Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pentingnya Air Minum Berkualitas untuk Dukung Hidup Sehat

Pentingnya Air Minum Berkualitas untuk Dukung Hidup Sehat

Mengonsumsi air minum berkualitas rendah, tidak sepenuhnya bersih, atau tercemar dapat meningkatkan risiko penyakit akut dan kronis. Cek fakta selengkapnya!

Sebagian besar tubuh manusia tersusun atas cairan. Oleh karena itu, air putih memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Hal itu dibuktikan dengan adanya anjuran mengenai minum air putih setidaknya 1,5 hingga 2 liter per hari.

Meski demikian, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi sembarang air putih. Selain kuantitas, Anda juga wajib memperhatikan kualitas air putih yang dikonsumsi.

Faktanya, masih banyak air minum yang tidak sepenuhnya bersih (tercemar). Air minum yang seperti ini dapat berisiko menimbulkan berbagai efek negatif bagi kesehatan.

Mendapatkan air bersih adalah hak dan kebutuhan setiap manusia. Sayangnya, masih banyak penduduk dunia, termasuk Indonesia, yang tidak mendapatkan air layak konsumsi.

Organisasi dunia seperti the United Nations (UN) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa ada sekitar dua miliar orang yang tinggal di negara dengan jumlah air bersih tidak memadai.

Artikel Lainnya: Konsumsi Air dari Gelas Terbuka Semalaman, Amankah?

Air tersebut biasanya terkontaminasi dan tercemar oleh berbagai polutan dan mikroorganisme berbahaya, seperti:

  • Limbah

Limbah dapat berasal dari rumah tangga, seperti air buangan dapur, kamar mandi, toilet; ataupun dari ladang pertanian hingga yang berasal dari industri (pabrik).

Limbah yang mencemari air juga bisa berasal dari minyak buangan kapal laut, atau berbagai logam berat bekas pertambangan yang mengalir di sungai.

  • Mikroorganisme Berbahaya

Bakteri Vibrio cholerae, Salmonella, Shigella bacteria, parasit Entamoeba atau Giardia, hingga virus seperti virus hepatitis A juga dapat mencemari air.

Artikel Lainnya: Telanjur Minum Air Mentah, Apa yang Mesti Dilakukan?

1 dari 2 halaman

Bahaya Minum Air Tercemar

Mengonsumsi air minum tercemar tentu dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, seperti:

  • Penyakit Akut

Mengonsumsi air minum yang tercemar oleh mikroorganisme atau patogen, seperti bakteri, parasit, dan virus dapat menimbulkan penyakit akut.

Beberapa penyakit akut yang dimaksud, misalnya diare, disentri, dan gangguan saluran pencernaan lainnya.

Gejala yang ditimbulkan biasanya adalah buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam sehari, dengan durasi selama lebih dari 3 hari. Keluhan ini biasanya disertai nyeri perut, mual, muntah, dan sakit kepala.

Gejala-gejala tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Jika sudah sampai tahap dehidrasi dan tidak ditangani dengan baik, seseorang dapat menjadi sangat lemas, mengantuk, hilang kesadaran, bahkan kehilangan nyawa.

Artikel Lainnya: Inilah Mengapa Air Minum Isi Ulang Kerap Bermasalah

  • Penyakit Kronis

Air yang tercemar oleh logam, pestisida, atau polutan lainnya dapat menyebabkan gangguan organ yang sifatnya kronis. Beberapa gangguan yang dimaksud, yaitu masalah saraf, gangguan jantung dan pembuluh darah, hingga kanker.

Beberapa jenis logam berat yang terkandung di dalam air juga diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Pada ibu hamil, konsumsi air minum yang terkontaminasi dapat mempengaruhi kondisi kesehatan janin.

Bahaya minum air tercemar cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kualitas air minum yang Anda konsumsi sehari-hari.

World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan panduan umum untuk air minum berkualitas.

Pada dasarnya, Anda mesti memilih air minum yang tidak berwarna, tidak memiliki rasa, tidak mengandung zat berbahaya, tidak memiliki bau, melalui proses pengolahan yang baik dan tepat, serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Sebisa mungkin, pilihlah juga air minum dari sumber air di pegunungan yang kualitasnya terjaga dengan baik.

Jika Anda sering menggunakan air rebusan untuk minum, pastikan untuk memeriksa kondisinya secara berkala guna memastikan ciri-ciri layak konsumsi.

Pasalnya, kualitas air di rumah bisa berubah-ubah seiring dengan iklim, faktor geologi, dan aktivitas manusia di sekitar.

Apabila ragu, Anda bisa berkonsultasi dan berdiskusi lebih lanjut dengan dokter mengenai kebutuhan air dan kualitas air yang perlu diperhatikan untuk dikonsumsi sehari-hari melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar