Saraf

Fungsi Sumsum Tulang Belakang Hingga Risiko Kesehatannya

Fatin NurJauhara, 27 Nov 2022

Ditinjau Oleh dr. Devia Irine Putri

Sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang membantu kamu bergerak dan beraktivitas normal. Yuk, kenali sumsum tulang belakang selengkapnya pada ulasan berikut ini!

Fungsi Sumsum Tulang Belakang Hingga Risiko Kesehatannya

Tulang belakang merupakan bagian yang paling penting di tubuh. Tanpanya, tubuh akan sulit untuk tegap saat duduk maupun berdiri. Selain itu, tulang belakang juga berfungsi melindungi sumsum tulang, sehingga tidak mudah cedera.

Sumsum tulang belakang atau medula spinalis adalah sekumpulan serabut saraf yang menjadi jembatan penghubung antara otak dan anggota tubuh. Disampaikan oleh dr. Devia Irine Putri, “sumsum tulang belakang membentang dari batang otak sampai punggung bagian bawah dan memiliki bentuk seperti silinder”.

Sumsum tulang belakang memiliki panjang kurang lebih 45 centimeter (cm) dengan diameter 1 cm dan berat total 35 gram. Meski memiliki bentuk dan ukuran yang relatif kecil, sumsum tulang belakang memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari kamu.

Simak ulasan lengkap mengenai fungsi dan gangguan pada sumsum tulang belakang!

Mengenal Fungsi Sumsum Tulang Belakang

Bersama dengan otak, sumsum tulang belakang membentuk sistem saraf pusat manusia. Otak berfungsi sebagai pemberi perintah, sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai perantara pesan dari otak ke tubuh dan sebaliknya.

Oleh sebab itu, otak dan sumsum tulang belakang tidak dapat dipisahkan karena mereka saling berkaitan.

Selain otak, sumsum tulang belakang juga bekerja sama dengan sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi ini bertugas menyalurkan sinyal dari sumsum tulang belakang ke area tubuh tertentu dan sebaliknya.

Artikel Lainnya: Mengenal Bagian dan Fungsi Batang Otak untuk Tubuh

Secara umum, fungsi sumsum tulang belakang dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Mengontrol Gerakan dan Fungsi Tubuh

Otak akan mengirimkan sinyal ke bagian tubuh tertentu melalui sumsum tulang belakang. Selain gerakan yang sadar, sumsum tulang belakang juga berperan dalam menghantarkan sinyal untuk gerak tidak sadar, seperti bernapas dan mengatur detak jantung.

2. Mengirim Sinyal dari Indra Tubuh ke Otak

Fungsi sumsum tulang belakang juga menghantarkan sinyal dari indra tubuh ke otak. Hal ini membantu kamu merasakan beberapa sensasi, seperti sakit dan sentuhan.

3. Mengatur Gerakan Refleks Tubuh

Sumsum tulang belakang juga dapat mengontrol gerakan tidak sadar tanpa perintah dari otak, salah satunya refleks tendon lutut (patulla). Refleks ini terjadi ketika kamu menggerakan kaki saat seseorang menyentuh tulang keringmu.

Artikel Lainnya: Macam-Macam Penyakit Saraf yang Mungkin Terjadi

Risiko Penyakit yang Menyerang Sumsum Tulang Belakang

Risiko Penyakit  yang Menyerang Sumsum Tulang Belakang

Penyakit dan cedera adalah dua penyebab utama yang bisa mengganggu fungsi sumsum tulang belakang. Cedera sumsum tulang belakang dapat menyebabkan gejala yang parah pada tubuh bagian bawah, salah satunya kelumpuhan.

Beberapa kondisi yang dapat mengganggu fungsi sumsum tulang belakang, yaitu:

1. Myelitis Transversa

Myelitis transversa merupakan kondisi saat salah satu bagian dari sumsum tulang belakang mengalami peradangan di kedua sisinya. Peradangan tersebut akan mengganggu fungsi sumsum tulang belakang dalam menghantarkan sinyal ke seluruh tubuh.

Terdapat banyak penyebab dari kondisi ini, seperti infeksi, gangguan daya tahan tubuh, multiple sclerosis, dan stroke. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, kelemahan otot, hingga kelumpuhan.

2. Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Hernia nukleus pulposus sering juga disebut sebagai saraf terjepit. Kondisi ini terjadi ketika salah satu bantalan (disk) keluar dari posisinya sehingga menekan saraf di sekitarnya.

HNP umumnya terjadi di bagian pinggang bawah dan menyebabkan rasa nyeri, kebas, atau kelemahan di kaki. Untungnya, penyakit ini dapat diobati tanpa membutuhkan tindakan operasi.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda dan Gejala Saraf Kejepit yang Mesti Anda Waspadai

3. Stenosis Spinal

Stenosis spinal merupakan penyempitan ruas tulang belakang sehingga membuat saraf di sekitarnya menimbulkan tekanan dan iritasi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan skiatika (nyeri punggung yang menjalar hingga ke kaki).

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh osteoartritis atau peradangan sendi yang menyebabkan perubahan bentuk sendi. Stenosis spinal akan menyebabkan kamu merasa nyeri, mati rasa, kesemutan dan atau kelemahan pada beberapa bagian tubuh, seperti leher, punggung, dan kaki.

4. Patah Tulang Belakang

Kondisi ini terjadi ketika satu atau lebih tulang belakang patah atau hancur sehingga menekan sumsum tulang belakang. Kondisi ini biasanya terjadi akibat osteoporosis atau trauma, seperti kecelakaan mobil.

Berdasarkan penjelasan dari buku yang berjudul Vertebral Fracture, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri saat berdiri atau berjalan, sembelit, dan terhambatnya aktivitas sehari-hari. Kemudian, secara fisik, penderita patah tulang belakang akan mengalami penurunan otot dan tinggi badan.

5. Atrofi Otot Tulang Belakang

Atrofi otot tulang belakang adalah salah satu penyakit genetik. Kondisi ini menyebabkan otot penderitanya menjadi melemah dan sulit untuk digunakan. Orang dengan atrofi otot tulang belakang tidak memiliki sel saraf motorik sehingga penderitanya tidak dapat mengatur gerakan otot.

Adanya atrofi akan membuat otot bagian tubuh tertentu mengalami penyusutan dan kelemahan sehingga tidak bisa digerakan atau digunakan.

Artikel Lainnya: Mengenal Spinal Cord Injury, Bisakah Disembuhkan?

Cara Menjaga Sumsum Tulang Belakang Tetap Sehat

Sumsum tulang belakang yang sehat, tentu bisa membantumu meraih hidup sehat dan menjalani aktivitas dengan baik. Kamu bisa menjaga kesehatan sumsum tulang belakang dengan menerapkan beberapa tips berikut:

  • Makan makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah sayur, gandum, lemak sehat, dan protein
  • Olahraga secara rutin dengan mengombinasikan olahraga aerobik, latihan kekuatan, dan latihan kelenturan
  • Terapkan postur tubuh yang ergonomis di segala aktivitas, misalnya saat duduk dan berdiri
  • Tidur dengan posisi yang nyaman untuk leher dan tulang belakang
  • Tidak duduk dengan durasi yang lama kecuali diselingi dengan berdiri dan berjalan kaki untuk mengistirahatkan punggung
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan produk tembakau

Artikel Lainnya: Waspada! Nyeri Tulang Belakang Kerap Menyerang Usia Muda

Nah, demikianlah ulasan lengkap mengenai sumsum tulang belakang dan masalah kesehatan yang dapat mengganggu fungsinya. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu #JagaSehatmu dengan menerapkan beberapa tips di atas.

Bila masih ada pertanyaan terkait sumsum tulang belakang ataupun masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi dan dokter spesialis saraf.

Jika ingin lebih mudah, kamu bisa memanfaatkan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Dokter siap memberikan solusi mengenai masalah kesehatanmu.

(APR/NM)

  • Whitney E, Alastra AJ. Diakses pada 2022. Vertebral Fracture. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.
  • University of Maryland Medical System. Diakses pada 2022. A Patient's Guide to Anatomy and Function of the Spine.
  • American Association of Neurological Surgeons. Diakses pada 2022. Anatomy of the Spine and Peripheral Nervous System.
  • The University of Queensland. Diakses pada 2022. The Spinal Cord.
  • The University of Alabama at Birmingham. Diakses pada 2022. What Does the Spinal Cord Do?
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Transverse Myelitis.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Herniated Disk.
  • Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Spinal Cord.
  • Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Spinal Stenosis.
  • Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Spinal Muscular Atrophy (SMA)