Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ini Dia Manfaat Slow Sex untuk Pasangan Suami Istri

Jangan selalu mengandalkan quickie dan rough sex. Cara berhubungan intim slow sex justru akan bakal manfaat yang lebih banyak ketimbang dua hal tadi!

Kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki suami dan istri memang melahirkan seks kilat alias quickie

Jika hal tersebut dilakukan terlampau sering, kehangatan serta keintiman cenderung berkurang. Berangkat dari kondisi tersebut, slow sex bisa menjadi solusinya.

Simpelnya, slow sex adalah hubungan badan yang dilakukan secara perlahan, lembut, dan santai. Aktivitas ini sangat berkebalikan dengan quickie dan rough sex

Ketika memiliki waktu yang cukup banyak, misalnya saat hari libur, Anda berdua bisa menerapkan cara berhubungan intim yang satu ini.

Hubungan yang lebih santai dan perlahan membuat otak Anda akan memproses setiap sensasi. Seks merupakan pengalaman multi-indera. 

Ketika Anda memperlambat temponya, Anda dapat menikmati lebih banyak pemandangan, suara, aroma, rasa, dan sentuhan dari pasangan.

Hal di atas hanyalah salah satu dari banyak alasan kenapa sebaiknya pasutri melakukan slow sex

Artikel Lainnya: Sehatkah Berhubungan Seksual setelah Bertengkar Hebat?

Masih ada banyak manfaat yang bisa dirasakan, misalnya:

1 dari 4 halaman

1. Terhubung dengan Kontak Mata

Seks yang lambat membuat Anda berdua melakukan kontak mata. Hal tersebut akan meningkatkan level “panas” hubungan. 

Entah itu tatapan lembut ataupun intens, kontak mata meningkatkan intensitas emosi dan sensasi. 

Neuron cermin yang diaktifkan melalui kontak mata dapat meningkatkan resonansi limbik di otak. Emosi yang Anda rasakan pun dapat diperkuat.

2. Bisa Saling Menggoda 

Jangan remehkan kekuatan atau sensasi dari sentuhan lembut. Sentuhan yang lembut dan erotis memicu gairah dan “rasa lapar” yang unik. 

Melakukan kecupan dan sentuhan yang menggoda berulang kali dapat meningkatkan keintiman seksual. 

Tak hanya itu, ia juga bisa mengirimkan gelombang kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 

3. Lebih Ampuh Menurunkan Stres

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog berpendapat, pasangan yang melakukan slow sex tak hanya memikirkan masalah kepuasan saja. 

“Dibandingkan dengan hubungan intim yang dilakukan terburu-buru atau kasar, mereka hanya mencari kepuasan seksual saja. Sedangkan pada slow sex, perasaan tenang saat berhubungan seks akan didapatkan dan ampuh menurunkan stres,” terangnya. 

Artikel Lainnya: Berhubungan Seksual Bisa Atasi Alergi, Hoax atau Fakta?

2 dari 4 halaman

4. Punya Kesempatan Lebih Besar untuk Orgasme Berdua

Penis rata-rata membutuhkan waktu 5-7 tujuh menit untuk mencapai klimaks. Menurut penelitian pada 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, rata-rata vagina membutuhkan waktu dua kali lipatnya, yaitu lebih dari 13 menit untuk orgasme. 

Dengan mengatur tempo hubungan yang lebih lambat, orgasme dan kepuasan bisa dirasakan oleh wanita dan pria. 

Seks lambat sangat membantu pria yang kerap khawatir dengan masalah ejakulasi dini atau disfungsi ereksi karena tidak.

5. Kebutuhan Afeksi Terpenuhi

Psikolog Ikhsan menerangkan, “Wanita umumnya memiliki kebutuhan emosional atau afeksi yang bisa didapatkan lewat hubungan seks. Jika hubungan seksnya berlangsung lama, berarti makin banyak waktu untuk memenuhi kebutuhan emosional pasangan Anda.”

6. Bisa Ditambah Fantasi yang Variatif

Anda keliru jika menganggap bahwa slow sex itu membosankan. “Cara ini bisa dieksplorasi dan diberikan banyak variasi. 

Dengan banyaknya waktu, fantasi berdua bisa dicurahkan di situ. Mencari posisi baru pun bisa dilakukan,” ujar Ikhsan.

Tak sedikit pasangan yang hanya memusatkan perhatian pada penetrasi. Dengan melakukan seks yang lebih perlahan, hal itu memungkinkan Anda berdua untuk merasakan banyak jalan kesenangan lainnya. 

Artikel Lainnya: Segudang Efek Samping Tisu Magic yang Mesti Anda Waspadai

3 dari 4 halaman

7. Terhindar dari Infeksi

Bukan cuma manfaat psikis yang didapatkan, secara fisik dan medis, cara berhubungan intim yang satu ini juga berdampak baik. 

Dokter Valda Garcia menerangkan, “Pada rough sex, gerakan repetisi yang cepat di permukaan kulit bisa meningkatkan risiko peradangan, luka, hingga infeksi. Pada slow sex, risikonya sangat kecil.”

8. Bisa Sekaligus Melakukan Tantra

Tantra adalah praktik holistik yang menyatukan napas, spiritualitas, dan hubungan. Dengan melakukan slow sex, kesempatan untuk mempraktikkan konsep tantra yang bisa memuaskan batin menyehatkan tubuh juga lebih besar. 

Jangan terburu-buru, sisihkan waktu untuk melakukan slow sex dan dapatkan manfaatnya. 

Bila masih ada pertanyaan seputar kesehatan mental, organ intim, dan seksualitas, konsultasikan pada pakarnya lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar