Sukses

Pengertian Glucovance

Glucovance adalah sediaan tablet yang mengandung Metformin dan Glibenclamide, obat ini diproduksi oleh Merck Indonesia. Glucovance dapat dikombinasikan dengan program diet dan latihan yang tepat untuk mengontrol gula darah yang tinggi pada pasien dengan diabetes tipe 2. Glucovance juga dapat menurunkan gula darah dengan menyebabkan pelepasan insulin alami tubuh dan dengan mengurangi jumlah gula yang diproduksi oleh organ hati. Glucovance bekerja dengan cara membantu mengembalikan respon tubuh untuk memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Keterangan Glucovance

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Metformin 250 mg, Glibenclamide 1.25 mg: Metformin 500 mg, Glibenclamide 2.5 mg: Metformin 500 mg, Glibenclamide 5 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet; Strip @ 15 Tablet
  • Farmasi: Merck Indonesia.
  • Harga Glucovance 250 mg/ 1.25 mg: Rp. 20.000 - Rp. 50.000/ Strip
  • Harga Glucovance 500 mg/ 2.5 mg: Rp. 35.000 - Rp. 75.000/ Strip
  • Harga Glucovance 500 mg/ 5 mg: Rp. 40.000 - Rp. 100.000/ Strip

Kegunaan Glucovance

Glucovance digunakan sebagai terapi pengobatan diabetes melitus.

Dosis & Cara Penggunaan Glucovance

Glucovance termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter:

  1. Terapi awal
    • Dosis awal yang dianjurkan: 1,25 mg/250 mg diminum 1-2 kali sehari. 
  2. Terapi lini kedua
    • Dosis awal yang dianjurkan: 5 mg/500 mg atau 2,5 mg/500 mg diminum 2 kali sehari, hingga dosis maksimum harian 20 mg glibenclamide/2000 mg metformin.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Glucovance

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Glucovance, yaitu:

  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Diare, mual / muntah dan sakit perut
  • Sakit kepala, pusing
  • Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)

Overdosis

  • Gejala: asidosis laktat, hipoglikemia, kejang.
  • Penatalaksaan terapi: Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Glucovance pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit ginjal atau disfungsi ginjal.
  • Pengobatan harus dihentikan sementara pada pasien yang menjalani studi radiologis yang melibatkan pemberian intravaskular bahan kontras iodinasi.
  • Insufisiensi hati, alkoholisme, porfiria, laktasi, dalam hubungan dengan mikonazol.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Glucovance :

  • Media kontras iodinasi, alkohol, obat kationik yang dieliminasi oleh sekresi tubular ginjal, furosemide, nifedipine.
  • Mengurangi penyerapan vit B12.
  • Tiazid dan diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, OC, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, penghambat saluran Ca dan isoniazid dapat menyebabkan hiperglikemia & menyebabkan hilangnya kontrol glikemik.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glucovance ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Belum diketahui secara pasti apakah Glucovance dapat terserap kedalam ASI. Karena potensi hipoglikemia pada bayi menyusui mungkin ada, keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan Glucovance, dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi ibu.

Artikel
    Penyakit Terkait