Sistem Endokrin

Hati-hati, Ini 8 Penyebab Benjolan di Leher yang Berbahaya

Siti Putri Nurmayani, 30 Mar 2023

Ditinjau Oleh dr. Theresia Yunita

Munculnya benjolan di leher bisa menjadi tanda bahaya bagi kesehatan. Ini 8 penyebab yang mungkin dapat terjadi ketika leher bengkak.

Hati-hati, Ini 8 Penyebab Benjolan di Leher yang Berbahaya

Munculnya benjolan di leher secara tiba-tiba mungkin membuat beberapa orang merasa khawatir. Pasalnya, benjolan di leher sering dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan. 

Meski begitu, dr. Theresia Rina Yunita menjelaskan bahwa benjolan di leher bisa bersifat ganas atau jinak. 

“Bila bersifat jinak, umumnya kondisi ini tidak membahayakan bagi kesehatan,” tuturnya.

Untuk itu kamu dapat konsultasikan dengan dokter segera, ya.

Lantas, kenapa ada benjolan di leher? Apa penyebabnya? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca ulasan di bawah ini sampai habis. 

1. Infeksi 

Dikutip dari Medline Plus, benjolan atau pembengkakan yang paling umum terjadi di leher adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Terdapat beberapa infeksi umum yang mungkin bisa menyebabkan benjolan di leher kanan belakang area kelenjar getah bening, seperti radang tenggorokan atau seseorang yang mengidap penyakit HIV

Biasanya, kelenjar yang bengkak mungkin terasa lunak atau tidak nyeri. Benjolan ini umumnya terletak di satu area tertentu, seperti di leher, bawah dagu, ketiak, atau selangkangan.

Artikel Lainnya: Leher Membesar? Ini Perbedaan Bengkak pada Kelenjar Getah Bening dan Tiroid

2. Gondok

Penyakit gondok merupakan kondisi di mana ukuran kelenjar tiroid yang membesar dan abnormal. Benjolan di leher depan ini biasanya muncul di area bawah leher, tepat di area jakun. 

Penyebab yang sering dikaitkan dengan penyakit gondok adalah kurangnya asupan yodium sehari-hari. Tak hanya itu, gangguan kesehatan ini juga bisa disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan. 

Jenis pembengkakan ini umumnya bersifat jinak. Akan tetapi, benjolan tersebut mungkin bisa menyebabkan kesulitan menelan, batuk, dan suara serak

3. Nodul Tiroid 

Disampaikan Dokter There, benjolan di leher bisa muncul akibat nodul tiroid. Biasanya, benjolan ini berbentuk padat dan berisi cairan yang berkembang di kelenjar tiroid. 

Umumnya, nodul tiroid tidak berbahaya. Akan tetapi, bisa saja benjolan ini menjadi tanda dari penyakit kanker atau disfungsi autoimun. 

Selain ditandai dengan benjolan di leher, munculnya nodul tiroid juga terkadang disertai dengan gejala batuk, suara serak, nyeri di tenggorokan, hingga sulit menelan dan bernapas. Gejala yang timbul bisa menunjukkan bahwa kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroid) atau hipotiroid alias tiroid yang kurang aktif. 

4. Lipoma

Lipoma merupakan tumor jinak yang berada di bawah kulit. Tumor ini terdiri dari jaringan lemak yang umumnya dialami pada seseorang usia lanjut, mulai dari 40-60 tahun.

Ketika seseorang mengalami lipoma, umumnya benjolan ini tidak nyeri dan bersifat lunak saat diraba. Namun jika kamu merasa benjolan di leher sakit bila ditekan, maka ini bisa menjadi tanda bahwa tumor menjadi ganas dan berbahaya. 

5. Tonsilitis

Sesuai namanya, tonsilitis merupakan radang amandel atau kondisi di mana peradangan terjadi akibat infeksi di tonsil (amandel). 

Pada dasarnya, amandel terdiri dari kumpulan kelenjar getah bening yang ada di belakang tenggorokan. Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring kuman agar tidak melewati saluran napas. 

Infeksi virus ini bisa menimbulkan gejala amandel yang bengkak dan muncul bercak putih atau kuning pada amandel. Selain itu, gejalanya juga sering disertai dengan sakit tenggorokan, sulit menelan, demam, menggigil, sakit kepala, hingga bau mulut

6. Kista

Benjolan di leher kiri atau kanan dan di bawah tulang selangka mungkin bisa disebabkan oleh kista. Jenis kista ini bisa menyebabkan terjadinya benjolan di leher sakit ketika ditekan. 

Dalam beberapa kasus, kista ini umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, bisa juga menyebabkan iritasi atau infeksi kulit. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, kista bisa menyebabkan kanker. 

7. Penyakit Hodgkin 

Penyakit Hodgkin atau limfoma Hodgkin merupakan penyakit kanker yang menyerang sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem imunitas tubuh. 

Tanda-tanda benjolan di leher ini biasanya tidak disertai dengan rasa nyeri. Akan tetapi, kamu mungkin bisa terus merasa lelah, berkeringat saat malam, dan berat badan turun secara mendadak.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Perbedaan Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin

8. Kanker Tiroid

benjolan di leher 2

Saat muncul benjolan di tenggorokan, bisa saja ini merupakan tanda dari kanker tiroid. Jenis kanker yang satu ini terjadi ketika sel-sel normal di tiroid berubah menjadi tidak normal dan mulai tumbuh tak terkendali. 

Umumnya, gejala yang muncul selain benjolan di leher depan adalah batuk, suara serak, sulit menelan, nyeri di area tenggorokan dan leher, hingga kelenjar tiroid yang bengkak atau menggumpal. 

Meski beberapa benjolan di leher belakang atau depan bisa bersifat jinak, namun kamu tetap perlu waspada. 

Bila ukurannya cepat membesar, terasa keras, bentuknya tidak beraturan, dan semakin menyebar ke jaringan sekitar, maka ini bisa menjadi tanda bahaya. Selain itu, bila benjolan di leher sakit bila ditekan dan disertai dengan penurunan berat badan drastis tanpa alasan yang jelas, ini juga menjadi tanda yang harus diwaspadai. 

Segera minta bantuan dokter bila kamu mengalami benjolan di leher. #JagaSehatmu dengan mengunduh aplikasi KlikDokter dan gunakan layanan Tanya Dokter untuk konsultasi lebih praktis secara online

(NM)

  • MedlinePlus. Diakses 2023. Neck lump. 
  • Cleveland Clinic. Diakses 2023. Thyroid Disease.