Masalah Mental

Gangguan Bipolar

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, 17 Januari 2023

Icon ShareBagikan
Icon Like

Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Bisakah penyakit bipolar diobati?

Gangguan Bipolar

Dokter Spesialis

Spesialis Kejiwaan atau Psikiater

Gejala

Perubahan mood drastis, alami episode manik dan depresi 

Faktor risiko

Memiliki kerabat dekat dengan riwayat bipolar, mengalami periode stres berat ataupun peristiwa traumatis, penyalahgunaan obat atau alkohol

Cara diagnosis

Pemeriksaan fisik dan laboratorium, penilaian psikiatri, penilaian grafik suasana hati, penilaian kriteria gangguan bipolar

Pengobatan

Psikoterapi dan pemberian obat-obatan medis

Obat

Mood stabilizer, antipsikotik, antidepresan, antidepresan-antipsikotik, dan obat anti-kecemasan

Komplikasi

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol, bunuh diri atau percobaan bunuh diri, masalah hukum atau keuangan, hubungan sosial yang kurang baik

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala episode manik ataupun depresi, serta percobaan bunuh diri

Pengertian

Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem.

Gangguan tersebut bisa berupa episode depresi (kesedihan mendalam, rasa putus asa) dan episode manik (kegirangan berlebihan) yang terjadi secara bergantian.

Gangguan kesehatan mental tersebut bisa diderita seumur hidup. Akan tetapi, psikoterapi dan pemberian obat akan dapat menolong penderita menjalani aktivitas sehari-hari.

Bila dilihat dari gejala dan tandanya, ada beberapa jenis gangguan bipolar. Tipe dan jenis gangguan bipolar, yaitu:

1. Gangguan bipolar tipe I

Pada gangguan tipe ini, episode gangguan mood yang lebih dominan berulang adalah manik.

2. Gangguan bipolar tipe II

Pada gangguan tipe ini, episode gangguan mood yang lebih dominan berulang adalah depresi.

Pada kondisi yang berat, bipolar bisa menjadi kondisi yang serius dan membahayakan.

Penderita gangguan bipolar tipe I rentan untuk membahayakan orang lain, misalnya mengamuk, memukul, dan sebagainya.

Sementara itu, penderita penyakit bipolar tipe II dapat membahayakan dirinya sendiri, misalnya dengan melakukan percobaan bunuh diri.

Artikel lainnya: Kalimat yang Tak Boleh Diucapkan kepada Penderita Bipolar

Penyebab

Hingga kini, penyebab gangguan bipolar belum diketahui dengan pasti. 

Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan faktor genetik yang berperan mencetuskan gangguan ini.

Adanya anggota keluarga yang memiliki penyakit bipolar menyebabkan seseorang lebih rentan mengalaminya.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko gangguan bipolar atau bertindak sebagai pemicu terjadinya episode pertama dari bipolar, meliputi:

  • Memiliki kerabat dekat (keluarga inti), seperti orang tua atau saudara kandung, dengan riwayat gangguan bipolar
  • Melewati ataupun mengalami periode stres yang berat, seperti kematian anggota keluarga atau orang terdekat dan peristiwa traumatis lain
  • Penyalahgunaan obat terlarang atau alkohol

Gejala

Umumnya, gejala bipolar disorder ditandai dengan adanya episode gangguan mood yang terlalu ekstrem, yaitu manik dan depresi. Di antara episode gangguan mood, penderita terlihat seperti orang normal.

Gejala manik berbeda dengan kegirangan yang normal. Orang yang dalam kondisi manik punya energi berlebihan. Mereka akan cenderung berperilaku destruktif, serta mengganggu orang lain.

Gejala bipolar episode manik antara lain adalah:

  • Sulit tidur
  • Terlihat terlalu percaya diri
  • Berbicara lebih cepat dari biasanya dan topik pembicaraan mudah berganti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Terlihat gelisah, lebih mudah marah pada orang lain
  • Berpenampilan mencolok dan cenderung menghamburkan uang
  • Membuat keputusan-keputusan mengejutkan
  • Bisa disertai dengan keyakinan yang salah (waham), misalnya merasa bahwa ia adalah orang paling hebat di dunia, meyakini bahwa ayahnya adalah presiden, dan sebagainya.
  • Disebut kondisi manik bila gejala di atas berlangsung selama setidaknya empat hari.

Sementara, saat penderita bipolar mengalami episode depresi, ia akan terlihat mengalami kesedihan ekstrem yang tak terjelaskan penyebabnya.

Episode depresi ini berbeda dengan kesedihan biasa. Pada depresi, kondisi sedih menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. 

Hal ini dapat terjadi selama lebih dari dua minggu. Ciri-ciri bipolar episode depresi antara lain adalah:

  • Merasa sedih, hampa, atau tidak berguna
  • Enggan untuk melakukan aktivitas apa pun, termasuk enggan melakukan hobinya
  • Merasa tidak punya tenaga untuk beraktivitas
  • Sulit tidur, atau justru terlalu banyak tidur
  • Dihantui dengan perasaan bersalah
  • Tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan atau sekolah
  • Terpikir untuk bunuh diri atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri

Artikel lainnya: Perbedaan Hipomania dan Mania pada Bipolar

Diagnosis

Untuk menentukan apakah seseorang memiliki gangguan bipolar, evaluasi yang mungkin dilakukan termasuk:

1. Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

Dokter akan memeriksa fisik pasien dan merekomendasikan tes laboratorium sebagai skrining untuk mengidentifikasi masalah medis lain yang bisa jadi pemicu gejala.

2. Penilaian Psikiater

Dokter biasanya akan merujuk pasien kepada psikiater untuk berbicara terkait pikiran, perasaan, dan pola perilaku.

Kamu juga dapat mengisi penilaian diri psikologis atau kuesioner. Dengan izin pasien, anggota keluarga atau teman dekat mungkin diminta untuk memberikan informasi tentang gejala yang dialami.

3. Grafik Suasana Hati

Kamu mungkin diminta untuk mencatat perubahan suasana hati, pola tidur, atau faktor lainnya dalam sebuah catatan harian. 

Hal-hal tersebut dapat membantu dokter untuk mendiagnosis dan menemukan perawatan yang tepat.

4. Kriteria Gangguan Bipolar

Psikiater mungkin membandingkan gejala yang dialami dengan kriteria gangguan bipolar dan gangguan terkait dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). 

DSM-5 sendiri diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Pengobatan

Pengobatan penyakit bipolar dilakukan oleh psikiater atau dokter spesialis kejiwaan.

Pengobatan bipolar meliputi psikoterapi dan pemberian obat-obatan. Berikut penjelasannya.

1. Psikoterapi

Psikoterapi dilakukan dengan cara konseling untuk menggali emosi dan masalah hidup yang dialami penderita. 

Penderita bipolar juga dilatih untuk menyadari perubahan mood yang dialami dan mempelajari cara mengatasinya dari dalam diri sendiri.

2. Obat-obatan

Obat-obatan atau terapi medis yang biasanya diberikan psikiater adalah sebagai berikut:

3. Mood stabilizer

Penderita bipolar biasanya memerlukan obat penstabil suasana hati untuk mengontrol episode manik atau hipomanik.

Contoh penstabil suasana hati termasuk lithium, asam valproat, divalproex sodium, carbamazepine, dan lamotrigin.

4. Antipsikotik

Jika gejala depresi atau manik tetap ada meski pengobatan dengan obat lain sudah dilakukan, tambahan obat antipsikotik bisa dilakukan. 

Obat antipsikotik misalnya olanzapine, risperidone, quetiapine, aripiprazole, ziprasidone, dan lurasidone.

Dokter mungkin meresepkan beberapa obat ini sendiri atau bersama dengan penstabil suasana hati.

5. Antidepresan

Dokter mungkin menambahkan antidepresan untuk membantu mengelola depresi.

Namun, karena antidepresan terkadang dapat memicu episode manik, biasanya obat ini diresepkan bersama dengan penstabil suasana hati atau antipsikotik.

6. Antidepresan-antipsikotik

Obat Symbyax menggabungkan fluoxetine antidepresan dan olanzapine antipsikotik. Obat ini bekerja sebagai pengobatan depresi dan mood stabilizer.

7. Obat anti-kecemasan

Benzodiazepine dapat membantu mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Obat ini biasanya digunakan untuk jangka pendek.

Bila gejala bipolar menyebabkan penderita cenderung membahayakan diri sendiri atau orang lain, umumnya dia perlu dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.

Artikel lainnya: Kiat Hidup Sehat untuk Pengidap Bipolar 

Pencegahan

Sebenarnya tidak ada cara spesifik untuk mencegah munculnya gangguan bipolar. 

Akan tetapi, penanganan segera ketika muncul gejala kecil bisa bantu mencegah gangguan bipolar ataupun masalah kesehatan mental lain memburuk.

Apabila kamu sudah didiagnosis alami gangguan bipolar, strategi ini bisa membantu mencegah gejala kecil berkembang menjadi episode depresi atau manik yang berat:

  • Perhatikan selalu warning sign (tanda-tanda peringatan) yang ada.

Mengatasi gejala sedari dini bisa mencegah episode berkembang lebih buruk.

Kami bisa melibatkan anggota keluarga dan teman untuk mengawasi warning sign tersebut

  • Hindari alkohol dan juga obat-obatan. Mengonsumsi alkohol ataupun obat-obatan rekreasional bisa memperburuk gejala sekaligus berisiko memicu kekambuhan
  • Konsumsi obat rutin seperti arahan dokter. Menghentikan pengobatan atau bahkan mengurangi dosis secara sepihak berisiko menyebabkan efek penarikan (withdrawal).

Hal ini juga bisa memburuk atau memicu kekambuhan gejala

Komplikasi

Jika tak segera diobati, gangguan bipolar dapat mengakibatkan masalah serius yang memengaruhi setiap aspek kehidupan, seperti:

  • Masalah yang berkaitan dengan penggunaan narkoba dan alkohol
  • Bunuh diri atau percobaan bunuh diri
  • Masalah hukum atau keuangan
  • Hubungan sosial yang kurang baik
  • Prestasi kerja atau sekolah yang buruk

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang di sekitar mengalami episode manik atau depresi, serta terpikir melakukan percobaan bunuh diri, lekas temui dokter ataupun profesional kesehatan mental.

Ingat, gangguan bipolar tidak dapat membaik dengan sendirinya. Mendapat perawatan dari ahli kesehatan mental akan membantu kamu mengendalikan gejala dan mencegah perburukan.

Yuk, mulai sekarang #JagaSehatmu dengan men-download aplikasi Klikdokter. Jangan tunggu sakit!

[HNS/NM]

Tanya Dokter