Sukses

Konsumsi Obat Statin Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Terdapat penelitian yang mengungkapkan obat statin bisa melipatgandakan kadar gula darah. Ketahui lebih lanjut efek samping statin tersebut di sini.

Obat statin selama ini digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, khususnya LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat. Obat ini banyak digunakan penderita penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Di luar kegunaannya tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan The Ohio State University, Amerika Serikat, mengungkapkan efek samping obat statin justru dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

1 dari 3 halaman

Obat Statin Lipat Gandakan Risiko Diabetes

Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Diabetes Metabolism Research and Review. Riset melibatkan 4.683 peserta pria dan wanita yang tidak mengidap diabetes dan belum pernah mengonsumsi statin.

Artikel Lainnya: Makan Telur Kebanyakan Bisa Picu Diabetes, Benarkah?

Para relawan diketahui memiliki risiko penyakit jantung. Sekitar 16 persen peserta diminta menggunakan obat statin selama 3 tahun.

Hasil penelitian mengungkapkan, peserta yang menggunakan statin dua kali lipat berisiko mengalami diabetes tipe 2. Hal ini dibandingkan dengan peserta yang tidak mengonsumsi obat tersebut.

Sementara itu, peserta yang memakai statin selama lebih dari 3 tahun memiliki risiko 3 kali lipat mengalami diabetes tipe 2.

Penulis utama penelitian, Victoria Zigmont, PhD, MPH, mengatakan makin lama pasien menggunakan statin, risiko diabetesnya akan makin tinggi.

Pasalnya, para peneliti menemukan hasil tes HbA1c peserta meningkat pesat selama menggunakan statin. Tes HbA1c merupakan pemeriksaan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata tubuh selama 2-3 bulan terakhir.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, “Obat statin memang berisiko meningkatkan kadar gula dalam darah hingga 12 persen, sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2.”

Artikel Lainnya: Penyebab Pria Lebih Rentan Terkena Diabetes

2 dari 3 halaman

Aturan Konsumsi Obat Statin

Efek minum obat statin memang dapat meningkatkan gula darah. Namun, Zigmont tetap merekomendasikan penggunaan obat penurun kolesterol tersebut bagi penderita penyakit kardiovaskular.

Menurutnya, penelitian tersebut dapat membuka diskusi lebih lanjut bagi tim medis maupun pasien dalam pencegahan diabetes tipe 2.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan penggunaan statin bagi:

  • Orang dewasa berusia 40-75 tahun dengan kadar LDL antara 70-189 mg/dL, dan setidaknya 7,5 persen berisiko mengalami serangan jantung atau stroke dalam kurun 10 tahun.
  • Orang dewasa berusia 40-75 tahun dengan diabetes dan kadar LDL antara 70-198 mg/dL.
  • Orang dewasa berusia 21 tahun atau lebih dengan kadar LDL 190 mg/dL atau lebih tinggi.
  • Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, nyeri dada, penyakit arteri perifer, atau serangan iskemik transien.

Melansir Healthline, AHA tidak menampik efek samping obat statin dalam meningkatkan kadar gula darah. Namun, manfaat statin dinilai jauh lebih besar dibanding efek sampingnya.

Risiko efek samping obat statin terbilang kecil. Hanya 10 persen pasien yang mengalami efek samping cukup parah, sehingga harus berhenti minum obat.

Meski begitu, pengidap diabetes sekaligus penyakit kardiovaskular harus berhati-hati mengonsumsi obat statin. Berkonsultasilah dengan dokter untuk memperoleh pengobatan tepat.

Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar konsumsi obat pada penyakit diabetes, Anda bisa berkonsultasi lebih mudah lewat Live Chat dokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar