Sukses

Pengertian Lyrica

Lyrica adalah obat yang diproduksi oleh Pfizer Indonesia, yang memiliki kandungan Pregabalin. Lyrica (Pregabalin) digunakan untuk:

  • Mengobati Nyeri neuropatik perifer & sentral pada orang dewasa
  • Mengobati rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf akibat diabetes atau infeksi herpes zoster.
  • Mengobati nyeri saraf yang disebabkan oleh cedera tulang belakang.
  • Sebagai terapi tambahan pada orang dewasa dengan kejang parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder.
  • Pregabalin juga bisa digunakan untuk mengatasi kejang pada penderita epilepsi.
  • Generalized Anxiety Disorder (GAD)/kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan.pada orang dewasa.
  • Mengurangi rasa sakit dalam pengelolaan fibromyalgia/gangguan yang mempengaruhi otak dalam memproses sinyal rasa sakit.

Mekanisme kerja obat ini Obat ini bekerja dengan mengurangi zat kimia di sel saraf yang memicu timbulnya nyeri atau kejang.

Keterangan Lyrica

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Konvulsan
  • Kandungan: Pregabalin 50 mg, 75 mg, 150 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 14 Kapsul
  • Farmasi: Pfzer Indonesia
  • Harga: Rp. 15.000 - Rp. 32.000/ Tablet

Kegunaan Lyrica

Lyrica digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik perifer, terapi tambahan untuk seizure parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder.

Dosis & Cara Penggunaan Lyrica

Lyrica termasuk dalam golongan obat keras,sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter.

  • Dosis secara umum: 150-600 mg / hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi. 
  • Nyeri neuropatik Awalnya 75 mg dua kali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 150 mg dua kali sehari setelah interval 3 hingga 7 hari. Maksimal: 300 mg dua kali sehari setelah minggu tambahan.
  • Epilepsi Awalnya 75 mg dua kali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 150 mg dua kali sehari setelah 1 minggu. Maksimal: 300 mg dua kali sehari setelah minggu tambahan.
  • GAD (General Anxiety Disorder) dosis 150-600 mg / hari 2-3 dosis terbagi. Pengobatan dapat dimulai dengan 150 mg / hari. Dapat ditingkatkan
    menjadi 300 mg / hari setelah 1 minggu. Setelah minggu tambahan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 450 mg / hari. Dosis maksimum: 600 mg / hari dapat dicapai setelah minggu tambahan.
  • Fibromyalgia
    Dosis yang dianjurkan: 300-450 mg / hari diberikan dalam 2 dosis terbagi. Awalnya 75 mg dua kali sehari (150 mg / hari), dapat ditingkatkan menjadi 150 mg dua kali sehari (300 mg / hari) dg dalam 1 minggu. Pasien yang tidak mengalami manfaat cukup dengan 300 mg / hari dapat ditingkatkan menjadi 225 mg dua kali sehari (450 mg / hari).
  • Lansia (> 65 tahun) Mungkin memerlukan pengurangan dosis karena penurunan fungsi ginjal.

Lyrica Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Lyrica

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Nasofaringitis (infeksi yang menyerang nasofaring dan hidung)
  • Faringitis (peradangan dinding faring yang diakibatkan oleh bakteri atau virus)
  • Rhinitis (kelainan pada hidung dengan gejala sering mengalami bersin-bersin)
  • Nafsu makan meningkat
  • Suasana hati gembira
  • Disorientasi/kebingungan
  • Insomnia (susah tidur)
  • Penurunan libido
  • Ataksia (gangguan saraf)
  • Tremor (gemetar)
  • Disartria (kelainan pada sistem saraf sehingga mempengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara)
  • Amnesia (lupa ingatan)
  • Gangguan memori.

Kontraindikasi
Tidak boleh digunakan pada pasien yang hipersensitif/memiliki alergi pada obat ini.

Interaksi Obat

  • Aditif penurunan fungsi motorik kognitif & kasar yang disebabkan oleh oksikodon dengan pregabalin.
  • Dapat meningkatkan efek etanol & lorazepam.
  • Peningkatan Fungsi saluran pencernaan bawah dengan analgesik opioid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lyrica ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Pregabalin diekskresikan dalam ASI. Karena keamanan pregabalin pada bayi belum diketahui, menyusui tidak dianjurkan selama pengobatan dengan pregabalin. Keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan terapi pregabalin dengan mempertimbangkan manfaat menyusui untuk anak dan manfaat terapi untuk wanita.

Artikel
    Penyakit Terkait