Sukses

Penyebab Kulit Bayi Bentol dan Bernanah (Cenang)

Bayi sering mengalami kulit bentol dan bernanah atau biasa disebut cenang. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Simak di sini.

Karena usianya masih dini, bayi cenderung memiliki kulit yang sensitif. Saking sensitifnya, ada saja masalah yang menghampiri mereka. Beberapa keluhan yang cukup sering menghampiri adalah bentol dan bernanah atau dalam istilah awam disebut cenang.

Gangguan kulit pada bayi ini biasanya disebabkan oleh alergi, panas gesekan kulit, kelembapan, penggunaan parfum, dan kain yang kasar. Ditambahkan dr. M. Iqbal Ramadhan, kulit bayi yang bentol, berair, dan bernanah biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur.

“Penyakit kulit ini biasanya disebut dengan nama cacar, kudis, impetigo, folikulitis, atau dermatitis yang menginjak stadium lanjut,” kata dr. Iqbal.

Kulit bayi bintik merah dan berdarah? Jangan panik. Kenali dulu beberapa penyebab bintik merah bernanah pada kulit bayi berikut.

1 dari 3 halaman

1. Infeksi Bakteri, Virus, dan Jamur

Seperti diungkap dr. Iqbal, bakteri, virus, dan jamur adalah penyebab umum bentol merah bernanah pada kulit bayi. Infeksi ini bisa berawal dari luka kecil tapi kemudian berkembang dan menjadi masalah besar yang perlu ditangani.

Luka yang tidak ditangani atau bahkan gigitan serangga dapat menjadi “celah” bagi bakteri dan virus masuk, hingga menyebabkan kulit bernanah.

Infeksi yang muncul dapat berupa bintik kecil dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Keparahan infeksi bervariasi, dari yang tidak terlalu mengganggu sampai bisa mengancam jiwa.

Artikel lainnya: Begini Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

2. Biang Keringat

Milia atau biang keringat merupakan bintik-bintik merah yang di dalamnya seperti ada gelembung putih. Bintik-bintik merah ini dapat muncul di hidung, dagu, atau pipi bayi.

Penyakit kulit tersebut ditandai dengan kemerahan, adanya bintil-bintil (papul) pada kulit, dan terasa gatal. Penyebab utamanya adalah sumbatan di kelenjar keringat yang dipicu kondisi udara panas dan lembab bagi kulit.

Biasanya, biang keringat terjadi pada anak dan bayi karena fungsi kelenjar keringat mereka belum tumbuh sempurna.

3. Alergi

Bintik merah bernanah pada kulit bayi juga bisa dipicu oleh alergi. Paparan alergen tertentu dapat menyebabkan tubuh merespons berlebihan hingga memunculkan bentol di kulit. Pada tahap tertentu, bentol akibat alergi juga bisa berisi nanah. 

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Kulit Bentol Bernanah pada Bayi

Menurut dr. Iqbal, penanganan kulit bentol dan bernanah pada bayi bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

Artikel lainnya: Alergi pada Kulit Bayi yang Perlu Anda Tahu

“Misalnya, jika karena virus, akan diberikan antivirus. Atau paling sering karena bakteri, biasanya diberikan antibiotik oleh dokter,” kata dr. Iqbal.

Penanganannya juga sesuai dengan tingkat keparahannya. “Jika gejalanya ringan, akan diberikan krim topikal antibiotik oleh dokter. Jika sudah parah gejalanya akan diberikan antibiotik oral. Jika sangat parah, bisa dilakukan intravena atau infus,” tutur dr. Iqbal lagi. 

Namun demikian, pastikan Anda sudah berkonsultasi kepada dokter soal obat-obatan tersebut sebelum dikonsumsi bayi. Jika terlalu sering diberikan sembarang antibiotik, di masa depan anak bisa mengalami resistensi antibiotik.

Jika bayi mengalami bentol bernanah akibat biang keringat, Anda bisa mencuci area kulit yang terkena, seperti pipi dan punggung, dengan sabun yang lembut. Usap lembut dengan handuk hingga kering.

Jangan menggosok atau mencubit bagian yang sedang mengalami iritasi karena dapat memperparah kondisi kulit. Hindari juga penggunaan losion atau produk perawatan kulit yang membuat kulit berminyak.

Jika bentol bernanah disebabkan oleh alergi, hindari kekambuhan dengan menjauhkan bayi dari barang atau benda yang berpotensi menjadi alergen.

Itulah beberapa penyebab bentol dan bernanah pada bayi. Bila masih ragu, tanyakan langsung kepada dokter melalui Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar