Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Bisa Tertular COVID-19 Varian Delta dengan Berpapasan?

Benarkah Bisa Tertular COVID-19 Varian Delta dengan Berpapasan?

COVID-19 varian Delta diyakini jadi penyebab lonjakan kasus positif di Indonesia pascalibur Lebaran. Seberapa cepat penularannya? Simak jawabannya di sini.

Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (1/7/2021) mengumumkan tambahan 24.836 kasus baru COVID-19.

Tambahan tersebut menjadikan total kumulatif kasus terkonfirmasi virus corona di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini (2/7/2021) berjumlah 2.203.108 kasus. Sebanyak 1.890.287 pasien dinyatakan sembuh dan 58.995 orang meninggal dunia.

Penyebaran virus corona varian Delta atau B.1.617.2 yang meluas cepat disinyalir menjadi penyebab ledakan kasus COVID-19 di Indonesia pascalibur Lebaran.

Benarkah penularan coronavirus Delta terjadi begitu cepat bahkan hanya melalui berpapasan dengan orang terinfeksi?

Artikel Lainnya: Positif COVID-19, Ini Tanda Anda Harus Dirawat di Rumah Sakit

1 dari 3 halaman

Benarkah Varian Delta Lebih Cepat Menular?

Menurut dr. Devia Irine Putri, mutasi menyebabkan COVID-19 varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih cepat.

“Kurang lebih, 3 kali lebih mudah menular dibanding varian pertama,” ungkap dr. Devia.

Karakteristik mutasi virus corona terbaru ini begitu luar biasa dan bisa bermutasi dengan sangat cepat.

Melansir New York Times, sejumlah ahli kesehatan Amerika Serikat juga mengatakan COVID-19 varian Delta 50 persen lebih menular ketimbang Alpha. Meski begitu, persentase penularannya sangatlah bervariasi.

 

2 dari 3 halaman

Benarkah Berpapasan Kurang Lebih 10 Detik Bisa Terinfeksi Varian Delta?

Kecepatan penyebaran virus corona Delta sempat dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan New South Wales (NSW), Brad Hazzard.

Brad mengatakan, varian Delta dapat menular melalui kontak kilat. Penularannya bahkan terjadi hanya dalam beberapa detik.

Cepatnya penularan coronavirus varian Delta diketahui usai otoritas NSW melakukan penelusuran kontak erat pasien terinfeksi yang mengunjungi area perbelanjaan Westfield Bondi Junction, Sydney, Australia.

Artikel Lainnya: Tata Cara Isolasi Mandiri Berdasarkan Aturan Kemenkes

Dalam rekaman CCTV, pasien terinfeksi terlihat berpapasan dengan pengunjung lainnya, tanpa kontak fisik sama sekali.

Akhirnya, muncul dugaan bahwa penularan covid Delta terjadi melalui udara dalam hitungan detik.

Meski demikian, dr. Devia mengatakan butuh penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention menduga, tingkat penularan COVID-19 Delta yang lebih cepat tidak lepas dari kemampuan varian ini dalam melawan antibodi, baik pada orang yang pernah terinfeksi maupun yang sudah divaksinasi.

Menurut penelitian di Skotlandia, dampak dari varian covid tersebut adalah dapat menyebabkan seseorang dua kali lipat lebih mungkin dirawat di rumah sakit. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi varian Alpha.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan bukti lebih kuat.

Mengenai gejalanya, para ilmuwan belum dapat memastikan apakah orang yang terinfeksi COVID-19 Delta benar-benar mengalami keluhan berbeda dengan varian lainnya.

Secara umum, varian B.1.617.2 menyebabkan sakit kepala, pilek, sakit tenggorokan, demam, batuk, kehilangan indera penciuman, dan sebagainya.

Itulah serba-serbi penularan virus corona Delta yang diduga dapat menular hanya dengan berpapasan. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasi ke dokter via LiveChat.

(FR/AYU)

1 Komentar

  • M. ******L

    Bu Dokter mohon info.. anak baru tes PCR dan hasil CT 37, 53 positip.... Mohon pencerahannya nilai ini ?