Sukses

Pengertian Erlamycetin Plus

Erlamycetin Plus adalah obat tetes mata yang mengandung chloramphenicol dan dexamethasone. 

Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata yang disertai dengan peradangan, serta dapat menangani peradangan pascaoperasi katarak, glaukoma, dan strabismus.

Keterangan  Erlamycetin Plus

Berikut adalah keterangan obat Erlamycetin Plus yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Mata.
  • Kandungan: Chloramphenicol 5 mg, Dexamethasone 1 mg.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 5 mL.
  • Farmasi: Erela.
  • Harga: Rp. 12.500 - Rp. 37.500/ Botol.

Artikel Lainnya: Mata Merah, Akibat Alergi atau Faktor Lain?

Kegunaan Erlamycetin Plus

Erlamycetin Plus berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata yang disertai dengan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Erlamycetin Plus

Erlamycetin Plus merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter.

Secara umum, aturan penggunaan Erlamycetin Plus adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: Teteskan 1 tetes larutan Erlamycetin Plus pada mata yang sakit setiap 2 jam.
  • Lanjutkan perawatan selama setidaknya 48 jam setelah penyembuhan lengkap.
  • Kurangi dosis setelah gejala terkontrol 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan Erlamycetin Plus

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Catat! Ini Do’s and Don’ts Setelah Operasi Katarak

Efek Samping Erlamycetin Plus

Efek samping yang mungkin timbul pada penggunaan Erlamycetin Plus, yaitu:

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Erlamycetin Plus pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap obat.
  • Depresi sumsum tulang yang telah ada sebelumnya.
  • Kehamilan atau menyusui.

Artikel Lainnya: Awas Infeksi Mata Gara-Gara Eyeliner!

Interaksi Obat

Penggunaan Erlamycetin Plus dengan obat-obat ini secara bersamaan dapat memicu interaksi:

  • Menurunkan efek zat besi pada pasien anemia.
  • Memengaruhi efektivitas kontrasepsi oral.
  • Mengurangi kemanjuran chloramphenicol jika digunakan bersamaan rifampin.
  • Berpotensi fatal: Meningkatkan efek phenytoin, agen hipoglikemik oral, antikoagulan oral. 

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya efek buruk terhadap janin. Namun, belum ada studi yang cukup baik pada manusia. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi potensi risiko terhadap janin.

Artikel
    Penyakit Terkait