Sukses

Pengertian Coldmix D

Coldmix D adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin disertai batuk. Coldmix D mengandung paracetamol, phenylpropanolamine, guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate, maleate dan dextromethorphan.

Keterangan Coldmix D

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Paracetamol 125 mg, glyceril guaiacolate 25 mg, Phenylpropanolamine HCL 6.25 mg, Dextromethorphan HBr 5 mg, dan Chlorpheniramine maleat 1 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 60 mL
  • Farmasi: PT Kalbe Farma.

Kegunaan Coldmix D

Coldmix D digunakan untuk meredakan gejala influenza/flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin yang disertai batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Coldmix D

Coldmix D diberikan dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 6-12 tahun: diminum 3 kali sehari 1 sendok takar (5 mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Coldmix D

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Coldmix D, antara lain:

  • Gangguan saluran pencernaan misalnya mual dan muntah.
  • Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitif
  • Hindari pada pasien dengan riwayat Hipertensi (darah tinggi) atau penyakit jantung
  • Tidak boleh digunan bersamaan dengan obat antidepresan MAOI
  • Tidak boleh diberikan pada penderita daibetes atau gangguan fungsi hati berat

Interaksi Obat
Berikut adalah interaksi obat Coldmix D jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide dapat meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin dapat meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide dapat mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin dapat paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
Artikel
    Penyakit Terkait