Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kulit Berubah Warna Menjadi Biru Keunguan Tanda Penyakit Jantung?

Kulit Berubah Warna Menjadi Biru Keunguan Tanda Penyakit Jantung?

Gejala penyakit jantung tak selalu sesak napas, kulit berwarna ungu kebiruan juga dapat menjadi tanda-tandanya. Untuk tahu informasi selengkapnya, simak ulasan ini.

Gejala penyakit jantung yang umum terjadi adalah dada terasa sesak, irama detak jantung berubah, dan nyeri di dada. Akan tetapi, ada gejala lain yang dapat dialami orang dengan penyakit jantung, yakni kulit berubah warna menjadi ungu atau biru.

Untuk tahu gejala penyakit jantung yang ditandai dengan kulit berubah warna menjadi ungu atau biru, simak baik-baik ulasan berikut ini.

1 dari 3 halaman

Benarkah Kulit Ungu Kebiruan Tanda Penyakit Jantung?

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, perubahan warna biru atau keunguan pada kulit menandakan kurangnya suplai oksigen di dalam tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai sianosis.

“Penyebab sianosis beragam, salah satunya masalah jantung. Misalnya cacat jantung bawaan, gagal jantung, ataupun henti jantung.” kata dr. Theresia.

Melansir dari penelitian yang tercatat di NCBI, salah satu penyakit yang menyebabkan warna kulit berubah biru adalah critical congenital heart disease (CCHD).

Kondisi CCHD merupakan penyakit bawaan yang dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Artikel Lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

Anda perlu tahu bahwa oksigen sangat dibutuhkan oleh tubuh. Unsur tersebut digunakan jaringan dan organ tubuh untuk menjalankan fungsi masing-masing. Ketika bernapas, manusia menghirup oksigen dari udara. Oksigen yang masuk ke dalam darah akan diikat oleh pigmen darah yaitu hemoglobin.

Hemoglobin bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh dan memberi warna merah darah. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh akan memberikan warna pada kulit sehingga membuat bagian tubuh tersebut tidak terlihat pucat.

Jika jumlah pasokan oksigen ke bagian tubuh kurang, kondisi tersebut disebut sebagai sianosis.

Melansir Medical News Today, bagian tubuh yang kerap mengalami sianosis adalah ujung jari tangan dan kaki. Organ tersebut merupakan bagian tubuh yang terletak paling jauh dari jantung.

Untuk mendeteksi gejala sianosis dan penyakit jantung lainnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tertentu. Dokter dapat menggunakan gabungan tes fisik serta tes lain seperti tes darah dan X-ray.

Tes tersebut dapat mengidentifikasi kelainan yang berdampak kepada jantung. Ketidaknormalan paru-paru atau faktor lain yang berpengaruh pada kadar oksigen dalam tubuh juga bisa dideteksi.

Artikel Lainnya: 4 Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

2 dari 3 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus waspada jika kondisi sianosis disertai gejala berikut ini:

  • Kesulitan bernapas.
  • Tubuh demam.
  • Nyeri di dada.
  • Sakit kepala.
  • Keluar keringat berlebih.
  • Adanya warna kebiruan di bibir, tangan, kaki, lengan, jari tangan serta kaki
  • Pingsan

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala di atas. Jika gejala di atas tidak ditangani dengan baik, masalah jantung yang terjadi bisa menimbulkan risiko kematian.

Pengobatan gejala sianosis akan bergantung dari penyebab yang mendasarinya.

Dokter dapat meresepkan obat-obatan khusus untuk mengobati kondisi jantung dan paru-paru.

Obat-obatan yang diresepkan dapat membantu meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke organ serta jaringan tubuh. Beberapa orang mungkin memerlukan terapi untuk mengembalikan suplai oksigen ke tingkat normal.

Dokter biasanya akan menyarankan orang yang mengalami sianosis untuk berhenti minum obat yang membatasi aliran darah. Di antaranya, terdapat obat beta-blocker, pil KB, dan obat alergi tertentu.

Jika mengalami penyakit jantung dengan gejala sianosis, Anda disarankan untuk mengubah gaya hidup, seperti berhenti merokok atau mengonsumsi kafein.

Untuk tahu tentang gejala penyakit jantung lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(JKT/OVI)

0 Komentar

Belum ada komentar