Sukses

Mencegah dan Mengatasi Panu dengan Pola Makan Tepat

Panu merupakan penyakit yang mengganggu. Panu bisa disembuhkan melalui pola makan yang baik dan benar. Benarkah demikian? Simak penjelasan dokter.

Panu merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur tersebut dapat mengganggu pigmentasi kulit.

Akibatnya, saat terinfeksi jamur penyebab panu, timbul bercak putih kecil di kulit yang dapat membuat seseorang jadi tak percaya diri.

Penderita panu pasti ingin sembuh dan salah satu cara untuk mengatasinya dengan menggunakan obat antijamur topikal atau oles. Selain pakai obat, mungkin penderita panu bertanya-tanya, adakah pola makan atau diet yang bisa mengatasi panu?

 

1 dari 3 halaman

Bisakah Panu diatasi dengan pola makan?

American Academy of Dermatology (AAD) mengatakan bahwa panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia.

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu jamur berkembang biak, termasuk kondisi kulit berminyak, tinggal di iklim panas dan lembab, dan memiliki banyak keringat.

Menurut American Academy of Dermatology, sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat memicu infeksi jamur penyebab panu.

Oleh karena itu, ada beberapa makanan yang bisa meningkatkan dan menguatkan kekebalan tubuh agar tubuh terhindar dari panu.

Artikel Lainnya: Benarkah Cuka Apel Bisa Mengatasi Panu?

Menanggapi hal ini, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan sebetulnya panu tidak bisa disembuhkan dengan pola makan. Namun, ada beberapa makanan yang bisa mengurangi gejala panu.

“Bisa konsumsi makanan yang banyak mengandung selenium, zinc, zat besi, serta vitamin A, B6, dan E. Makanan-makanan tersebut bisa didapatkan dari sayur dan buah, serta bisa juga konsumsi suplemen tambahan,” ujar dr. Dyah.

2 dari 3 halaman

Pola Makan untuk Mengatasi Panu

Dilansir dari UC Health, berikut adalah pola makan yang bisa mengurangi gejala atau mencegah panu:

1. Makanan Mengandung Vitamin C

Mengonsumsi makanan kaya akan vitamin C, seperti jeruk, paprika merah, brokoli, kangkung, kiwi, dan stroberi dapat meningkatkan produksi sel darah putih.

Ketika jumlah sel darah putih cukup,  sistem kekebalan tubuh akan bekerja maksimal melawan infeksi jamur yang menyebabkan panu.

2. Makanan Kaya akan Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan manfaat antioksidan, Anda bisa mengonsumsi teh hijau.

Kandungan asam amino di dalam teh tersebut dapat membantu produksi sel T yang melawan infeksi, termasuk infeksi jamur penyebab panu.

Artikel Lainnya: Awas, Panu yang Tidak Diobati Bisa Menyebabkan Komplikasi!

3. Makanan Mengandung Vitamin D

Vitamin D berperan untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Anda mendapatkan vitamin D dengan mengonsumsi ikan salmon, tuna, dan kuning telur.

Paparan sinar matahari pagi juga bisa menghasilkan vitamin D yang baik bagi kulit. Berjemurlah di bawah sinar matahari pagi selama 13-15 menit sebanyak tiga kali seminggu.

4. Makanan Mengandung Vitamin E

Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penderita panu dianjurkan mengonsumsi makanan mengandung vitamin E, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, dan alpukat.

5. Zinc

Mineral zinc diperlukan tubuh untuk membangun sel-sel sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi jamur penyebab panu. Zinc bisa didapat dari konsumsi makanan laut, daging unggas, daging merah, dan kacang-kacangan.

6. Vitamin B6

Vitamin B6 berperan membentuk sel darah merah yang baru, sehat, serta menjaga fungsi sistem limfatik. Penderita panu yang rentan mengalami infeksi kulit dapat mengonsumsi ayam, ikan salmon, buncis, dan pisang untuk mendapatkan asupan vitamin B6.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Ini Beda Gejala Kusta dan Panu!

7. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Air membantu kelenjar getah bening membawa sel darah putih dan sistem kekebalan lainnya ke seluruh tubuh. Minum air juga membuat kulit jadi lebih sehat dan tidak rentan terkena panu.

Penting untuk tetap terhidrasi karena hal tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang baik bagi kesehatan kulit.

Selain itu, penderita panu harus mengurangi konsumsi karbohidrat manis, seperti permen, roti putih, dan kue.

Menurut AAD, makanan di atas memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi. Makanan dengan IG tinggi menyebabkan lonjakan gula darah, meningkatkan peradangan, dan menyebabkan kulit menghasilkan lebih banyak minyak.  Produksi minyak berlebih oleh kulit dikaitkan dengan kemunculan jerawat dan panu.

Itu dia pola makan untuk mengurangi gejala panu. Pola makan tersebut juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi kulit lainnya.

Untuk tahu informasi kesehatan kulit lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar