan bersamaan dengan amiodaron, Disopiramid, quinidine, flekainid dan Ca channel blocker.
  • Dapat menyebabkan aditif efek hipotensi jika di berikan bersamaan dengan fenotiazin.
  • Seiring penggunaan bersamaan dengan katekolamin-depleting obat (misalnya reserpin) dapat menyebabkan efek aditif dan mempotensiasi depresi.
  • Mengurangi efek antihipertensi jika diberikan bersamaan dengan aluminium dan obat anti inflamasi non steroid.
  • Pemberian bersamaan dengan warfarin meningkatkan bioavailabilitas dan protrombin waktu.
  • Mengubah respon antidiabetes bila digunakan dengan agen antidiabetes dan insulin.
  • Peningkatan risiko hipotensi dan redaman dari refleks takikardia jika di berikan bersamaan dengan obat anastesi

Kategori Kehamilan

Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Propranolol ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui

Penggunaannya kontroversial. Dalam jumlah yang tidak signifikan diekskresikan dalam ASI, tetap konsultasikan pada dokter.