Obat Batuk, Pilek, dan Flu

Anacetine

apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm, 07 Jul 2022

Ditinjau Oleh apt. Yulia Hakimatun Adilah, S.Farm

Anacetine adalah obat untuk mengatasi batuk dan pilek yang mengganggu. Apa saja kandungan Anacetine? Cari tahu informasinya di sini.

Anacetine

Anacetine

Golongan

Obat bebas terbatas

Kategori obat

Obat batuk dan flu

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Sirup

Anacetine untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C:

Studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin. Namun, tidak ada studi yang terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Menyusui:

Komponen dalam Anacetine dapat terdistribusi sedikit ke dalam ASI.

Pengertian

Cukup banyak obat di pasaran untuk meringankan gejala batuk dan pilek. Salah satu yang tersedia adalah Anacetine. 

Anacetine adalah obat dengan kandungan paracetamol yang dapat menurunkan demam serta nyeri.

Selain itu, Anacetine juga punya kandungan guaifenesin sebagai ekspektoran untuk meringankan batuk berdahak.

Adapun, kandungan chlorpheniramine maleate berguna untuk meredakan flu dan hidung tersumbat akibat alergi.

Keterangan

  • Golongan: obat bebas terbatas
  • Kelas terapi: obat batuk dan flu
  • Kandungan: paracetamol 120 mg, chlorpheniramin maleat 0.5 mg, guaifenesin 25 mg
  • Kemasan: dus, botol @60 ml
  • Farmasi: Berlico Mulia Farma
  • Harga Anacetine: Rp17.700 (HET)

Kegunaan

Obat Anacetine digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri, sekaligus meringankan gejala flu atau hidung tersumbat yang disertai batuk berdahak.

Artikel lainnya: Batuk Berdahak di Pagi Hari, Kenali Kemungkinan Penyebabnya

Dosis dan Aturan Pakai

Anacetine adalah obat bebas terbatas, yang bisa dibeli secara bebas tanpa resep, meski ada peringatan khusus saat menggunakannya. 

Berikut adalah dosis dan aturan penggunaan Anacetine secara umum.

Tujuan: flu dan batuk

Bentuk: sirup

  • Anak usia di bawah 1 tahun: ½ sendok takar (2.5 mL), diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 1-6 tahun: 1 sendok takar (5 mL), diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 6 - 12 tahun: 2 sendok takar (10 mL), diminum 3 kali sehari.
  • Dewasa: 4 sendok takar (20 mL), diminum 3 kali sehari.

Cara Menggunakan

  • Ikuti dosis dan aturan penggunaan yang ada pada kemasan obat, atau menurut anjuran dokter
  • Tidak disarankan konsumsi obat melebihi dosis anjuran
  • Kocok kemasan Anacetine sirup sebelum digunakan
  • Pakailah sendok takar khusus yang tersedia di dalam kemasan

Cara Penyimpanan

Simpanlah Anacetine pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, serta terhindar dari paparan matahari langsung. 

Selain itu, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang dapat terjadi pada obat dengan kandungan paracetamol adalah:

  • Kerusakan hati
  • Alergi
  • Kelainan darah

Sementara itu, guaifenesin dan chlorpheniramin maleat bisa menyebabkan kantuk. 

Hindari aktivitas yang mengutamakan kesadaran, seperti berkendara saat menggunakan obat Anacetine.

Selain hal-hal di atas, efek samping Anacetine lainnya adalah:

  • Gangguan pencernaan
  • Mulut kering
  • Denyut jantung cepat

Artikel lainnya: Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Saat Batuk

Overdosis

Gejala awal overdosis Anacetine antara lain mual, muntah, dan anoreksia yang bertahan hingga 24 jam.

Bila terjadi kondisi tersebut, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penanganan kegawatdaruratan hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional di bawah pengawasan dokter.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Anacetine sirup pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat hipertensi, penyakit jantung
  • Gangguan hati
  • Tukak lambung
  • Pasien yang sensitif atau alergi pada salah satu komposisi obat ini
  • Mengonsumsi alkohol

Interaksi Obat

Tanya dokter terlebih dahulu apabila Anda akan menggunakan Anacetine bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Kombinasi obat ini dengan MAOI (monoamine oxidase inhibitor) dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah drastis, memperpanjang masa kerja, dan meningkatkan efek antihistamin.
  • Kandungan kolestiramin dapat menurunkan penyerapan paracetamol.
  • Kombinasi metoclopramide dan domperidone dapat meningkatkan toksisitas dari paracetamol.
  • Penggunaan obat ini bersama warfarin dapat meningkatkan kadar warfarin.
  • Penggunaan obat ini bersama alkohol, antidepresan, dan barbiturat akan memperkuat efek sedatif (rasa kantuk yang kuat).

Peringatan dan Perhatian

  • Sebaiknya Anda tidak menggunakan obat ini jika memiliki riwayat hipersensitif pada salah satu kandungan Anacetine.
  • Informasikan dokter jika Anda akan menggunakan Anacetine bersama dengan obat lain baik kimia maupun herbal.
  • Informasikan ke dokter jika Anda sedang hamil dan menyusui.
  • Jangan gunakan Anacetine melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Jika dalam 3 hari gejala tidak membaik, segera periksa ke dokter.

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Demam dan Berbagai Penyebabnya

Kategori Kehamilan

Anacetine masuk dalam kategori C.

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya). Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. 

Peringatan Kehamilan

Salah satu komponen dari obat ini tidak aman saat kehamilan.

Beri tahu dokter apabila Anda sedang hamil atau akan merencanakan kehamilan agar dokter dapat mengganti obat lain dengan indikasi sama yang aman untuk ibu hamil. 

Peringatan Menyusui

Salah satu komponen dari obat ini bisa terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis

  • Gunawan SG dkk (2016) Farmakologi dan terapi edisi 6
  • MIMS Indonesia (2022) Anacetine
  • MIMS Indonesia (2022) Paracetamol
  • MIMS Indonesia (2022) Chlorpheniramin
  • MIMS Indonesia (2022) Guaifenesin
  • Tambunan T dkk (2013) Formularium spesialistik ilmu kesehatan anak IDAI