Obat Gangguan Pencernaan

Pantoprazole

Klikdokter, 06 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Pantoprazole adalah obat untuk mencegah luka yang dipicu OAINS, serta mengatasi tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, maupun GERD.

Pengertian

Pantoprazole adalah sediaan obat berbentuk tablet dan injeksi. Obat ini digunakan untuk mencegah luka yang disebabkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Manfaat Pantoprazole juga dapat mengurangi gejala pada sindrom Zollinger-Ellison dan GERD.

Artikel Lainnya:  Perbedaan Infeksi Lambung karena Bakteri atau Luka

Keterangan

Berikut adalah beberapa keterangan obat Pantoprazole yang perlu diketahui, mulai dari golongan obat Pantoprazole hingga harga obat:

 1. Pantoprazole Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antiulserasi, dan Agen Antirefluks.
  • Kandungan: Pantoprazole Sodium 20 mg; Pantoprazole Sodium 40 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Enterik.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Enterik.
  • Farmasi: Dexa Medica; Etercon; Mahakam Beta Farma.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Vamizole, Panvell, Pantozol, Pepzol.
  • Harga: Rp. 70.000 - Rp. 367.000/ Strip.

2. Pantoprazole Injeksi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antiulserasi, dan Agen Antirefluks.
  • Kandungan: Pantoprazole Sodium 40 mg.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 40 mg.
  • Farmasi: Hexpharm; Phapros; Sanbe Farma; Bernofarm; Ikapharmindo Putramas; Pertiwi Agung; Guardian Pharmatama.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Prazopump, Pranza, Pantozol IV, Caprol, Vamizole, Topazol, Panloc, Pandecta.
  • Harga: Rp. 25.000 - Rp. 150.000/ Vial.

Artikel Lainnya: Sakit Mag dan Tukak Lambung, Apa Bedanya?

Kegunaan

Pantoprazole digunakan untuk meredakan gejala pada sindrom Zollinger-Ellison, GERD, dan tukak lambung.

Dosis dan Cara Penggunaan

Pantoprazole hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaan Pantoprazole Tablet dan Pantoprazole Injeksi secara umum adalah sebagai berikut:

1. Aturan Penggunaan Pantoprazole Tablet

  • Tukak Lambung

40 mg sebanyak 1x per hari selama 2-4 minggu untuk tukak duodenum (bisa dinaikkan menjadi 80 mg apabila dibutuhkan), dan 4-8 minggu untuk tukak lambung yang jinak.

  • GERD

Dewasa: 20-40 mg sebanyak 1x per hari selama 4 minggu (bisa dinaikkan menjadi 8 minggu apabila dibutuhkan).

Dosis pemeliharaan: 20-40 mg per hari.

Anak ≥ 5 tahun 15-40 kg: 20 mg sebanyak 1x per hari hingga 8 minggu; > 40 kg: 40 mg sebanyak 1x per hari hingga 8 minggu.

  • Pencegahan Luka yang Disebabkan oleh Obat OAINS

Dewasa: 20 mg sebanyak 1x per hari.

  • Sindrom Zollinger-Ellison

Dewasa: 40 mg tawaran. Dosis per hari 80 mg, diberikan dalam 2 dosis terbagi.

2. Aturan Penggunaan Pantoprazole Injeksi

  • Sindrom Zollinger-Ellison

Dewasa: 80 mg sebanyak 1-2x per hari. Disarankan untuk segera beralih ke terapi oral.

  • GERD, Tukak Lambung

Dewasa: 40 mg per hari. Disarankan untuk segera beralih ke terapi oral.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Awas, Makanan dan Minuman Ini Bikin Asam Lambung Naik!

Efek Samping

Beberapa efek samping yang bisa muncul setelah menggunakan Pantoprazole, antara lain:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Mulut kering.
  • Lemas.
  • Sakit kepala.
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Dan lainnya.

 

Kontraindikasi

Penggunaan yang bersamaan dengan atazanavir dan rilpivirine.

Interaksi Obat

Agar manfaat Pantoprazole diperoleh secara optimal, penggunaannya tidak boleh dilakukan berbarengan jenis obat tertentu, seperti:

  • Atazanavir.
  • Rilpivirine.
  • Diuretik.
  • Digoxin.
  • Erlotinib.
  • Dan lainnya.

Artikel Lainnya: Lansoprazole atau Esomeprazole, Mana Paling Ampuh Atasi GERD?

Kategori Kehamilan

Kategori C. Artinya, obat ini telah menunjukkan efek bahaya pada janin hewan. Namun demikian, penelitian serupa terhadap wanita hamil masih sangat terbatas.

Peringatan Menyusui

Pantoprazole terserap ke dalam ASI. Keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat, dengan mempertimbangkan manfaat obat bagi ibu.