Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Medfact: Vagina Kemasukan Angin Bisa Bikin Wanita Hamil?

Medfact: Vagina Kemasukan Angin Bisa Bikin Wanita Hamil?

Seorang wanita mengaku hamil karena vaginanya kemasukan angin. Lantas, apa bisa hamil tanpa berhubungan seksual seperti cara tersebut?

Media massa tengah dihebohkan dengan kabar wanita di Cianjur, Jawa Barat, yang mengaku hamil tanpa melakukan berhubungan seksual. Diberitakan oleh berbagai media, Siti Zainah (25) menjelaskan kehamilannya terjadi akibat angin yang masuk ke dalam vaginanya.

Siti Zainah menuturkan, satu jam sebelum tahu dirinya hamil, perutnya terasa sakit karena ada angin yang masuk melalui vaginanya. Usai kejadian itu, Zainah mengaku perutnya membesar seperti orang hamil dan menurut bidan ia siap untuk melahirkan.

Lantas, benarkah angin yang masuk ke vagina dapat sebabkan wanita hamil? Dan apakah bisa terjadi kehamilan tanpa berhubungan seksual? Untuk mengetahui fakta medis selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

1 dari 4 halaman

Angin Masuk ke Vagina Bisa Sebabkan Kehamilan, Benarkah?

Menanggapi proses kehamilan luar biasa yang dialami oleh Siti Zainah, berikut tanggapan dari dr. Arina Heidyana.

Menurutnya, angin yang masuk ke dalam vagina tidak bisa menyebabkan wanita jadi hamil. Lalu, adanya dugaan sperma yang tertiup angin hingga terbawa sampai ke dalam vagina juga dibantah tegas oleh dr. Arina.

Kehamilan hanya terjadi saat sel telur bertemu dan dibuahi oleh sel sperma. Jadi kalau dibilang angin masuk ke vagina lalu bikin hamil, itu salah besar,” tegas dr. Arina

“Kemungkinan orang tersebut sudah hamil tapi tidak sadar, mungkin karena haidnya nggak teratur. Jadi, ketika tidak haid berbulan-bulan itu bisa dianggap biasa aja oleh dia, padahal sudah hamil,” lanjut dr. Arina.

Artikel Lainnya: Kehamilan Samar atau Cryptic Pregnancy, Apa Sebabnya?

2 dari 4 halaman

Ketahui Proses Mutlak Terjadinya Kehamilan

Seperti kata dr. Arina, sejatinya kehamilan hanya bisa terjadi apabila ada pembuahan dari sel telur dan sperma.

Dilansir dalam National Health Service UK, air mani yang keluar saat pria berejakulasi mengandung jutaan sel sperma. Bahkan, satu kali ejakulasi bisa mengandung lebih dari 300 juta sperma.

Tak hanya itu, cairan yang keluar sebelum ejakulasi juga mengandung ribuan sperma. Cairan pra-ejakulasi ini tetap memiliki peluang yang sama dalam membuahi sel telur.

Sementara itu, ovarium wanita akan melepaskan sel telur (ovulasi) pada hari ke-12 sampai hari ke-16 sebelum menstruasi berikutnya. Momen ini sering disebut juga dengan masa subur.

Jika saat masa subur wanita melakukan hubungan seksual, sel telur dan sperma bisa bertemu hingga terjadi pembuahan. Nantinya sperma yang masuk ke dalam vagina akan mengalir melewati serviks dan bertemu sel telur di saluran tuba falopi rahim (uterus).

Jadi, sudah jelas bahwa kasus yang dialami oleh Siti Zainah merupakan mitos yang secara medis tidak terbukti benar.

Artikel Lainnya: Cara Aman Diet Vegetarian saat Hamil

3 dari 4 halaman

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Hubungan Seks?

Menurut dr. Arina, wanita bisa hamil tanpa berhubungan seksual. Salah satu caranya dengan program medis bayi tabung atau inseminasi. Di luar itu, kehamilan tidak bisa terjadi tanpa berhubungan seksual.

Bayi tabung merupakan prosedur medis yang mewujudkan pembuahan di luar rahim. Sel telur dan sperma akan dipertemukan secara in vitro guna menghasilkan embrio. Nantinya, embrio akan dimasukan kembali ke dalam rahim wanita agar terjadi kehamilan.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Kebo, Bagaimana Penjelasan Medisnya?

Di samping itu, inseminasi adalah metode yang dilakukan oleh dokter kandungan supaya wanita bisa hamil. Inseminasi dilakukan dengan memasukkan sperma ke dalam rahim agar lebih cepat terjadi pembuahan.

Masih diwartakan dari NHS, kehamilan masih mungkin bisa terjadi dengan cara ini:

  • Jika air mani atau cairan pra-ejakulasi menyentuh vagina.
  • Pria berejakulasi di dekat vagina.
  • Penis pria yang sedang ereksi menyentuh area vagina.

Kendati begitu, risiko hamil dengan cara di atas sangat kecil kemungkinan terjadi. Sebab, sperma hanya bisa bertahan hidup dalam waktu sebentar ketika berada di luar tubuh.

Itu dia penjelasan dokter mengenai kehamilan yang terjadi karena angin yang masuk lewat vagina. Sebelum mempercayai berita atau mitos kesehatan yang beredar, sebaiknya cek fakta medis terlebih dahulu dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter!

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar