Sukses

Kapan Anak Boleh Menggunakan Pasta Gigi Dewasa?

Dalam merawat kesehatan gigi orangtua perlu membiasakan anak untuk rajin menyikat giginya. Lantas, bolehkan pasta gigi dewasa untuk anak? Ini penjelasannya.

Sebelum tumbuh gigi, cara terbaik untuk menjaga kebersihan mulut bayi adalah dengan menyekanya menggunakan kain lembut dan bersih.

Setelah gigi si kecil tumbuh, cara tersebut sudah tak bisa lagi diterapkan. Pada kondisi ini, menjaga kebersihan mulut anak bisa dilakukan dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi dan odol khusus anak-anak.

Lalu, kapan waktu yang tepat beralih; dari yang awalnya menggunakan pasta gigi untuk anak menjadi pasta gigi orang dewasa? 

Artikel Lainnya: Waktu yang Tepat bagi Anak untuk Mulai Sikat Gigi

1 dari 3 halaman

Kapan Anak Boleh Gunakan Pasta Gigi Dewasa?

Melansir Dental Associates, sejak usia 1 tahun atau ketika gigi pertama anak tumbuh, menyikat gigi disarankan tanpa odol. Saat si kecil sudah berusia 2 tahun, anak boleh menggunakan pasta gigi khusus yang bebas kandungan fluoride. 

Kapan anak boleh pakai pasta gigi dewasa? Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, anak dapat beralih ke pasta gigi orang dewasa yang mengandung fluoride setelah mereka mampu meludah sendiri usai menyikat gigi.

“Sebenarnya, batas penggunaan pasta gigi dewasa untuk anak tidak ada. Akan tetapi, rata-rata anak boleh menggunakan pasta gigi dewasa pada usia 3 sampai 5 tahun,” ucap dr. Reza.

Dijelaskan pula oleh dr. Reza, pasta gigi orang dewasa dengan anak-anak jelas berbeda, mulai dari kandungan fluoride gigi, rasa, kemasan, dan warna.

“Pada pasta gigi anak. seringkali ditemukan berbagai macam rasa, seperti buah-buahan. Hal ini bertujuan untuk membuat anak merasa lebih tertarik atau senang untuk menyikat gigi,” jelas dr. Reza.

Selain itu, pasta gigi anak-anak juga mengandung bahan-bahan yang tergolong aman apabila tidak sengaja tertelan. Hal ini tentu berbeda dengan pasta gigi orang dewasa. Rasa pasta gigi orang dewasa juga tergolong lebih kuat, sehingga tidak cocok untuk anak-anak yang masih terlalu kecil.

Artikel Lainnya: Waktu yang Tepat Mengajarkan Anak Sikat Gigi Sendiri

2 dari 3 halaman

Akibat Penggunaan Pasta Gigi Dewasa untuk Anak di Usia Terlalu Dini

Dijelaskan oleh drg. Callista Argentina, pasta gigi orang dewasa memiliki kandungan fluoride yang cukup tinggi. Jika anak belum bisa berkumur dan meludah sendiri, bisa saja pasta gigi tersebut malah tertelan. Hal ini dapat meningkatkan risiko fluorosis

“Terlalu sering menelan pasta gigi dapat menimbulkan bercak keputihan di gigi. Tidak sakit dan tidak akan merusak struktur gigi, namun akan mengganggu penampilan atau estetika,” ucap drg. Callista.

Ada pula hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan pasta gigi dewasa untuk anak. 

Faktanya, American Academy of Pediatric (AAP) menyatakan bahwa penggunaan pasta gigi berfluoride untuk anak usia 3 sampai 6 tahun hanya boleh seukuran kacang polong.

Agar lebih aman, orangtua juga perlu melakukan hal-hal berikut ini pada anak yang sedang belajar menyikat gigi menggunakan odol orang dewasa:

  • Selalu dampingi anak saat menyikat gigi. 
  • Optimalkan penerangan sambil menghadap cermin, agar orangtua bisa sekaligus mengarahkan 
  • Pastikan anak tidak mengoleskan pasta giginya sendiri
  • Jauhkan pasta gigi dari jangkauan anak-anak 

Penting bagi orangtua untuk memastikan si kecil tidak menggunakan odol dalam jumlah berlebih saat menyikat gigi. Pasalnya, penggunaan pasta gigi berlebihan dapat meningkatkan risiko tertelan. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut.

Apabila si kecil telanjur menelan pasta gigi berfluoride, menurut National Capital Poison Center, segera beri ia susu atau produk turunannya. Pasalnya, kalsium pada susu atau produk turunannya dapat mengikat fluoride di perut sehingga menurunkan potensi sakit perut.

Jika anak tetap mengalami sakit perut dan kondisinya cukup mengkhawatirkan, tak perlu ragu untuk segera membawa si kecil berobat ke dokter agar dapat segera ditangani.

Ragu atau butuh saran dari dokter terkait penggunaan pasta gigi dewasa untuk anak? Anda bisa melakukan konsultasi lebih lanjut melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar