Sukses

Pengertian Daktarin

Daktarin adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Daktarin mengandung miconazole nitrate yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur, seperti: panu. Daktarain memiliki beberapa varian sediaan seperti krim topikal, gel, dan bedak.

Keterangan Daktarin

  1. Daktarin Krim

    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Anti Fungi / Anti Jamur
    • Kandungan: Miconazole 2 %
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 5 gram; Tube @ 10 gram
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia
  2. Daktarin Bedak

    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Anti Fungi/ Anti Jamur
    • Kandungan: Miconazole 20mg/gram
    • Bentuk: Serbuk Topikal
    • Satuan Penjualan: Botol Plastik
    • Kemasan: Botol Plastik @ 20 gram
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia
  3. Daktarin Gel

    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Anti Fungi/ Anti Jamur
    • Kandungan: Miconazole 20 mg/ gram
    • Bentuk: Gel
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan:Tube @ 10 gram
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia.

Kegunaan Daktarin

Daktarin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur pada kulit seperti panu.

Dosis & Cara Penggunaan Daktarin

Penggunaan Daktarin krim, salep, dan gel: Oleskan Daktarin pada kulit yang mengalami infeksi jamur, sebanyak 2 kali sehari selama 2-6 minggu. 

Efek Samping Daktarin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan daktarin, antara lain: iritasi, terbakar, gatal-gatal, dan ruam kulit.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Miconazole pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitivitas atau alergi terhadap Miconazole Nitrate.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Daktarin:
Tidak boleh di berikan bersamaan degan antibiotik, seperti: eritromisin dan tetrasiklin, kalsium dosis tinggi, obat psikotropik termasuk litium dan simpatomimetik, kuinidin, antagonis Ca, terutama verapamil; amiodaron, spironolakton dan triamteren, diuretik tiazid, kortikosteroid dan amfoterisin B; kolestiramin, kolestipol, antasid dan neomisin.

Artikel
    Penyakit Terkait