Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Domperidone untuk Ibu Menyusui, Benarkah Bisa Memperlancar ASI?

Domperidone untuk Ibu Menyusui, Benarkah Bisa Memperlancar ASI?

Ibu menyusui yang rutin mengonsumsi obat mual domperidone disinyalir akan memiliki produksi ASI yang melimpah. Benar atau tidak, ya? Yuk, cari tahu faktanya!

Salah satu kekhawatiran sebagian besar wanita yang baru saja melahirkan adalah tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.

Berbagai faktor memang dapat mempengaruhi produksi ASI, sehingga ada kalanya air susu hany            a keluar sedikit.

Beragam cara pun akhirnya dilakukan agar jumlah ASI yang keluar bisa lebih banyak. Salah satu cara yang disinyalir ampuh untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui adalah dengan mengonsumsi obat domperidone.

Domperidone adalah obat yang sejatinya berfungsi untuk mengatasi mual, sehingga orang yang mengonsumsinya tidak muntah. Obat jenis ini juga akan meningkatkan pergerakan saluran pencernaan supaya makanan bisa lebih cepat menuju usus (tidak tersangkut).

Karena fungsi utamanya memang bukan sebagai ASI booster, tak sedikit juga yang meragukan khasiat domperidone untuk ibu menyusui.

Lantas, bagaimana fakta medis dari obat yang satu ini? Benarkah domperidone untuk ASI dapat memberikan hasil yang efektif?

Artikel Lainnya: Kualitas ASI Perah Tak Sebaik ASI yang Diberikan Langsung?

1 dari 3 halaman

Efektivitas Domperidone untuk Pelancar ASI

Kabar baiknya, dr. Arina Heidyana membenarkan bahwa obat domperidone bisa membantu meningkatkan jumlah ASI. Menurutnya, obat ini juga aman dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Faktanya, domperidone merangsang pelepasan hormon prolaktin. Hormon tersebut berperan besar terhadap jumlah dan lancar/tidak keluarnya ASI dari payudara ibu menyusui.

Mengutip laman Children’s Health Queensland Hospital and Health Service, ada beberapa hal yang mungkin akan diperhatikan dokter sebelum meresepkan domperidone untuk ibu menyusui, yaitu:

  • Apakah pasien telah diberikan dukungan yang memadai dari berkonsultasi dengan pakar laktasi?
  • Apakah pakar laktasi setuju bahwa Anda mengalami masalah pasokan ASI dan memang membutuhkan bantuan obat-obatan?
  • Kondisi medis, seperti aritmia jantung (gangguan irama jantung) juga mesti diperhatikan. Jika pasien sedang mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi irama jantung, dikhawatirkan obat tersebut akan berinteraksi negatif dengan domperidone.
2 dari 3 halaman

Bagaimana dengan Dosis dan Efek Sampingnya?

Dosis domperidone untuk ibu menyusui yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) lewat laman resminya adalah 10 hingga 20 miligram. Obat tersebut dapat dikonsumsi sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari. Lamanya konsumsi obat tergantung pada kondisi ibu dan anjuran dokter yang merawat.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Sering Mual, Bolehkah Konsumsi Domperidone?

“Dosis aman yang bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui, yaitu 3 kali 10 miligram. Meski begitu, sebaiknya Anda benar-benar berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya sendiri,” tegas dr. Arina.

Hasil dari konsumsi domperidone untuk ASI biasanya langsung terlihat setelah beberapa hari (kurang dari seminggu). Bahkan, ada juga yang merasakan manfaatnya di 24 jam pertama.

Walaupun pasokan ASI mulai meningkat, obat tersebut perlu dikonsumsi selama 2 hingga 3 minggu selanjutnya agar hasilnya optimal.

Anda bisa mengonsumsinya pada pukul 6 pagi, 2 siang, dan 10 malam. Setelah suplai ASI lebih stabil di minggu-minggu setelahnya, dokter akan mengurangi dosisnya secara bertahap sampai berhenti sepenuhnya dari obat tersebut.

“Ibu menyusui tidak perlu terlalu khawatir dengan efek samping yang dihasilkan. Beberapa orang memang mengalami sakit kepala, mulut kering, dan kram perut. Namun, itu semua merupakan gejala yang ringan,” ucap dr. Arina.

Melansir dari Today’s Parent, 10 persen ibu pengguna domperidone mengalami sakit kepala ringan untuk sementara waktu. Pada kasus yang jarang terjadi, domperidone juga bisa menyebabkan migrain. Alhasil, mereka harus mengonsumsi obat sakit kepala sebelah dan menghentikan penggunaan domperidone sebelum dosisnya disesuaikan lagi.

Meski bermanfaat, hindari terlalu mengandalkan domperidone untuk memperlancar ASI. Hindari pula mengonsumsinya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Anda tidak ingin kehilangan momen bersama si buat hati gara-gara terserang penyakit, bukan?

Masih ada pertanyaan seputar laktasi dan kesehatan? Jangan sungkan untuk melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 Jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar