Sukses

Sayuran Pantangan Diabetes yang Harus Dihindari

Penderita diabetes mesti menghindari beberapa jenis sayuran, agar tidak mengalami komplikasi. Apa saja yang termasuk dalam sayuran pantangan diabetes? Yuk, cari tahu!

Para penderita diabetes mesti memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari dengan benar agar kadar gula darah tetap stabil. Apabila abai dengan hal tersebut, risiko komplikasi bisa meningkat tinggi.

Secara umum, penderita diabetes mesti menghindari asupan yang tinggi karbohidrat dan gula. Selain itu, ada pula beberapa jenis sayur yang mesti dihindari oleh orang dengan kondisi tersebut, karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Artikel Lainnya: Bolehkah Penderita Diabetes Makan Wortel?

Berdasarkan dr. Reza Fahlevi, Sp. A, sayuran-sayuran tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dengan kadar yang tinggi. 

“Konsepnya, kalau makanan tinggi karbohidrat, sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes. Kalau sayuran yang daun-daunan, tidak masalah,” kata dr. Reza. 

Lantas, apa saja sayuran pantangan diabetes? Berikut ini beberapa di antaranya:

1 dari 4 halaman

1. Kentang

Kentang merupakan jenis sayuran yang sering dijadikan pengganti nasi. Namun, jenis umbi-umbian ini memiliki indeks glikemik tinggi. Dengan karakteristik semacam itu, konsumsi kentang bisa  membuat kadar gula darah naik dengan cepat.

Penelitian yang tercatat dalam US National Library of Medicine (NCBI) menunjukkan, kentang yang digoreng mengalami peningkatan kadar pati sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah apabila dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Akan tetapi, meski termasuk sebagai pantangan sayuran untuk diabetes, bukan berarti kentang mesti dihindari sama sekali. Penderita diabetes tetap boleh mengonsumsinya, asalkan diolah dengan cara direbus dan hanya dimakan sesekali saja.

2. Jagung

Siapa sangka, jagung juga termasuk sebagai sayuran pantangan diabetes. Baik itu jagung rebus atau kalengan, segelas kecil biji jagung mengandung 21 gram karbohidrat dan hanya 2 gram serat. 

Kendati demikian, bagi penderita diabetes yang terpaksa harus mengonsumsi jagung, Anda mesti benar-benar membatasi porsinya. Jangan lupa untuk dipadukan dengan makanan mengandung protein dan serat yang tinggi.

2 dari 4 halaman

3. Kacang Polong

Satu gelas kecil kacang polong mengandung 20 gram karbohidrat. Oleh karena itu, kacang berwarna kehijauan ini dapat meningkatkan kadar gula darah, khususnya apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Jika memang penderita diabetes ingin mengonsumsi kacang polong, pastikan untuk membatasi porsi agar tidak berlebihan. Anda tidak ingin mengalami lonjakan gula darah yang bisa meningkatkan risiko komplikasi, bukan?

 

4. Labu Mentega

Labu mentega memiliki 16 gram karbohidrat per gelas kecil, serta memiliki serat kurang dari 3 gram. 

Bagi penderita diabetes yang mesti memantau asupan karbohidrat dengan sangat ketat, labu mentega sebaiknya dihindari agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah. 

Artikel Lainnya: Kenali Jenis Sayuran yang Baik bagi Penderita Diabetes

3 dari 4 halaman

5. Jus Sayuran

Jus sayuran merupakan jenis makanan yang kekurangan salah satu kunci untuk membantu mengatur gula darah, yaitu serat. 

Apa pun jenis sayuran yang Anda pilih untuk dikonsumsi, sebaiknya tidak diolah dengan cara dijus. 

“Jus sayuran dilarang. Sebab, sayuran yang dijus cenderung akan ditambahkan gula, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah penderita diabetes,” ucap dr. Reza. 

Satu gelas kecil jus sayuran dapat mengandung hampir 29 gram karbohidrat. Jika ditambahkan gula untuk memaniskan rasanya, jumlah karbohidratnya semakin meningkat. 

6. Sayuran Kaleng

Sayuran yang dikemas dalam kaleng mungkin mengandung tambahan garam. Kadar garam yang tinggi pada sayur tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), apalagi pada penderita diabetes.

Itu dia beberapa pantangan sayuran untuk penderita diabetes yang sebaiknya dipatuhi. Jika jenis sayuran kesukaan Anda termasuk ke dalam daftar tersebut, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter terkait cara pengolahan dan porsinya. Dengan begitu, Anda bisa menghindari lonjakan gula darah yang berujung komplikasi.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai sayuran pantangan diabetes atau hal-hal seputar kesehatan lainnya melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar