Sukses

Pengertian Amoxicillin

Amoxicillin adalah antibiotik untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Selain itu, Amoxicillin juga digunakan sebagai antibiotik untuk membantu mengobati tukak (luka) lambung atau usus yang disebabkan oleh bakteri H. pylori. Amoxicillin adalah obat dengan nama generik yang diproduksi oleh banyak perusahaan farmasi.

Amoxicillin bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga dapat membunuh bakteri. Obat ini juga bisa dikombinasikan dengan obat lainnya untuk membantu mengatasi gejala penyakit yang timbul.

Amoxicillin hanya digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, sehingga penggunaannya pada infeksi virus (seperti flu dan pilek) dan jamur tidak akan berhasil. Penggunaan Amoxicillin yang tidak tepat tujuan dan dosis dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) terhadap obat ini dan dapat menyebabkan penurunan efektifitas obat ini. Amoxicillin tersedia dalam 4 macam jenis sediaan yaitu Kaplet, Kapsul, Sirup Kering dan Injeksi.

Keterangan Amoxicillin

1. Amoxicillin Kaplet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Penicilin
  • Kandungan: Amoxicillin 250 mg; Amoxicillin 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Hexpharm Jaya; Bernofarm; Novapharin; Dexa Medica; Pharma Laboratories; Natura Laboratoria Prima; Harsen; Sampharindo Perdana; Phapros; Kimia Farma; Errita Pharma; Ifars; Mulia Farma Suci; Sejahtera Lestari Farma; Pyridam Farma; First Medifarma; Berlico Mulia Farma; Graha Farma; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Tropica Mas; Rama Emerald Multi Sukses; Phyto Kemo Agung Farma; Holi Pharma; Erela.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Hufanoxil, Etamox, Holimox, Kemosilin, Intermoxil.

2. Amoxicillin Kapsul

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Penicilin
  • Kandungan: Amoxicillin 250 mg; Amoxicillin 500 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Indofarma; Kimia Farma; Lucas Djaja; Bernofarm; Pharos; Holi Pharma; Novapharin; Sanbe.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Mestamox, Camoksil, Widecillin, Amobiotic, Scannoxyl, Leomoxyl

3. Amoxicillin Sirup Kering

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Penicilin
  • Kandungan: Amoxicillin125 mg/ 5 mL; Amoxicillin 250 mg/ 5 mL
  • Bentuk: Sirup Kering
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 50 mL dan 60 mL
  • Farmasi: Hexpharm; Dexa Medica; Pyridam Farma; First Medifarma; Phyto Kemo Agung Farma; Harbat Farma; Holi Pharma; Errita Pharma; Novapharin; Sampharindo Perdana; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Phapros; Novapharin; Tropica Mas; Pharma Laboratories; Ifars; Berlico Mulia Farma; Natura Laboratoria Prima; Rama Emerald Multi Sukses; Sanbe; Bernofarm; Meprofarm.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Penmox Forte, Opimox, Etimox Forte, Mestamox DS, Zemoxil, Supramox.

4. Amoxicillin Injeksi

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Penicilin
  • Kandungan: Amoxicillin 1 Gram
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 1 Gram
  • Farmasi: Phapros; Infion; Bernofarm; Sanbe.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Amoxan, Pehamoxil, Penmox, Intermoxil, Opimox.

Kegunaan Amoxicillin

Amoxicillin digunakan untuk mengobati abses gigi, infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, infeksi pada mulut, gonore, infeksi H.Pylori, infeksi saluran pernafasan, pneumonia, faringitis/sakit tenggorokan, tonsilitis.

Dosis & Cara Penggunaan Amoxicillin

Amoxicillin termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep Dokter.

  1. Amoxicillin Per Oral
    • Infeksi bakteri yang rentan: diberikan dosis 250-500 mg tiap 8 jam atau 500-875 mg tiap 12 jam.
    • Gonore tanpa komplikasi: diberikan dosis 3 g sebagai dosis tunggal dengan probenesid.
    • Abses gigi: diberikan dosis 3 g, ulangi pemberian 1 kali setelah 8 jam.
    • Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi: diberikan dosis 3 g, ulangi pemberian 1 kali setelah 10-12 jam.
    • Pencegahan endokarditis: diberikan dosis 2 g sebagai dosis tunggal, diberikan 1 jam sebelum prosedur pembedahan.
    • Infeksi saluran nafas yang parah atau berulang: diberikan dosis 3 g diminum 2 kali sehari.
    • Infeksi H. pylori: diberikan dosis 750 mg atau 1.000 mg diminum 2 kali sehari atau 500 mg diminum 3 kali sehari, dengan metronidazol atau klaritromisin dan PPI.
  2. Amoxicillin Injeksi
    • Infeksi bakteri yang rentan: diberikan dosis 500 mg tiap 8 jam disuntikkan melalui otot atau melalui pembuluh darah/ infus lambat.
    • Infeksi berat: Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1 g tiap 6 jam disuntikkan melalui pembuluh darah lambat selama 3-4 menit atau dengan infus selama 30-60 menit.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amoxicillin

Efek Samping yang mungkin timbul akibat pengunaan Amoxicillin adalah:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sindrom Stevens-Johnson (reaksi buruk yang sangat gawat terhadap obat. Efek samping obat ini berpengaruh pada kulit, terutama selaput mukosa)
  • Urtikaria/biduran
  • Kolestatis (berkurangnya atau terhentinya aliran empedu)
  • Kristaluria (keadaan dimana urin atau kencing kita mengandung kristal-kristal)
  • Anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin didalam darah)
  • Trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal)
  • Eosinofilia (tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah)
  • Leukopenia (rendahnya jumlah total sel darah putih/leukosit dibanding nilai normal)
  • Agranulositosis (Sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen khususnya mikroorganisme)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap Amoxicillin dan antibiotik golongan Penicillin lainnya.

Interaksi Obat

  • Dapat mengurangi khasiat dari oral kontrasepsi
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan (golongan obat yang dipakai untuk menghambat pembekuan darah)
  • Peningkatan resiko reaksi alergi dengan allopurinol
  • Meningkat dan memperpanjang kadar darah dengan probenesid
  • Kloramfenikol, makrolida, sulfonamid dan tetrasiklin dapat mengganggu efek bakterisida amoksisilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Amoxicillin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Efek saluran pencernaan (misalnya mual, muntah dan diare).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dengan memperhatikan pada keseimbangan air / elektrolit. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.