Sukses

Pengertian Flunarizine

Flunarizine adalah obat generik yang biasa digunakan untuk mencegah serangan migrain, gangguan keseimbangan organ di telinga. Flunarizine juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pembuluh darah di seluruh tubuh yang bisa menyebabkan munculnya gejala, seperti pusing, vertigo, gangguan konsentrasi, kebingungan mental, gangguan ritme tidur, ekstremitas (tangan dan kaki) terasa dingin, kram saat berjalan, atau berbaring. Flunarizine juga efektif mengurangi frekuensi serangan serta tingkat keparahan migrain.

Keterangan Flunarizine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sediaan Antimigrain / Vasodilator Perifer & Aktivator Serebral
  • Kandungan: Flunarizine 5 mg; Flunarizine 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bernofarm; Guardian Pharmatama; Mulia Farma Suci.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Sibelium, Dizine, Unalium, Sinral, Funar, Flunagen, Frego, Gratigo, Degrium, Gratizin, Cymalium.

Kegunaan Flunarizine

Flunarizine digunakan untuk mengatasi migrain, gangguan organ keseimbangan di telinga, psuing, dan vertigo.

Dosis & Cara Penggunaan Flunarizine

Flunarizine termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

Aturan penggunaan: 5-10 mg setiap hari, diminum sebelum tidur.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Flunarizine

Efek samping penggunaan Flunarizine yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Nyeri lambung
  • Mulut kering
  • Insomnia
  • Nyeri otot
  • Ketidakteraturan menstruasi
  • Berat badan bertambah

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Flunarizine pada pasien Kehamilan, Menyusui, Obstruksi saluran kemih dan Porfiria akut.

Interaksi Obat
Kadar plasma berkurang jika diberikan bersamaan dengan fenitoin, karbamazepin, asam valproat.

Overdosis

  • Gejala: mengantuk, badan lemas, agitasi, denyut jantung diatas normal.
  • Penatalaksanaan terapi: Dapat diberikan arang aktif jika dianggap tepat. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

 

Artikel
    Penyakit Terkait