Sukses

Risiko Kesehatan yang Dapat Dialami Petinju

Ketika memutuskan menjadi petinju atau menggeluti olahraga tinju, maka Anda harus tahu risikonya. Ini beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi!

Tinju merupakan salah satu olahraga kontak fisik yang berat. Untuk bisa melumpuhkan lawan atau mendapatkan poin, sasaran utama petinju adalah bagian wajah. Sebab, pukulan di wajah dapat membuat lawan knockout atau KO!

Anda perlu tahu, mulai dari wajah bengkak, perdarahan, hingga gigi tanggal, semua bisa terjadi saat Anda bertanding tinju. Bahkan, dalam pertandingan tinju profesional, banyak peraturan ketat yang harus dipatuhi agar tidak merugikan kesehatan kedua pemain. 

Ketahui risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat olahraga tinju lewat ulasan di bawah ini.

1. Cedera Kepala 

Menurut American Association of Neurological Surgeons, sebanyak 90 persen petinju mengalami cedera otak traumatis selama mereka berkarir.

Pasalnya, petinju sering mendapatkan pukulan langsung ke bagian kepalanya. Dilansir dari Verywell, satu kali pukulan tinju itu sama seperti dihantam bola boling seberat 5,8 kg yang melaju dengan kecepatan 32 km per jam

Pukulan tersebut bisa menyebabkan patah tulang dan kerusakan jaringan otak. Akibatnya, permukaan otak bisa rusak, robek jaringan saraf, serta munculnya lesi, pendarahan, dan gumpalan besar di dalam otak.

Artikel lainnya: Awas, Olahraga Ini Rentan Akibatkan Parkinson

1 dari 4 halaman

2. Cedera Tangan

Petinju juga dapat mengalami cedera di bagian tangan. Cedera dapat terjadi ketika memukul lawan dengan teknik yang salah. Seiring berjalannya waktu, cedera  ini bisa menyebabkan terbentuknya benjolan di punggung tangan yang menyebabkan bengkak dan nyeri.

3. Cedera Mata

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A., petinju juga bisa berisiko mengalami cedera mata. Namun, cedera mata ini akan bergantung dari seberapa kuat pukulan yang diterima. 

Jika pukulan ke arah mata cukup kuat, orang yang melakukan olahraga tinju dapat mengalami cedera retina, retina mata lepas, atau perdarahan di bagian retina. 

Artikel Lainnya: Overdosis Olahraga, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

2 dari 4 halaman

4. Kerusakan Tulang

“Masalah tulang juga dapat menjadi risiko lainnya. Hal ini dapat terjadi ketika petinju terkena pukulan atau terjatuh akibat pukulan KO,” ungkap dr. Reza.

Tengkorak kepala dan tulang rusuk adalah bagian yang paling sering mengalami cedera akibat olahraga tinju. Karena dalam pertandingan tinju, pemain masih diperbolehkan untuk memukul bagian perut dan tulang rusuk lawan.

5. Penyakit yang Berhubungan dengan Bagian Otak

Mantan petinju lebih rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan otak. Masalah kesehatan otak yang sering dialami petinju adalah penyakit Alzheimer dan Parkinson. 

Kedua kondisi tersebut bisa terjadi ketika petinju kerap mengalami trauma otak berulang yang memengaruhi fungsi motorik tubuh, fungsi kognitif, kesadaran emosional serta sosial. 

Artikel lainnya: Benarkah Kopi Bermanfaat bagi Atlet?

3 dari 4 halaman

6. Masalah Mental

Kondisi Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) atau penurunan massa otak juga dapat dialami oleh petinju. CTE dapat menyebabkan perubahan di dalam otak yang memicu seseorang mengalami depresi dan kemungkinan melakukan bunuh diri.

7. Masalah Kesehatan Lainnya

Risiko kesehatan lain yang sering dialami petinju adalah luka, memar, gigi patah, perdarahan internal, dan kerusakan organ dalam.

Setelah bertanding, petinju bisa mengalami pusing, sakit kepala, atau telinga berdenging. Hal tersebut dapat  disebabkan oleh pukulan berulang di bagian kepala. 

Itu dia beberapa risiko kesehatan yang bisa dialami petinju. Supaya bisa terhindar dari masalah kesehatan di atas, lakukan olahraga tinju sesuai aturan yang berlaku. 

Bagi Anda yang baru mencoba olahraga ini, gunakan alat pelindung tubuh secara menyeluruh.

Setelah bertinju, para pemain juga harus melakukan perawatan dan pemulihan dengan benar. Pemain tinju harus bertanding dalam kondisi yang fit dan sudah pulih dari cedera sebelumnya. 

Jika hal tersebut diabaikan, bukan tidak mungkin risiko kematian dapat terjadi. Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar