Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Studi: COVID-19 Bisa Picu Masalah Jantung pada Atlet Muda

Studi: COVID-19 Bisa Picu Masalah Jantung pada Atlet Muda

Masalah jantung berupa miokarditis menjadi penyebab 20 persen kematian mendadak pada atlet muda yang positif COVID-19. Ketahui alasannya lewat ulasan berikut.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa atlet muda positif COVID-19 di sejumlah perguruan tinggi Amerika Serikat, berisiko tinggi mengembangkan penyakit jantung, miokarditis.

Miokarditis merupakan kondisi peradangan miokardium atau otot jantung. Umumnya, peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, termasuk SARS-CoV-2.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), COVID-19 menyebabkan penderitanya 16 kali lipat lebih berisiko mengembangkan miokarditis. Hal ini berlaku jika dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi virus corona.

Miokarditis bahkan menjadi penyebab 20 persen kematian mendadak atlet muda yang terjangkit coronavirus. Hal ini disampaikan dr. Jean Jeudy, anggota penelitian dari University of Maryland School of Medicine.

1 dari 3 halaman

Bahaya Miokarditis Pada Atlet Muda Positif COVID-19

Untuk memperoleh informasi terkait frekuensi miokarditis pada atlet muda, dr. Jeudy dan timnya memanfaatkan data yang dihimpun konferensi atletik untuk perguruan tinggi AS, Big Ten Conference.

Lembaga ini mengharuskan semua atlet muda positif COVID-19 di universitas yang tergabung dalam Big Ten Conference, untuk melakukan rangkaian tes jantung sebelum kembali berkompetisi.

Tes yang dimaksud meliputi magnetic resonance imaging (MRI) jantung, ekokardiogram, elektrokardiogram (EKG), dan tes darah.

Tim peneliti kemudian meninjau sekitar 1.600 hasil tes MRI jantung dari 13 perguruan tinggi. 

Artikel Lainnya: Orang Terdekat Sembuh dari Virus Corona, Amankah Mendekatinya?

Hasil riset menemukan bahwa sekitar 2,3 persen peserta atau sebanyak 37 atlet muda pengidap infeksi virus corona menderita miokarditis. Beberapa di antaranya menunjukkan gejala gangguan jantung.

Dari jumlah tersebut, sekitar 20 atlet muda positif COVID-19 atau sekitar 54 persen di antaranya mengalami miokarditis tanpa gejala. 

Tidak heran, miokarditis menyebabkan sekitar 20 persen kematian mendadak pada atlet muda pengidap coronavirus.

Disampaikan dr. Jeudy, hal ini karena miokarditis dapat memengaruhi ritme serta kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

“Kondisi ini terjadi karena miokarditis membuat otot jantung mengembangkan jaringan parut yang dapat bertahan lama,” papar dr. Jeudy.

Ditambahkan dr. Dyah Novita Anggraeni, jaringan parut terbentuk ketika organ tubuh mengalami luka ataupun peradangan. 

“Pada kasus miokarditis, terjadi peradangan di otot jantung, sehingga semakin lama akan membentuk jaringan parut,” paparnya.

Mulanya, otot jantung menciptakan jaringan parut guna memperbaiki dirinya sendiri. Sayangnya, jaringan parut membuat otot jantung tidak dapat bekerja dengan normal.

Akibatnya, penderita miokarditis berisiko tinggi mengalami aritmia atau detak jantung tidak normal. Aritmia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gagal jantung, stroke hingga kematian mendadak.

Artikel Lainnya: Varian Omicron Dikaitkan dengan Pasien HIV, Apa Sebabnya?

2 dari 3 halaman

Bagaimana COVID-19 Memicu Miokarditis?

Sebelumnya, Bruce Conklin, peneliti sel punca dari Gladstone Institutes di AS menyelidiki cara kerja COVID-19 dalam mengembangkan miokarditis. 

Hasil temuannya dipublikasikan dalam jurnal Nature, pada Juni 2021. Untuk mendukung studi, Conklin dan timnya menciptakan model jantung yang direkayasa sedemikian rupa serta diberi paparan SARS-CoV-2. 

Peneliti menemukan bahwa sel otot jantung yang terinfeksi virus corona mengalami cacat genetik. Kerusakan struktural juga dialami sel kontraktil, sel di jantung yang bertugas memompa darah secara mekanis.

Sel yang terinfeksi kemudian melepaskan sitokin, yaitu protein yang berperan di dalam sistem kekebalan tubuh. Pada keadaan normal, sitokin bekerja membantu sistem kekebalan tubuh melawan serangan bakteri dan virus. 

Namun, pada pasien yang terinfeksi virus corona, sitokin justru diproduksi secara berlebihan sehingga memicu kondisi yang disebut sebagai badai sitokin. 

Badai sitokin menyebabkan peradangan hebat yang merugikan tubuh, termasuk peradangan otot jantung atau miokarditis.

Itu dia studi yang mengkaji bahaya infeksi COVID-19 dalam meningkatkan risiko miokarditis pada atlet muda. Pada dasarnya, peradangan otot jantung ini dapat dialami siapa pun yang terjangkit coronavirus.

Untuk itu, CDC menganjurkan pentingnya vaksinasi guna mencegah infeksi COVID-19 dan komplikasinya, seperti miokarditis.

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

JAMA Network. Diakses 2021. Prevalence of Inflammatory Heart Disease Among Professional Athletes With Prior COVID-19 Infection Who Received Systematic Return-to-Play Cardiac Screening.

Nature. Diakses 2021. COVID’s cardiac connection.

1 Komentar