Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Lansia Kebal Jarum Saat Vaksinasi COVID-19, Ini Tinjauan Medisnya

Lansia Kebal Jarum Saat Vaksinasi COVID-19, Ini Tinjauan Medisnya

Seorang lansia kebal akan jarum suntik saat vaksinasi COVID-19. Lantas, apa yang menyebabkan jarum suntik tidak dapat menembus kulit? Berikut penjelasannya.

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia gelombang kedua sudah menyasar lansia. Kelompok ini dianggap lebih berisiko mengembangkan gejala berat bila terpapar virus corona.

Sejauh ini, vaksinasi kelompok lansia berjalan lancar. Akan tetapi, ada satu peristiwa yang mengejutkan terkait vaksinasi lansia.

Seorang lansia terlihat kebal jarum suntik saat menjalani vaksinasi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Yuk, kita langsung saja simak penjelasan dokter berikut.

 

1 dari 3 halaman

Lansia Kebal Jarum Suntik Saat Vaksinasi COVID-19, Mungkinkah? 

Video mengenai seorang kakek yang kebal akan jarum suntik saat vaksinasi COVID-19 juga dibagikan akun Twitter @riza_ajir. Dalam rekaman 30 detik tersebut, terlihat tenaga kesehatan dibuat keheranan karena jarum suntik tidak dapat menembus lengan kakek tersebut. 

Bukannya masuk, jarum suntik malah melengkung ke arah kanan dan kiri saat disuntikkan ke lengan. Peristiwa ini pun jadi tontonan orang di lokasi vaksinasi.

Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara perempuan bertanya kepada sang kakek apakah memiliki ilmu tertentu yang membuat tubuh kebal pada jarum suntik. Namun, tidak ada tanggapan sang kakek usai pertanyaan itu dilontarkan.

Artikel lainnya: Waspada, Ini Penyebab Tubuh Menyusut saat Lansia

Tak ayal, video tak biasa tersebut akhirnya dibagikan, viral, dan banyak diberitakan oleh berbagai media Tanah Air.

Nah, bagaimana tanggapan tenaga medis soal fenomena ini? Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, perlu ada diagnosis lebih lanjut untuk mengetahui apa yang menyebabkan lansia tersebut kebal akan jarum suntik.

“Kalau dari pandangan medis, perlu dievaluasi lagi kondisi pasiennya seperti apa, dan perlu dilihat juga apakah jarum yang digunakan masih baru atau tidak,” ucap dr. Devia Irine.

Ia menjelaskan, biasanya digunakan jarum berbeda ketika cairan vaksin disedot dan disuntikan. Sebab, ujung jarum akan menumpul saat digunakan untuk menyedot cairan vaksin.

Karena itu, ada banyak variabel yang bisa mempengaruhi kenapa seseorang tidak bisa disuntik vaksin. Menurut Devia, ilmu kedokteran adalah ilmu pasti.

Suatu peristiwa tidak bisa tidak bisa didiagnosis dengan hanya melihat sebuah video beberapa detik. Tanpa diagnosis langsung, sulit untuk dokter dan tenaga kesehatan untuk menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.

2 dari 3 halaman

Adakah Kondisi Medis yang Membuat Tubuh Sulit Disuntik? 

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine, umumnya tidak ada kondisi khusus yang dapat menyebabkan seseorang kebal jarum suntik. Hanya saja, ada kondisi kesehatan yang disebut skleroderma, yang dapat membuat penderitanya mengalami pengerasan dan penebalan di bagian kulit.

Artikel lainnya: 5 Cara agar Anak Merasa Tidak Sakit Saat Disuntik

Kondisi tersebut terjadi akibat sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan ikat, sehingga terbentuk jaringan parut serta menebal. Skleroderma tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikontrol atau dikendalikan.

“Kondisi skleroderma sendiri bisa tetap mendapatkan vaksin COVID-19 asalkan terkontrol dengan baik. Jadi, sebaiknya kalau memang punya kondisi ini dikonsultasikan dulu dokter yang merawat,” ucap dr. Devia Irine lagi.

Dia menyarankan, bila Anda mengalami penebalan/pengerasan pada bagian kulit hingga sulit menerima suntikan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengganti lokasi penyuntikan ke bagian tertentu, misalnya bokong.

Tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, ya. Jika Anda memiliki penyakit komorbid tertentu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter yang menangani sebelum vaksinasi COVID-19 dilakukan.

Jika masih memiliki pertanyaan lain mengenai virus corona dan penanganannya, manfaatkan layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter untuk bertanya dengan dokter langsung. 

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar