Sukses

Pengertian Kabiven Peripheral

Kabiven merupakan cairan infus yang mengandung gula, asam amino dan elektrolit. Kabiven berfungsi untuk perawatan kanker, gula darah rendah, dehidrasi (Kekurangan cairan dalam tubuh), skizofrenia (penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi, dan perubahan perilaku), depresi, kelelahan, intoleransi terhadap sukrosa dan kondisi lainnya.

Keterangan Kabiven Peripheral

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Produk Nutrisi Parenteral
  • Kandungan: Glucose (11%), amino acids & electrolyte (Vamin 18 Novum), fat emulsion (Intralipid 20%)
  • Bentuk: Cairan Infus
  • Satuan penjualan: Chamber Bag
  • Kemasan: 3 Chamber Bag @ 1440 ml; 3 Chamber Bag @ 1920 ml
  • Farmasi: Fresenius Kabi Combiphar

Kegunaan Kabiven Peripheral

Kabiven digunakan sebagai terapi perawatan kanker, kadar gula darah rendah, dehidrasi, skizofrenia, depresi, detoksifikasi hati, kelelahan, intoleransi terhadap sukrosa dan kondisi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Kabiven Peripheral

Kabiven Peripheral merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan kabiven peripheral juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan kabiven peripheral infus sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  • Dewasa dan anak usia lebih dari 10 tahun: di berikan dosis 27-40 ml/Kg berat badan per hari
  • Anak usia 2-10 tahun: 14-28 ml/kg berat badan, dosis maksimal 40ml/kg berat badan perhari

Efek Samping Kabiven Peripheral

  • Gangguan sistem pencernaan (Diare, mual, muntah, dan sembelit)
  • Timbul jerawat
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan suasana hati

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki hipersesitif terhadap telur atau protein kedelai
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hiperlipidemia (Kadar lemak dalam darah meningkat)
  • Pasien yang memiliki penurunan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien yang memiliki gangguan koagulasi (penggumpalan) darah
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hiperglikemia/diabetes
  • Anak usia dibawah 2 tahun

Interaksi Obat

  • Heparin dapat meningkatkan lipolisis plasma dan diikuti dengan peningkatan sementara trigliserida
  • Vitamin K1 dapat mempengaruhi koagulasi pada pasien yang mendapat derivat kumarin.
Artikel
    Penyakit Terkait