Sukses

Bahaya Pregorexia, Terobsesi Kurus Saat Hamil

Wajar bila berat badan ibu naik saat hamil. Tapi, ada bumil yang terobsesi ingin kurus saat mengandung. Kondisi ini disebut pregorexia. Apa bahayanya?

Ingin kurus dan tampil langsing bukan hanya keinginan wanita pada umumnya. Ada juga ibu hamil yang terobsesi dengan hal serupa. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah pregorexia.

Apakah pregorexia berbahaya bagi ibu dan janin? Mari kita kenali lebih dekat kondisi pregorexia pada ibu hamil ini.

1 dari 4 halaman

Pregorexia, Kondisi Apakah Itu?

Pregorexia adalah istilah populer yang diciptakan untuk menggambarkan orang hamil yang mengurangi kalori.

Bahkan, beberapa bumil dengan pregorexia akan berolahraga secara berlebihan untuk mengontrol kenaikan berat badan selama mengandung. Tujuannya adalah ingin badan tetap kurus saat hamil.

Menurut dr. Devia Irine Putri, pregorexia berasal dari dua kata, pregnancy dan anoreksia. Dengan kata lain, pregorexia adalah gejala anoreksia pada ibu hamil.

“Pregorexia adalah kondisi ketika ibu hamil berkeinginan kuat untuk mengendalikan berat badannya karena takut akan kelebihan berat badan. Akibatnya, ibu akan membatasi jumlah kalori dan berolahraga secara ekstrem," jelas dr. Devia Irine.

Artikel lainnya: Berat Badan Ideal Saat Hamil, Ini Cara Menghitungnya

Ada beberapa gejala yang bisa dilihat ketika bumil mengalami pregorexia, yakni:

  • Berolahraga berlebihan sampai kelelahan
  • Keengganan untuk mengubah rutinitas olahraga Anda
  • membatasi asupan makanan
  • Penghitungan kalori kompulsif
  • Purging, muntah yang diinduksi sendiri atau penggunaan pencahar
  • Merasa malu dan bersalah tentang penambahan berat badan
  • Menimbang beberapa kali sehari
  • Mengungkapkan ketakutan tentang berat badan, bentuk, atau ukuran tubuh
  • Mudah kelelahan kronis
  • Gampang pusing dan pingsan
2 dari 4 halaman

Bahaya Pregorexia pada Ibu Hamil

Menurut dr. Devia Irine, pregorexia pasti memengaruhi kebutuhan nutrisi ibu. Selain itu, kebutuhan nutrisi janin untuk bertumbuh dan berkembang bisa saja berkurang.

"Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini bisa dilihat misalnya berat badan janinnya kurang dari usia kehamilan, ada perlambatan pertumbuhan, hingga kecacatan," ujar dr. Devia Irine.

Selain itu, ibu rentan juga mengalami kondisi anemia selama kehamilan karena nutrisinya tidak mencukupi. 

Artikel lainnya: Dampak Ibu Hamil yang Terlalu Kurus pada Janin

"Selain pada pertumbuhan janin, pregorexia juga memengaruhi daya tahan tubuh ibu, meningkatkan risiko perdarahan, hingga risiko terjadi depresi postpartum di kemudian hari," jelas dr. Devia Irine.

Karena termasuk gangguan makan saat kehamilan, dr. Devia menyarankan ibu hamil dengan pregorexia segera berkonsultasi dengan dokter kandungan dan psikiater. 

“Jika diperlukan, ibu hamil bisa juga ke dokter gizi," katanya. 

3 dari 4 halaman

Cara Menangani Pregorexia pada Ibu Hamil

Pregorexia harus ditangani dengan baik. Jika dibiarkan, obsesi untuk kurus ini bisa berujung pada masalah serius bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.

Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk menangani ibu dengan pregorexia:

  1. Mengubah Pola Pikir tentang Kehamilan

"Bisanya ibu takut kalau hamil akan membuat tubuhnya jelek, melar, sehingga harus dijaga ketat agar tidak demikian,” ujar dr. Devia.

Artikel lainnya: Cara untuk Menaikkan Berat Badan Saat Hamil

Menurutnya, setelah melahirkan memang akan terjadi perubahan pada tubuh. Namun, bumil bisa meminimalkan perubahan tersebut dengan cara yang lebih sehat, bukan dengan diet ketat dan olahraga ekstrem.

  1. Edukasi soal Nutrisi

Pengetahuan soal pentingnya pemenuhan nutrisi selama kehamilan sangat penting bagi ibu  hamil.

“Edukasi ini harus dijelaskan secara rinci, termasuk dari sumber makanannya apa saja yang harus dikonsumsi dan berapa banyak," ujar dokter muda itu.

  1. Olahraga Rutin tapi Tidak Berlebihan

Dokter Devia mengatakan, berolahraga rutin yang sesuai dengan kondisi ibu, misalnya yoga prenatal, senam hamil, jalan santai, dan berenang, perlu dilakukan.

"Tapi, bukan olahraga yang high-impact atau yang intensitas berat," tegas dr. Devia Irine.

  1. Dukungan Keluarga, Suami, dan Orang Terdekat

"Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat selama kehamilan penting agar kecemasan atau stres terkait berat badan saat hamil bisa diminimalkan," tegasnya.

Orang-orang terdekat, terutama suami, sebisa mungkin memberikan dukungan agar istri bisa tetap nyaman dengan perubahan yang terjadi. Tak lupa, suami dan orang terdekat harus tetap mengingatkan sang istri soal makan dan kecukupan nutrisi.

Pregorexia bisa menjadi masalah serius bagi ibu dan janin. Itu sebabnya, jangan tunda meminta pertolongan dokter bila mengalami gejala di atas.

Yuk, Bund, pantau usia kandungan Anda dengan Kalender Kehamilan dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar