Sukses

Pengertian Abilify

Abilify merupakan obat yang mengandung Aripiprazole. Aripiprazole merupakan obat yang termasuk dalam golongan antipsikotik yang digunakan sebagai obat skizofrenia (gangguan mental yang menyebabkan halusinasi), gangguan bipolar (gangguan mental yang menyerang kondisi psikis), depresi, dan iritabilitas yang berhubungan dengan autisme. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati depresi, gangguan tic atau dikenal dengan Sindrom Tourette yang artinya gangguan neuropsikiatri di mana penderita melakukan serangkaian gerakan berulang yang tidak disengaja, di luar kendali, dan bersifat tiba-tiba.

Keterangan Abilify

  1. Abilify Tablet
    • Golongan: Psikotropika.
    • Kelas Terapi: Antipsikotik.
    • Kandungan: Aripiprazole 10 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Otsuka Indonesia.
  2. Abilify Sirup
    • Golongan: Psikotropika.
    • Kelas Terapi: Antipsikotik.
    • Kandungan: Aripiprazole 1 mg/mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: 1 Botol @150 mL
    • Farmasi: Otsuka Indonesia.
  3. Abilify Discmelt
    • Golongan: Psikotropika.
    • Kelas Terapi: Antipsikotik.
    • Kandungan: Aripiprazole 10 mg; Aripiprazole 15 mg
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Otsuka Indonesia.

Kegunaan Abilify

Abilify digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, dan iritabilitas yang berhubungan dengan autisme.

Dosis & Cara Penggunaan Abilify

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  1. Abilify Tablet
    • Pemeliharaan untuk skizofrenia akut dan gangguan bipolar: 10 atau 15 mg sekali sehari. Maksimal 30 mg sehari.
    • Terapi tambahan untuk gangguan depresi mayor: Dosis awal: 2-5 mg sehari. Maksimal 15 mg sehari.
  2. Abilify Discmelt
    • Dosis untuk Skizofrenia
      • Dewasa: di berikan dosis 10 atau 15 mg 1 kali sehari.
      • Remaja 13-17 tahun: Dosis awal 2 mg per hari, kemudian di tingkatkan 5 mg per hari sampai mencapai dosis target 10 mg per hari. Dosis dititrasi dalam interval 2 hari.
    • Dosis untuk gangguan bipolar
      • Dewasa: di berikan dosis 30 mg 1 kali sehari.
      • Anak dan remaja 10-17 tahun: Dosis awal 2 mg per hari, kemudian di tingkatkan 5 mg per hari sampai mencapai dosis target 10 mg per hari. Dosis di tingkatkan dalam interval 2 hari.
    • Terapi tambahan untuk pasien yang memakai antidepresan: di berikan dosis 2-5 mg per hari.
    • Terapi tambahan untuk gangguan depresi mayor:
      • 2-15 mg per hari. Sesuaikan dosis secara bertahap sampai 5 mg per hari dengan interval tidak kurang dari 1 minggu.
    • Cara mengonsumsi Abilify Discmelt:
      Taruh di lidah dan akan larut dalam hitungan detik. Bisa diberikan dengan atau tanpa makanan.
  3. Abilify Sirup
    • Iritabilitas terkait dengan kelainan autis anak dan remaja 6-17 tahun.
      Dosis awalnya: 2 mg, sehari kemudian dosis di tingkatkan menjadi 5 mg sehari dengan peningkatan selanjutnya 10-15 mg sehari jika diperlukan. Sesuaikan dosis secara bertahap hingga 5 mg sehari dengan tidak kurang dari 1 minggu.

Efek Samping Abilify

  • Pada orang dewasa efek samping yang relatif terjadi adalah meningkatnya nafsu makan, penambahan berat badan, sakit kepala, agitasi atau gelisah, insomnia, rasa kantuk, dan hidung tersumbat.
  • Efek samping pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, dispepsia dan sembelit.
  • Gerakan yang tidak terkendali seperti gelisah, tremor, dan kekakuan otot telah dilaporkan pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi efek samping ini jarang terjadi.
  • Efek samping lain, misalnya : agranulositosis, leukopenia, neutropenia, trombositopenia, akatisia, dan tardive dyskinesia.
  • Efek samping yang berpotensi fatal adalah Neuroleptic sindrom ganas.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap aripiprazole.

Interaksi Obat

  • Kadar plasma Abilify menurun jika diberikan bersamaan dengan obat-obat induser CYP3A4 (misalnya carbamazepine).
  • Kadar plasma meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat-obat inhibitor CYP3A4 (misal, clarithromycin, ketoconazole) atau inhibitor CYP2D6 (misal fluoxetine, quinidine).
  • Penggunaan bersamaan dengan agen antikolinergik dapat mengganggu regulasi suhu tubuh.
  • Mempunyai efek aditif jika di berikan bersamaan dengan agen hipotensi.
  • Terjadi peningkatan efek sedative dan efek hipotensi ortostatik jika diberikan dengan lorazepam dan obat-obat benzodiazepin lainnya.
  • Efek samping yang tumpang tindih (misalnya efek sedative) dengan obat-obat yang bekerja pada sistem saraf pusat.
  • Peningkatan depresi sistem saraf pusat jika digunakan bersama etanol. Jangan mengkonsumsi alkohol selama menggunakan obat ini.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Abilify ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait